6 Jenis Pakan Ayam Petelur yang Perlu Kamu Ketahui!

Jenis Pakan Ayam Petelur

Ayam petelur adalah jenis ayam yang dibudidayakan khusus untuk menghasilkan telur. Untuk mendapatkan telur ayam yang berkualitas, tentu saja kita harus memberikan jenis pakan ayam petelur yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan fase pertumbuhannya.

Ada berbagai jenis pakan yang bisa kita berikan, baik itu pakan buatan sendiri menggunakan mesin pembuat pakan maupun pakan pabrikan. Berikut ini adalah 6 jenis pakan ayam petelur yang perlu kamu ketahui:

1. Pakan Starter

Pakan starter merupakan pakan ayam petelur sejak menetas hingga berumur 8 minggu. Jenis pakan ini memiliki kandungan protein yang tinggi, sekitar 20-22%, mendukung perkembangan organ dan daya tahan tubuh ayam.

Selain itu, makanan pembuka mengandung kalsium, fosfor, dan vitamin D yang membantu pembentukan tulang dan gigi. Pakan starter jenis ini biasanya berbentuk bubuk atau remah (pelet halus) agar ayam mudah mencernanya.

Pakan ini sebaiknya diberikan secara ad libitum (jika diperlukan) kepada ayam agar tidak mengalami kekurangan gizi.

2. Pakan Grower

Pakan grower adalah pakan yang diberikan kepada ayam dari usia 8 minggu sampai 16 minggu. Jenis pakan ini memiliki kandungan protein yang lebih rendah dari pakan starter, sekitar 16-18%, untuk menghindari pertumbuhan tubuh yang terlalu cepat dan menyebabkan obesitas.

Selain itu, pakan grower juga mengandung kalsium, fosfor, dan vitamin D untuk mempertahankan kesehatan tulang dan gigi. Pakan grower memiliki bentuk crumble atau pellet (butiran padat) agar lebih disukai oleh ayam.

Pakan ini harus diberikan secara terbatas kepada ayam agar mereka tidak kegemukan dan mengalami gangguan reproduksi.

3. Pakan Layer

Pakan layer adalah pakan yang diberikan kepada ayam petelur dari usia 16 minggu sampai masa pensiunnya. Jenis pakan ini memiliki kandungan protein yang moderat, sekitar 14-16%, untuk mendukung produksi telur.

Selain, itu pakan layer juga mengandung kalsium, fosfor, dan vitamin D yang lebih tinggi dari pakan grower untuk memenuhi kebutuhan pembentukan cangkang telur.

Pakan layer biasanya memiliki bentuk pellet atau mash (campuran kasar) agar lebih variatif bagi ayam. Pakan ini harus juga harus diberikan secara ad libitum kepada ayam agar mereka tidak kekurangan asupan gizi.

4. Pakan Tambahan

Pakan tambahan adalah pakan yang diberikan kepada ayam petelur sebagai pelengkap dari pakan utama. Jenis pakan ini bisa berupa bahan-bahan alami seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dedak, jagung, atau beras merah.

Selain itu, pakan tambahan bisa memberikan manfaat seperti meningkatkan nafsu makan, menambah variasi rasa, menyediakan serat, dan mengandung antioksidan. Pakan tambahan harus diberikan secara terbatas kepada ayam petelur, sekitar 10-15% dari total pakan.

5. Pakan Fermentasi

Pakan fermentasi adalah pakan yang diberikan kepada ayam petelur setelah melalui proses fermentasi. Jenis pakan ini bisa berupa bahan-bahan alami seperti ampas tahu, ampas tempe, onggok, atau kulit pisang.

Selain itu, Pakan fermentasi bisa memberikan manfaat seperti meningkatkan kandungan protein, menurunkan kandungan pati, dan mengandung probiotik.

Pakan fermentasi harus diberikan secara terbatas kepada ayam petelur, sekitar 5-10% dari total pakan. Pembuatan pakan fermentasi haruslah dengan cara yang benar agar tidak menghasilkan racun atau bau yang tidak sedap.

6. Pakan Herbal

Pakan herbal adalah pakan yang diberikan kepada ayam yang mengandung bahan-bahan herbal seperti kunyit, jahe, bawang putih, daun sirsak, atau daun pepaya. Jenis pakan ini bisa memberikan manfaat seperti meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penyakit, dan mengandung antiinflamasi.

Pakan herbal harus diberikan secara terbatas kepada ayam petelur, sekitar 1-2% dari total pakan. Selain itu, pemberian pakan herbal juga harus dicampur dengan pakan utama agar lebih mudah dimakan oleh ayam.

Itulah 6 jenis pakan ayam petelur yang perlu kamu ketahui. Perlu diketahui, semua jenis pakan yang disebutkan di atas bisa dibuat dengan menggunkan mesin pembuat pakan. Dengan membuat pakan sendiri menggunakan mesin pembuat pakan, kamu bisa menjaga kualitas dan kebersihan pakan.

Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih!