Di kesempatan kali ini artikel akan membahas mengenai budidaya maggot ternak cara membuatnya, manfaat dan apa saja prospeknya!
Pupuk merupakan faktor penting yang mempengaruhi kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Namun pupuk kimia yang biasa digunakan petani menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti pencemaran air, tanah, dan udara, serta menurunkan kualitas tanah.
Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengganti pupuk yang ramah lingkungan dan murah, yaitu pupuk organik. Lalat merupakan salah satu sumber pupuk organik yang potensial.
Belatung merupakan larva lalat tentara hitam (BSF). Lalat ini pun juga memiliki nama latin yaitu “Hermetia illucens”. Lalat BSF berwarna hitam metalik dan tidak mengganggu manusia karena tidak menularkan penyakit. Belatungnya berukuran sekitar 0,3 cm hingga 1,5 cm dan berwarna kuning keputihan.
Manfaat Budidaya Maggot Ternak
Kotoran lalat adalah pupuk organik yang dibuat dari kotoran atau sisa lalat setelah sampah organik membusuk. Kotoran lalat memiliki beberapa manfaat, antara lain:
1. Mengandung Unsur Hara Esensial Bagi Tanaman
seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium dan mikroorganisme
- Meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan struktur, tekstur, aerasi, drainase dan pertukaran kation
- Meningkatkan aktivitas biologis tanah dengan menyediakan bahan organik dan mendorong pertumbuhan mikroorganisme bermanfaat
- Meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman dengan memberikan nutrisi seimbang dan merangsang pembentukan akar, bunga dan buah.
- Mencegah terjadinya penyakit tanaman dengan cara mencegah tumbuhnya patogen di dalam tanah dan meningkatkan ketahanan tanaman.
- Mengurangi biaya produksi dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia yang mahal dan berbahaya.
Cara Melakukan Budidaya Maggot Ternak
Pembuatan pupuk anti lalat dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut Jika anda ingin lebih simple dan sudah pasti akan berhasil perlu menggunakan yang namanya alat Oven Pengering Pakan Maggot Atau bisa kunjungi website nya
Langsung saja Berikut adalah caranya :
1. Bahan-bahan yang di Perlukan
- sampah organik (seperti sisa makanan, sisa peternakan, sisa pertanian)
- tangki atau wadah tertutup yang berlubang kecil di bagian atas dan bawah
- kain atau plastik untuk menutupi wadah pupuk dan bahan-bahan lainnya.
2. Langkah Pembuatan Budidaya Maggot Ternak
– Memilah Sampah Organik
Sampah organik yang baik adalah sampah yang segar, tidak berbau busuk, tidak mengandung pengotor (seperti plastik, logam) dan tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering.
– Isi Wadah Setengah Hingga Tiga Perempat Penuh dengan Sampah Organik
Tutupi kotak dengan kain atau plastik agar tidak terkena sinar matahari langsung dan menjaga kelembapan di dalamnya.
Tempatkan wadah di tempat yang teduh, jauh dari hujan. Tunggu hingga lalat BSF bertelur pada lubang-lubang kecil di bagian atas kotak. Telur-telur ini akan menetas menjadi belatung dalam waktu 2 sampai 4 hari3.
– Biarkan Belatung Terurai Sampah Organik 10 hingga 14 hari
Selama proses ini belatung akan menghasilkan kotoran atau residu sehingga membentuk pupuk maggot.
Pisahkan belatung dari kotorannya dengan mengangkat wadah dan membiarkan belatung keluar melalui lubang kecil di dasar wadah. Belatung yang keluar dapat dijadikan pakan ternak atau dipelihara kembali.
– Kumpulkan Sisa Kotoran Belatung di Tengah Tempat Sampah
Kotoran lalat dapat dimanfaatkan langsung atau dikeringkan terlebih dahulu untuk mengurangi kadar air. Simpan kotoran lalat di tempat sejuk dan kering. Kotoran lalat bisa bertahan hingga 6 bulan jika disimpan dengan benar.
Kotoran lalat adalah pupuk organik yang dibuat dari kotoran atau sisa lalat setelah sampah organik membusuk. Kotoran lalat mempunyai banyak manfaat bagi tanaman seperti kandungan nutrisi, meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman, mencegah penyakit tanaman dan mengurangi biaya produksi.
Vermicomposting dapat dilakukan dengan mudah dan murah dengan memanfaatkan sampah organik sebagai makanan cacing dan wadah kosong sebagai tempat pengomposan. Kotoran lalat dapat digunakan langsung atau dikeringkan sebelum digunakan.
