Mengapa Sampah Plastik Dapat Merusak Lingkungan Cermati!!

Mengapa Sampah Plastik Dapat Merusak Lingkungan?mungkin masih ada yang belum bisa menjawab pertanyaan tersebut. Jika kalian mengenal tentang sampah plastik pastinya akan tahu alasan mengapa plastik dapat merusak lingkungan. Bagi yang belum mengerti lihat penjelasan berikut.
Apa Itu Plastik?
Plastik, benda ini termasuk dalam salah satu bahan yang sering digunakan oleh masyarakat untuk mempermudah berbagai hel, misalnya membantu mempermudah membawa barang-barang atau membungkus sesuatu yang akan dijual maupun diberikan kepada seseorang.
Masyarakat menggunakan plastik seolah – olah seperti telah menjadi kebutuhan. Plastik yang sudah tidak terpakai lagi biasanya dibuang di sembarang tempat, padahal plastik bisa menyebabkan kerusakan lingkungan. Istilah plastik yang sudah tidak digunakan dikenal dengan sampah plastik.
Permasalahan Sampah Plastik Di Indonesia
Di Indonesia sendiri, hampir setiap tahun masyarakatnya dilaporkan telah memakai sekitar 100 miliar kantong plastik. Kebiasaan tersebut terjadi mengingat kantong plastik merupakan barang yang gratis di Indonesia.
Dari perhitungan tadi diperoleh sedikit kesimpulan. Bahwa setiap masyarakat Indonesia menggunakan setidaknya 700 kantong plastik setiap tahunnya atau dua kantong plastik dalam sehari.
Sampah plastik di indonesia tidak semuanya sampai ke tempat pembuangan yang seharusnya sehingga dapat didaur ulang, tetapi justru dapat ditemukan berserakan di mana-mana.
Alasan lainnya mengapa sampah plastik berdampak buruk bagi lingkungan karena sifat plastik yang sukar terurai meskipun sudah bertahun – tahun. Asal kalian tahu plastik baru bisa terurai oleh tanah setidaknya setelah tertimbun selama 200 hingga 400 tahun.
Bahkan menurut sebuah penelitian yang menyebutkan, bahwa sampah plastik baru bisa terurai dalam kurun waktu 1000 tahun lamanya.
Alasan mengapa sampah plastik dapat merusak lingkungan salah satunnya dikarenakan lamanya proses untuk sampah plastik terurai, mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan, misalnya munculnya zat kimia yang dapat mencemari tanah sehingga mengurangi tingkat kesuburannya.
Selain itu proses penguraian sampah plastik juga dapat membunuh mahkluk hidup, misalnya organisme pengurai tanah. Hal ini menimbulkan menurunnya tingkat kesuburan yang dimiliki tanah.
Setelah mengetahui fakta – fakta tersebut alangkah baiknya, kita selaku masyarakat Indonesia harus bijak dalam menggunakan plastik. Selain itu ingatlah untuk tidak membuang sampah secara sembarangan.
Fakta Lain Mengenai Sampah Plastik dan Lingkungan
Beberapa fakta – fakta lainnya yang berkaitan dengan sampah plastik dan lingkungan, antara lain:
- Sisa – sisa dari sampah plastik telah banyak ditemukan di dalam kerongkongan anak elang laut di pulau Midway.
- kurang lebih 80% dari sampah di lautan merupakan sampah yang berasal dari daratan, di mana hampir 90%-nya adalah sampah plastik.
- Pada bulan Juni tahun 2006 lalu, program lingkungan PBB. Memperkirakan bahwa dalam terdapat sekitar 46.000 sampah plastik yang mengambang setiap mil perseg di lautan bebas.
- tahukah kamu bahwa plastik setidaknya telah membunuh kurang lebih 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut, dan juga ikan-ikan yang sudah tidak terhitung jumlahnya lagi dalam setiap tahunnya.
- Hewan penyu yang berada di kepulauan Seribu mati, penyu mati hanya karena memakan plastik yang dikiranya sebuah ubur-ubur, salah satu makanan kesukaan penyu tersebut.
Dampak sampah plastik yang berserakan di lingkungan, antara lain
Beberapa alasan mengapa sampah plastik dapat merusak lingkungan:
- Dapat mencemari tanah, air tanah, bahkan makhluk hidup.
- Racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah berpotensi untuk membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah, misalnya cacing.
- Polychlorinated biphenyl ( PCB ) tidak akan terurai meskipun sudah termakan oleh hewan, hal ini akan menjadi suatu racun berantai sesuai urutan ekosistem. Yang tidak menutup kemungkinan bahwa manusia, termasuk kita sendiri, berada di dalam rantai makanan tersebut.
- Sampah plastik dapat menyumbat dan mengganggu jalur terserapnya air ke dalam tanah.
- Dapat menurukan kesuburan tanah. Bagaimana bisa?, Hal ini terjadi karena plastik menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah tersebut, dan juga menggagu ruang gerak makhluk hidup bawah tanah yang berperan dalam proses penyuburan tanah.
- Sampah plastik susah untuk terurai, mempunyai umur panjang, dan ringan. Dan misalnya terurai akan mudah untuk diterbangkan oleh angin, sehingga tidak menutup kemungkinan untuk mencemari lautan dan wilayah-wilayah lainnya secara bergantian.
- Hewan-hewan dapat terjebak di dalam tumpukan sampah plastik hingga mati.
- Tak hanya hewan yang hidup di darat Hewan – hewan laut pun merasakan dampaknya, seperti lumba-lumba, penyu, dan anjing laut menganggap sampah atau kantong plastik sebagai makanannya sehingga mereka akhirnya bisa mati hanya karena tidak mampu mencernanya.
- Ketika hewan – hewan yang memakan sampah atau kantong plastik mati, maka sampah plastik yang berada di dalam tubuhnya tersebut tidak akan terurai dan tetap utuh. Sehingga akhirnya akan menjadi bangkai yang apabila termakan oleh hewan lainnya akan dapat meracuni hewan tersebut.
- Tak hanya hewan, manusia yang berada di sekitarnya pun akan terganggu oleh bau bangkai yang biasanya busuk dan menyengat.
- Sampah plastik yang dibuang sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai, dan dapat menyebabkan tersumbatnya aliran sungai. Sehingga bukan tidak mungkin akan menyebabkan bencana banjir ketika hujan turun.
Dampak Sampah Plastik Bagi Manusia
Kalimat ” Mengapa sampah plastik dapat merusak lingkungan” tak hanya ditujukan untuk lingkungan, bahkan kehidupan makluk hidup pun akan terusik, beberapa contoh masalah dari sampah plastik:
- Jika sampah plastik dibakar akan menghasilkan asap, asap tersebut akan mencemari lingkungan. Yang mana, dalam asap tersebut terkandung zat dioksin yang apabila dihirup oleh manusia dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.
- Berbagai gangguan kesehatan akibat dioksin diantarannya seperti gangguan sistem pernapasan pada manusia, pembengkakan hati, kanker, dan gangguan sistem syaraf.
- Selain mengakibatkan banjir, penyumbatan saluran air akibat sampah plastik juga dapat menjadi tempat perkembangbiakan daur hidup nyamuk dan serangga berbahaya lainnya, misalnya seperti nyamuk BDB dan malaria, sehingga dapat menimbulkan berbagai penyakit.
- Memburuknya Kualitas air di lingkungan dikarenakan semakin banyaknya sampah plastik yang mengandung bahan-bahan kimia, seperti bisphenol A, styrene trimer, dan lain sebagainya. Pada akhirnya akan meracuni air yang biasanya kita jadikan air minum atau mandi.
Pencemaran Lingkungan Akibat Sampah Plastik
Beberapa contoh pencemaran lingkungan yang telah terjadi diakibatkan oleh adanya sampah-sampah plastik, antara lain:
1. Memang pada kenyataanya harus diakui bahwa plastik memang memiliki harga yang murah, sehingga siapapun yang ingin menggunakannya pasti dapat mendapatkannya dengan mudah. Tapi, plastik yang dibuang ke lokasi TPA, tidak dapat terurai dengan cepat dan mudah.
2. Karena plastik tak kunjung terurai mengakibatkan plastik dapat dengan mudahnya mencemari tanah di daerah tersebut. Pencemaran tanah kemudian berdampak pada berkurangnya kesuburunan tanah itu sendiri, selain itu tumpukan sampah plastik juga mengeluarkan bau tak sedap.
3. Pada kenyataanya banyak orang pada saat keluar membeli makanan maupun minuman yang mengguakan plastik untuk wadahnya, bahkan mungkin termasuk diri kita sendiri. Kebiasaan membuang botol atau kantong sembarangan mungkin sudah menjadi hal lumrah.
Kebiasaan inilah yang akan menjadikan tingkat pencemaran lingkungan semakin meningkat secara drastis, baik itu di darat maupun di laut. Apalagi di Negara – Negara berkembang seperti Indonesia.
4. Sampah plastik yang biasanya terdiri dari kantong plastik, botol plastik, komponen elektronik, mainan, dan lain sebagainya yang dibuang secara sembarangan ke sungai. Maka akan dapat dipastikan akan menyumbat saluran perairan, mulai dari sungai, danau, dan selokan.
Hal ini biasanya sudah merupakan sesuatu yang tidak asing lagi di kawasan perkotaan, sebut saja ibukota Jakarta.
5. Jumlah plastik yang diproduksi di seluruh belahan dunia setiap tahunnya mencapai sekitar 100 juta ton, di mana dari jumlah tersebut sekitar 25 juta ton plastiknya merupakan plastik non-degradable semakin bertambah. Dan terdapat sekitar 70.000 ton plastik yang dibuang di lautan.
6. Selain itu, jaring ikan yang dibuang maupun bahan sentetis lainnya. Pada akhirnya dapat dimakan oleh hewan-hewan laut, hal tersebut semakin membuat kehidupan biota laut tersebut terganggu.
Dengan kata lain, semakin banyak akumulasi plastik yang masuk ke dalam tubuh hewan-hewan air laut tersebut akan membuat biota tersebut terusik bahkan bisa membunuhnya.
Jenis Plastik
Untuk mempermudah dalam menyikapi plastik, berikut merupakan jenis – jenis plastik dan juga bahaya yang dikandungnya:
1.POLYETHYLENE PEREPHTALATE (PET)
Terbuat dari glikol (EG) dan terephtalic acid (TPA) atau dimetyl ester atau asam terepthalat (DMT). polyethylene perephtalate merupakan bagian dari keluarga polyester seperti halnya PC. Polymer PET sendi dapat diberi penguat seperti fiber glass, atau filler mineral.
PET film mempunyai sifat jernih, liat, kuat, dimensinya stabil, tahan nyala api, tidak beracun, permeabilitas terhadap gas, aroma maupun air rendah, dan memiliki daya serap uap air yang rendah, demikian juga daya serap terhadap air.
Penggunaan PET mencakup berbagai benda, misalnya: botol untuk air mineral, soft drink, kemasan sirup, selai, saus, minyak makan. Botol code 1 atau PET / PETE direkomendasikan hanya untuk sekali pakai, kenapa?
Alasannya adalah, bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, dapat mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik.
2.HIGH DENSITY POLYETHYLENE ( HDPE )
Jenis plastik HDPE sendiri termasuk dalam salah satu bahan plastik yang aman digunakan, hal ini dikarenakan kemampuannya untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan maupun minuman yang dikemasnya.
Jenis plastik ini biasa digunakan sebagai bahan untuk botol susu yang berwarna putih susu, galon air minum, tupperware, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE mempunyai sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.
Sama halnya dengan PET,HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian. Kenapa? Hal ini dikarenakan pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.
3.POLYVINYL CHLORIDE (PVC)
Polivinil klorida ( Polyvinyl chloride ) merupakan hasil dari polimerisasi monomer vinil klorida dengan bantuan katalis. Untuk pemilihan katalis tergantung pada jenis proses polimerisasi yang akan digunakan. Plastik jenis ini biasa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol.
PVC sendiri mengandung senyawa DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan maupun minuman yang dikemas menggunakan plastik jenis PVC, PVC sendiri dapat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu sekitar -15oC.
Reaksi yang ditimbulkan antara PVC dengan makanan maupun minunan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
Jika kita mengguanakan plastik jenis ini untuk membungkus makanan sebaiknya kita mencari alternatif lain ( bukan bertanda 3 dan 4 ) seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau menggunakan bahan alami ( misalnnya daun pisang ).
4.LDPE
Low Density Polyethylene ( LDPE ) adalah tipe plastik cokelat ( thermoplastic / dibuat dari minyak bumi ), jenis plastik ini biasa digunakan untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol – botol yang lembek.
Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah
- Kuat.
- Fleksibel dan permukaan agak berlemak.
- Agak tembus cahaya.
- Daya proteksi LDPE terhadap uap air termasuk baik, tetapi kurang baik bila menyangkut gas – gas yang lain seperti oksigen.
- Sangat resisten terhadap senyawa kimia pada suhu di bawah 60oc .
Jenis plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang – barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia.
5.POLYPROPYLENE (PP)
PP ( Polypropylene ) merupakan sebuah polimer kristalin yang dihasilkan dari proses polimerisasi gas propilena. Propilena sendiri mempunyai specific gravity rendah dibandingkan dengan jenis plastik lain.
Karakteristik dari jenis plastik ini misalnya, jika dibuat menjadi botol maka botol akan transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen sendiri lebih kuat, ringan dan daya tembus uapnya yang rendah, stabil terhadap suhu tinggi, ketahanan yang baik terhadap lemak, dan cukup mengkilap.
Polypropylene mempunyai titik leleh yang cukup tinggi sekitar 190 – 200 oC, sedangkan untuk titik kristalisasinya antara 130 – 135 C. Selain itu juga mempunyai ketahanan terhadap bahan kimia ( hemical Resistance) yang tinggi, tapi ketahanan pukul (impact strength) nya rendah.
Jenis plastik PP ( polypropylene ) merupakan salah satu pilihan terbaik untuk bahan plastik, baik untuk digunakan sebagai tempat makanan maupun minuman, misalnnya: tempat makanan, botol minum dan yang terpenting botol minum untuk bayi.
Oleh karena itu, pastikan untuk memilih barang berbahan plastik dengan kode angka 5 saat membeli, dan untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.
6.POLISTIRENE (PS)
Jenis plastik ini dapat dikenali dengan code angka 6, namun bila pada kemasan plastik tidak tertera code angka tersebut, bahan ini masih dapat dikenali ketika dibakar. Bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning – jingga, dan meninggalkan jelaga ( sebaiknya jangan mencobannya ).
Polistirene sendiri dihasilkan dari polimerisasi monomer – monomer stirena, dimana monomer stirena- nya didapatkan dari hasil proses dehidroge nisasi dari etil benzene, sedangkan etil benzene-nya sendiri merupakan hasil dari reaksi antara etilena dengan benzene.
PS ( Polistirene ) senriri dipakai sebagai bahan tempat minum sekali pakai, tempat makan styrofoam, dan lain-lain. Polystyrene sendiri merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika terdapat kontak langsung dengan makanan tersebut.
Selain berasal tempat makanan, styrene sendiri juga bisa berasal dari dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.
7.OTHER
Jenis plastik ini dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, alat-alat rumah tangga, suku cadang mobil, komputer, alat-alat elektronik, dan kemasan plastik.
Plastik dengan code 7 yaitu SAN dan ABS termasuk dalam salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.
SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia, suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan.
SAN biasa terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi.
Sedangkan untuk ABS biasa digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.
Mencegah Pencemaran Lingkungan Akibat Sampah Plastik
Kita juga dapat mencegah pencemaran plastik dengan melakukan hal – hal kecil. Berbagai cara dilakukan untuk mencegah dan mengatasi pencemaran akibat sampah plastik di lingkungan, antara lain:
1. Semua orang pasti sudah tahu bahwa banyak sekali benda – benda yang terbuat dari plastik memiliki kegunaan yang penting, dan juga kelebihannya. Yang tidak mudah pecah mempunyai faktor penting dalam pemilihan plastik sebagai bahan baku. Untuk itu bisa dilakukan pencacahan plastik dengan menggunakan mesin pencacah botol dan lembaran plastik, agar bisa dijual dan didaur ulang.
Namun sudah saatnya untuk kita sadar, bahwa plastik selain memiliki manfaat juga memiliki bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkannya bagi kehidupan. Sebelum menjadi lebih buruk, marilah bersama-sama mulai dari sekarang mengurangi penggunaan plastik.
2. Pengurangan penggunaan plastik, terutama kantong plastik menjadi salah satu upaya untuk mencegah bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkannya. Dan sebagai usaha untuk tidak semakin memperparah suasana bahaya yang sudah muncul karena sampah plastik.
3. Membawa kertas atau tas ketika sedang berbelanja dan menghindari menggunakan kantong plastik di rumah.
4. Limbah Plastik dapat didaur ulang dan dijadikan berbagai barang yang lebih bermanfaat, misalnya tas, dompet maupun dibuat menjadi kantong plastik kembali. Bisa juga melakukan pencacahan plastik dengan mesin pencacah plastik untuk limbah plastik, agar tidak terjadi penumpukan sampah.
Namun sekarang, dengan adanya kantong plastik bio-degradable dapat membantu mengatasi pencemaran lingkungan karena plastik hingga batas tertentu, tapi kita jangan bergantung pada hal tersebut.
5. Jangan membuang sampah plastik maupun sampah-sampah lainnya secara sembarangan, apalagi sampai membuangnya ke sungai atau ke laut.
6. Hindarilah membakar sampah plastik secara sembarangan, baik di lingkungan terbuka maupun di lingkungan tertutup sekalipun.
Bagi kalian yang sedang ingin melakukn pekerjaan pencacaah plastik, kalian bisa loh menggunakan mesin pencacah plastik supaya sampah plastik anda tidak merusak lingkungan anda.
Mungkin itu akhir dari artikel tentang alasan mengapa sampah plastik dapat merusak lingkungan, dengan kalian sudah mengetahui tentang fakta – fakta tersebut, kalian harus bijak mengenai penggunaan sampah plastik mulai dari sekarang.
