Select Page

Dengan adanya situs web ini, kami berharap situs ini dapat lebih dikenal di kalangan yang lebih luas. Selain itu melalui situs web ini juga, kami berharap dapat memberi kemudahan bagi kalian untuk mengakses informasi mengenai pengolahan limbah plastik.

Sejauh ini, penanganan yang paling baik dalam pengelolaan limbah plastik adalah dengan dibakar. Namun, sejumlah ilmuwan Indonesia yang tengah mengenyam pendidikan di Jepang, telah menemukan cara efektif dalam mengelola sampah plastik yang aman baik untuk kesehatan juga lingkungan serta efektif.

Sampah yang dibakar berbahaya bagi kesehatan tubuh, disebabkan sampah dibakar pada suhu rendah sehingga meninggalkan asap putih yang beracun dan mengakibatkan sesak nafas. Dari plastik sendiri memiliki senyawa yakni zat dioksin. Hingga kini zat dioksin masih diperdebatkan sumbernya. Namun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya, dioksin berasal dari klorin.

Klorin plastik mempunyai persamaan dengan larutan akuatik dari gas hidrogen klorida (HCl), pada garam. Pada dasarnya peneliti menyebut dengan plastik Polivinil Klorida (PVC). Akan tetapi diakuinya, PVC di plastik sulit diurai karena menyatu dengan banyak zat.

Oleh sebab itu, pengelolaan sampah untuk mengurai zat berbahaya plastik yakni menggunakan air panas tanpa perlu dibakar dengan metode hydrothermal. Dengan memakai air panas, senyawa klorin akan berubah wujud menjadi garam. Dari proses itu, garam itu dapat dibuang karena larut dalam air sehingga klorin hilang.

Teknik Pengolahan Limbah Plastik Yang Ramah Lingkungan

Cara pengolahan limbah plastik masih menjadi masalah hangat di setiap pertemuan mengenai lingkungan hidup. Dimana limbah plastik adalah sampah yang tidak dapat diurai oleh tanah. Sehingga akan selalu memiliki ancaman terhadap pencemaran lingkungan.

Banyak seminar-seminar yang membahasa tentang betapa seriusnya kekhawatiran tentang limbah plastik ini. Dan harapan kami, generasi yang sekarang dan yang akan datang bisa lebih memahami tentang cara pengolahan limbah plastik ini.

Cara Pengolahan Limbah Plastik Modern

Berikut ini ide untuk menangani limbah plastik, seperti berikut:

  1. Melakukan pengolahan limbah plastik dengan cara membelah partikel-partikel plastik hingga terdapat produk baru. Plastik daur ulang biasanya akan dirubah bentuk menjadi biji plastik, botol minuman, dan produk baru dengan bentuk baru yang lainnya. Sudah  disetiap negara memiliki upaya melakukan proyek besar dalam melakukan daur ulang sampah plastik.
  2. Dengan memakai mesin incinerators untuk mengolah limbah plastik. Beberapa negara memakai mesin ini untuk mengolah sampah plastik yang tidak teruarai. Semua limbah plastik dibakar menggunakan incinerators. Namun ada dampak buruk jika menggunakan metode ini. Yaitu, timbulnya pencemaran atau polusi udara. Namun seiring berjalannya waktu, para developer telah bekerja keras untuk mengurangi dampak pulusi udara yang ditimbulkan.
  3. Untuk mengurangi akibat dari limbah plastik, beberapa negara di dunia sudah melarang penggunaan produk plastik tertentu. ini dimaksudkan untuk mengurangi rasa ketergantungan oleh produk palstik. Dan menggantikannya dengan produk yang lebih ramah lingkungan.
  4. Memakai tas yang terbuat dari kertas atau dari bahan lainnya untuk berbelanja. Sehingga bisah mengurangi penggunaan plastik di dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Supayah mengurangi dampak limbah plastik, dari pihak pemerintah dan diri pribadi perorangan wajib saling menyadari. Pemerintah harus membuat tempat sampah di setiap sisi kota. Dan setiap individu juga harus mempunyai kesadaran tentang membuang sampah. Jangan satukan sampah plastik dengan sampah yang dapat di daur ulang. Tempatkan sampah plastik pada tempat sampah yang telah ditentukan. Dan jangan membuang sampah plastik di tempat umum misalnya di jalan, di sungai, di selokan, di parit, dan dimana limbah itu akan sangat menjadi buruk untuk lingkungan.
  6. Meningkatkan kegiatan seminar atau pertemuan yang membahas tentang daur ulang sampah plastik. Tentang metode cara pengolahan limbah plastik yang terbaru. Dan kami berharap, pemerintah turut terlibat dalam sosialisasi pengolahan limbah plastik. Dan lembaga-lembaga negara atau swasta kami harap bisa semakin giat dalam menyelesaikan ancaman limbah plastik terhadap lingkungan kita.

Bagaimana Cara Pengolahan Limbah Plastik?

pengolahan limbah plastik

1. Pemilahan

Kegiatan ini meliputi kegiatan pemilahan plastik berdasarkan jenis-jenis yang dapat didaur ulang seperti HDPE bening, HDPE warna, HDPE lembaran, HDPE padat atau sering kali disebut plastik mainan, PP bening, PP warna, dan lain-lain.

Hal ini bertujuan karena belum semua jenis plastik sudah dapat didaur ulang. Beberapa jenis plastik seperti plastik foil, beberapa plastik kresek masih belum dapat didaur ulang ataupun plastik yang kondisinya sudah terlalu buruk juga tidak lagi dapat didaur ulang.

Pemilahan ini biasanya dilakukan secara manual oleh para pekerja yang biasanya juga berprofesi ganda sebagai pemulung. Mereka telah terbiasa dan sangat mengenal jenis-jenis plastik.

2. Pencucian

Kegiatan pencucian plastik yang akan didaur ulang ini biasanya juga dibarengi dengan pencacahan plastik. Plastik yang telah di pilah kemudian dimasukkan kedalam mesin pencacah plastik (proses pencacahan dan pencucian ini tetap dilakukan terpisah terhadap masing-masing jenis plastik).

Dari mesin pencacah, plastik yang telah menjadi lembaran-lembaran kecil dengan ukuran ±1cm2 tersebut akan dicampur dengan air dan sabun pencuci yang kemudian akan ditampung dalam suatu bak penampung tertentu.

Pencucian plastik akan lebih gampang jika plastik di cincang terlebih dahulu karena lebar permukaannya kecil sehingga menggunakan perendaman sebentar pada air sabun plastik telah dapat dikatakan bersih.

Pencucian jenis ini dilaksanakan sebagai proses pengolahan plastik dalam perusahaan dengan skala kecil sampai menengah.

Setelah tak lama berselang saat direndam dalam bak pencuci  ± 5-10 menit, plastik diangkat dengan saringan selanjutnya ditempatkan dalam karung plastik untuk dikeringkan-anginkan. Dalam jangka 4-7 hari plastik dari tiap-tiap karung tersebut telah kering dan siap diolah.

Dalam skala industri besar pengering biasanya membutuhkan blower namun, pengadaan blower membutuhkan biaya yang tinggi selain biaya investasi juga jumlah pengadaan listrik. Proses pencucian memiliki peranan penting dalam pengolahan plastik karena jika pencucian tidak bersih dapat menyebabkan kegagalan proses selanjutnya.

3. Penggilingan

Proses penggilingan plastik dilaksanakan dengan upaya thermal yang mana plastik dihancurkan dan dimurnikan menurut titik hancur dari setiap jenis plastik yang diolah penggilingan ini tidak memerlukan waktu yang lama.

Plastik yang dihasilkan dari proses peleburan ini adalah plastik-plastik yang telah mencair dan berhasil melewati saringan yang pori-porinya sebesar kasa. Di setiap upaya penghancuran akan menjadi residu atau plastik yang tidak berhasil termurnikan dengan baik dan sempurna sehingga tidak bisa ter saring.

Akan tetapi residu ini dapat di proses daur ulang dengan melewati tahapan proses yang sama. Ketidak berhasilan proses biasanya disebabkan karena adanya kotoran seperti debu atau tanah yang tidak tercuci dengan sempurna pada proses pencucian.

Oleh sebab itu proses pencucian mempunyai peranan penting dalam pengolahan limbah plastik karena semakin bersih pencucian maka plastik menjadi semakin mudah  dilebur. Karena pengulangan upaya untuk mengolah kembali plastik yang tidak berhasil diproses akan mengurangi efisiensi kerja dan akan menambah biaya.

4. Pencetakan

Proses ini adalah proses pencetakan plastik yang sudah berhasil dilebur dengan sempurna. Plastik yang sudah dilebur akan berbentuk cairan yang sangat kental, setelah cairan plastik keluar dari saringan, cairan plastik ini akan masuk ke suatu plat yang bentuknya menyerupai saringan dengan diameter ± 1 cm.

Plastik yang tercetak akan berbentuk seperti tali plastik yang panjang. Tali plastik yang tetap lembut dicelupkan kedalam sebuah bak dengan diameter 0,5m x 3 m agar didinginkan sambil ditarik oleh sebuah alat penarik yang tersusun dari jalur-jalur sebagai penempatan pada setiap tali plastiknya.

Akibat tarikan tersebut maka diameter plastik akan mengecil sampai ± 0,2-0,3 cm. Tali plastik yang sudah mengeras dan mengecil tersebut kemudian dimasukan ke alat pemotong untuk dipotong menjadi pellet plastik dengan panjang ± 0,3-0,5 cm.

Memilah Untuk Pengolahan Limbah Plastik Dan Jenisnya

pengolahan limbah plastik

Secara garis besar, ada dua jenis sampah rumah tangga: organik dan anorganik. Lebih lanjut, sampah anorganik bisa dibagi-bagi lagi menjadi beberapa kategori. Selain menunjukkan bahwa Anda peduli akan lingkungan dan sadar betapa banyaknya sampah hingga hari ini.

Rumah Anda akan terlihat rapih dan berbeda jika Anda menyediakan beberapa tempat sampah untuk jenis-jenis sampah berbeda yang nantinya bisa didaur ulang menggunakan cara mengolah sampah rumah tangga. Sampah basah dan sampah kering merupakan contoh sampah rumah tangga yang dapat diolah kembali.

  • Sampah basah adalah sampah yang berasal dari sisa-sisa makanan yang Anda konsumsi. Ada baiknya jika sampah-sampah ini dipisahkan dari sampah kering yang nantinya bisa Anda daur ulang tanpa terlihat kotor atau bau.
  • Dan sampah kering yaitu yang tergolong lebih sulit untuk terurai oleh mikroorganisme pengurai. Seperti botol minum bekas, kardus, plastik dan lain-lain. Jenis sampah ini bisa dikatakan lebih mudah untuk didaur ulang ketimbang limbah basah.

Kurangi Sampah Dengan Pengolahan Limbah Plastik

Meskipun pemerintah sudah beberapa kali berusaha menciptakan kebijakan pengunaan plastik, contohnya plastik berbayar, untuk mengurangi sampah plastik, namun usaha ini akan sia-sia jika kita tidak mau berpartisipasi. Plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai dan tahan akan proses degradasi alami.

Hal ini membuat plastik menjadi polusi yang sangat berpontensi untuk merusak alam. Sudah sering terjadi kasus di mana plastik merusak sampai membunuh binatang-binatang di laut.

Jika kita membiarkan hal ini terus terjadi, maka permasalahan ini akan menjadi lebih serius dan membuat sulitnya mendapatkan air besih, banjir, dan bahkan akan banyak binatang-binatang laut yang mati atau punah karena sampah plastik.

Kesadaran akan bahaya plastik di antara masyarakat Indonesia masih sangat kurang. Terbukti Indonesia merupakan negara kedua terbesar di dunia setelah China dengan jumlah pencemaran plastik ke laut sekitar 1.29 ton per tahun.

Anda belum terlambat untuk setidaknya mencoba mengurangi pengunaan plastik dalam kegiatan sehari-hari. Terdapat berbagai cara untuk berpartisipasi menyelamatkan bumi dari polusi plastik. Simak berikut ini:

  • Tas kanvas. Ketika Anda berencana untuk pergi ke toko swalayan, ada baiknya Anda membawa plastik sendiri dari rumah atau menggunakan tas kertas atau tas kanvas untuk membawa barang belanjaan Anda.
  • Sedotan besi. Meskipun pembuatannya masih kontroversial, setidaknya sedotan besi bisa lebih lama digunakan ketimbang sedotan plastik yang sekali pakai buang.
  • Tumbler. Menggunakan tumbler untuk membawa minuman akan mengurangi sampah botol plastik. Di sisi lain, menggunakan tumbler akan terlihat lebih bagus dari pada membawa botol plastik kemana-mana.

Begitupun penanggulangan sampah di rumah, semakin sering dipraktikkan, kegiatan memilah-milah sampah di rumah akan menjadi refleks ketika Anda membuang sampah.

Sebelum membuang sampah anorganik, tanya diri Anda apakah ada solusi pemanfaatan sampah rumah tangga tersebut. Cuci tempat sampah secara rutin agar tidak berbau.

Cara Kreatif Pengelolaan Limbah Plastik di Berbagai Negara

1. Pengolahan Limbah Plastik di Skandinavia

Negara Skandinavia seperti Swedia punya cara unik dalam mengatasi masalah sampah. Terdapat mal yang khusus diperuntukkan sebagai tempat jual-beli produk daur ulang atau barang bekas yang masih layak pakai. Di mal tersebut juga menerima perbaikan barang dan bisa dijual di sana langsung lo.

Tak lupa, tersedia juga pelatihan untuk mengolah barang maupun memperbaikinya. Hal itu tentu saja meminimalisir jumlah sampah di Swedia.

Tak sekadar jual-beli atau memperbaiki dan menyerap ilmu cara mereparasi barang, warga di sana juga kerap bertemu untuk berdiskusi menemukan inovasi baru dalam menjaga lingkungan lo.

2. Di Norwegia Teknik Pengolahan Limbah Plastik

Lain halnya dengan negara skandinavia sebelah yaitu Norwegia. Rakyat Norwegia bersemangat supaya mendapatkan sampah plastik karena ada hadianya. Mereka akan mendapat upah jika membawa sampah plastik itu ke tempat daur ulang.

Di sisi lain, pemerintah turut memberikan pajak yang cukup tinggi kepada perusahaan yang memproduksi sampah plastik. namun pemerintah memberikan pengecualian pajak dapat dikecilkan kalau industri tersebut wajib bersedia mendaur ulang sampah yang dihasilkan.

Bahkan kalau mau bebas pajak, pemerintah memberikan syarat yaitu mereka wajib mendaur ulang lebih dari 95 persen sampah yang mereka hasilkan.

3. Uganda

Percaya atau tidak, di Uganda terdapat taman hiburan yang semuanya dibuat dari sampah. Tamna hiburan ini diprakasai seorang seniman dan ahli lingkungan, Ruganzu Bruno yang bangun taman hiburan ini ke daerah kumuh di Kampala, Uganda.

FYI, Bruno memang tergabung dalam Eco Art Uganda – sebuah perkumpulan seniman yang berkomitmen untuk mempromosikan kesadaran lingkungan masyarakat.

Lewat ayunan dan permainan papan dari botol-botol plastik bekas ini, mereka berhasil mengajarkan kepada anak-anak kalau sampah juga bermanfaat untuk hal menyenangkan seperti ini.

4. Jepang

Jepang merupakan negara maju yang bikin masyarakat dunia takjub oleh apapun di dalamnya. Seperti cara Jepang dalam mengatasi masalah sampah ini. Program Reduce, Reuse, dan Recycle di Jepang dalam pengolahan limbah plastik benar-benar diterapkan lo.

Mereka sangat semangat dalam menentukan sampah, demikian dengan pemerintah Jepang yang membuat peraturannya. Selain itu, sebeum dibuang sampahnya wajib dicuci juga lo.

Etika ketika membuang sampah juga mereka perhatikan, semisal sampah dibungkus rapi pakai plastik transparan dan dikategorikan sesuai dengan jenis sampahnya. ngomong-ngomong, ada juga yang memberikan cap nama sampahnya biar memudahkan.

dan nggak ada sembarang buang sampah sesuka hati. Di Jepang, terdapat hari khusus buang sampah dengan jenis sampah yang berbeda. Cara ini meminimalisir penumpukan sampah. Jadwal pembuangan sampah pun diterbitkan masing-masing daerah pada April dan berlau sampai Maret tahun depan.

Jadwal ini penting sekali lo lantaran kalau kamu salah hari, maka sampah nggak bakal diangkut. Dan jangan salah sangka kalau tempat pembuangan akhir sampah di Jepang seperti gedung perkantoran lo, namanya Maishima Incineration Plant atau Kurin Senta.

Tempat ini jauh sekali dengan bantar gebang di Bekasi lo. Lantaran malah terdapat tower bukan tumpukan sampah yang menggunung dan bau menyengat itu.

Itulah ulasan tentang Pengolahan limbah plastik,selamat mencoba dan semoga bisa membersihkan sampah plastik yang bertebaran dimana mana dan jadilah pelopor penyelamat bumi.

× Whatsapp Kami!