Penyimpanan makanan catering yang baik dan benar mencegah kerusakan, kontaminasi, pertumbuhan mikroorganisme berbahaya pada makanan.
Makanan catering adalah makanan yang disiapkan dan disajikan untuk acara tertentu, seperti pesta, rapat, seminar, atau perayaan.
Makanan catering harus memiliki kualitas dan keamanan yang tinggi, karena akan dikonsumsi oleh banyak orang. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas dan keamanan makanan catering adalah penyimpanan makanan.
Berikut adalah beberapa tips penyimpanan makanan catering yang baik dan benar:
Perhatikan Suhu Penyimpanan

Suhu penyimpanan adalah salah satu hal yang penting untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan catering. Setiap jenis makanan memiliki suhu penyimpanan yang berbeda-beda, tergantung pada karakteristik dan komposisinya. Secara umum, suhu penyimpanan makanan catering dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:
1. Penyimpanan Beku (0 sampai -20 °C)
untuk makanan yang mengandung daging, ikan, udang, dan olahannya, serta sayur dan buah yang sudah dibekukan oleh pabrik.
Penyimpanan beku dapat mempertahankan kualitas dan keamanan makanan dalam jangka waktu lama, karena dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan reaksi kimia yang merusak makanan.
2. Penyimpanan Dingin (5 sampai 10 °C)
untuk makanan yang mengandung telur, susu, dan olahannya, serta sayur dan buah segar, bumbu halus, adonan, tempe, dan tahu.
Penyimpanan dingin dapat memperlambat pertumbuhan mikroorganisme dan reaksi kimia yang merusak makanan, tetapi tidak seefektif penyimpanan beku.
Oleh karena itu, penyimpanan dingin hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu pendek, yaitu maksimal tiga hari.
3. Penyimpanan Suhu Ruang (25 °C)
untuk makanan yang mengandung bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, dan sejenisnya, pisang, kerupuk kering, dan bumbu kering.
Penyimpanan suhu ruang dapat dilakukan untuk makanan yang memiliki kadar air rendah, sehingga tidak mudah rusak oleh mikroorganisme dan reaksi kimia.
Namun, penyimpanan suhu ruang harus dihindari untuk makanan yang mudah mengalami oksidasi, seperti apel, alpukat, dan mentimun.
Perhatikan Kemasan Penyimpanan
Kemasan penyimpanan adalah bahan yang digunakan untuk membungkus atau menutup makanan catering saat disimpan. Kemasan penyimpanan harus dapat melindungi makanan dari kontaminasi fisik, kimia, dan biologis, serta menjaga kualitas dan keamanan makanan. Beberapa bahan kemasan penyimpanan yang dapat digunakan adalah:
1. Kotak Makan Transparan
Untuk makanan yang disajikan dalam porsi individu, seperti nasi kotak, snack box, atau salad box. Kotak makan transparan dapat menjaga makanan tetap higienis dan mudah dilihat isinya.
2. Plastik Wrap
Untuk makanan yang disajikan dalam porsi besar, seperti nasi, lauk, sayur, atau kue. Plastik wrap dapat menghindari kontak langsung antara makanan dan udara, serta mencegah kehilangan kelembapan dan aroma makanan.
3. Plastik HDPE
Untuk makanan yang disimpan dalam freezer, seperti daging, ikan, udang, dan olahannya. Plastik HDPE dapat menahan suhu rendah dan tidak mudah robek atau bocor.
4. Botol Kaca
untuk makanan cair, seperti saus, sirup, atau minuman. Botol kaca dapat menjaga makanan cair tetap steril dan tidak bereaksi dengan bahan kemasan.
5. Aluminium Foil
untuk makanan yang akan dipanaskan kembali, seperti roti, pizza, atau lasagna. Aluminium foil dapat memantulkan panas dan menjaga makanan tetap hangat dan lezat.
Hindari Tempat Lembab dan Terik Matahari
Tempat penyimpanan makanan catering harus bersih, kering, dan memiliki ventilasi yang baik. Tempat yang lembab dan terik matahari dapat merusak kualitas dan keamanan makanan catering.
Karena dapat meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme, mempercepat reaksi kimia, dan mengubah warna, aroma, dan rasa makanan. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari tempat lembab dan terik matahari adalah:
- Menempatkan makanan dalam rak-rak yang tidak menempel pada dinding, lantai, dan langit-langit, agar sirkulasi udara dapat berjalan dengan baik dan mencegah kemungkinan jamuran dan tempat persembunyian tikus.
- Menempatkan makanan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan cahaya, agar makanan tidak terpapar langsung oleh udara dan sinar matahari yang dapat merusak makanan.
- Menempatkan makanan dalam lemari pendingin atau freezer yang memiliki suhu yang sesuai dengan jenis makanan, agar makanan tidak mengalami perubahan suhu yang dapat merusak makanan.
Pisahkan Sesuai Kriteria
Makanan catering yang disimpan harus dipisahkan sesuai dengan kriteria, seperti jenis, komposisi, suhu, dan waktu penyimpanan.
Hal ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi silang antara makanan yang berbeda, serta memudahkan pengelolaan dan pengambilan makanan. Beberapa cara memisahkan makanan catering sesuai kriteria adalah:
- Menempatkan makanan yang mengandung daging, ikan, udang, dan olahannya di bagian bawah lemari pendingin atau freezer, agar tidak meneteskan cairan yang dapat mengkontaminasi makanan lainnya.
- Menempatkan makanan yang memiliki waktu penyimpanan yang lebih lama di bagian belakang rak atau lemari, agar tidak menghalangi makanan yang memiliki waktu penyimpanan yang lebih pendek.
- Menempatkan makanan yang memiliki aroma yang kuat, seperti bawang, durian, atau petai, di dalam wadah tertutup yang kedap udara, agar tidak mengganggu aroma makanan lainnya.
- Menempatkan makanan yang memiliki warna yang mudah luntur, seperti bit, wortel, atau safron, di dalam plastik wrap, agar tidak menodai makanan lainnya.
Lakukan Pembersihan Secara Berkala
Pembersihan tempat penyimpanan makanan catering harus dilakukan secara berkala, minimal seminggu sekali, untuk menjaga kebersihan dan kesehatan makanan.
Pembersihan tempat penyimpanan makanan catering meliputi:
- Membersihkan rak-rak, lemari pendingin, freezer, dan wadah penyimpanan makanan dengan air dan sabun, serta mengeringkannya dengan lap bersih atau kertas tisu.
- Membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel atau tumpah di tempat penyimpanan makanan dengan lap basah, dan mengeringkannya dengan lap kering atau kertas tisu.
- Membersihkan debu, kotoran, atau serangga yang masuk ke tempat penyimpanan makanan dengan sapu, kain, atau penyedot debu.
- Membersihkan noda atau bau yang menempel di tempat penyimpanan makanan dengan cuka, baking soda, atau lemon, dan membilasnya dengan air bersih.
