Di artikel kali ini kita akan membahas tentang tradisi lamaran jawa, lamaran merupakan salah satu proses penting menuju pernikahan.
Yang merupakan salah satu bentuk penghormatan, kepada orang tua atau wali mempelai wanita, sekaligus menyatakan niat dan meminta restu atas pernikahan tersebut.
Setiap budaya mempunyai tradisi lamaran yang berbeda-beda, termasuk budaya Jawa. Kebudayaan Jawa merupakan salah satu kebudayaan terbesar di Indonesia, dan tersebar di berbagai daerah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Banten, dan Jakarta.
Kebudayaan Jawa juga, dipengaruhi oleh banyak faktor berbeda, seperti Hindu, Budha, Islam, dan Eropa. Buadaya jawa memiliki tradisi lamaran yang kaya dan unik, termasuk sejumlah prosesi dan acara yang memiliki makna filosofis dan simbolis tertentu.
Pusing cari catering area Jakarta? Sudah saatnya kamu menghubungi catering pernikahan jakarta. Melayani kebutuhan acara seperti pernikahan, kalian bisa bebas memilih menu yang sesuai dengan preferensi dan budget kalian.
Tradisi Lamaran Jawa
1. Tradisi Lamaran Jawa yaitu Congkong
Congkong merupakan, prosesi dimana keluarga mempelai pria, mengirimkan utusan untuk mengunjungi keluarga mempelai wanita, congkong ini biasanya berakhir ketika kedua belah pihak sudah saling memahami dan merasa nyaman satu sama lain.
Congkong juga, menjadi bentuk perkenalan pertama antara dua keluarga yang dilakukan oleh utusan dari keluarga mempelai pria kepada keluarga mempelai wanita, dengan membawa sesuatu yang berharga untuk menunjukkan rasa hormat, seperti uang, bunga, buah atau kue.
Utusan khusus tersebut akan bertanya dan menjawab kepada keluarga mempelai wanita untuk memperoleh berbagai informasi mengenai calon mempelai, seperti status perkawinan, kesiapan, dan faktor lainnya. Hal ini, untuk memastikan calon istri memenuhi kriteria yang diinginkan keluarga mempelai pria.
2. Tradisi Lamaran Jawa yaitu Salar
Salar adalah, prosesi dimana utusan dari keluarga mempelai pria kembali ke keluarga mempelai wanita, untuk menanyakan apakah mempelai wanita siap menikah dengan mempelai pria.
Salar biasanya dilakukan, ketika hasil congkong positif dan keluarga pihak laki-laki yakin dengan pilihannya. Salar juga, merupakan bentuk permintaan resmi kepada keluarga pihak perempuan, untuk melanjutkan proses selanjutnya.
Salar dilakukan oleh utusan dari keluarga mempelai pria kepada keluarga mempelai wanita, dengan membawa sesuatu yang berharga untuk menunjukkan keseriusan seperti uang, bunga, buah atau kue.
Pembawa pesan akan dengan sopan dan hormat, menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan tersebut kepada keluarga mempelai wanita. Keluarga pihak perempuan akan memberikan masukan apakah mereka menerima atau menolak lamaran tersebut.
3. Tradisi Lamaran Jawa yaitu Nontoni
Nontoni merupakan, prosesi pertemuan kedua mempelai untuk pertama kalinya, setelah salar diterima oleh keluarga wanita. Nontoni merupakan, salah satu bentuk perkenalan langsung antara kedua mempelai. Dan juga merupakan salah satu bentuk persahabatan dua keluarga.
Nontoni dilakukan dengan cara, calon mempelai pria datang ke rumah calon mempelai wanita bersama keluarganya. Pengantin pria, akan duduk di depan pengantin wanita dan mengobrol dengan ramah. Pria dan wanita dalam keluarga juga, akan berkenalan dan bersenang-senang.
4. Nglamar
Nglamar adalah, prosesi dimana mempelai pria melamar secara resmi kepada mempelai wanita di hadapan orang tua, atau wali pihak wanita.
Nglamar, merupakan salah satu bentuk ungkapan niat dan komitmen mempelai pria untuk memperistri mempelai wanita. DanĀ merupakan bentuk permohonan restu dan doa kepada orang tua atau wali pihak perempuan.
Nglamar, dilakukan ketika mempelai pria berdiri di depan mempelai wanita dan membawa hadiah. Kado merupakan suatu barang yang diberikan oleh mempelai pria, kepada mempelai wanita, sebagai tanda kebersamaan dan penghargaan.
Penawaran sering kali mencakup perlengkapan yang dikenakan wanita dari ujung kaki hingga rambut, seperti sepatu, pakaian, riasan, tas, aksesori, dll.
Hadiahnya juga, bisa berupa cincin atau gelang sebagai simbol pertunangan, calon pengantin pria akan dengan sopan dan hormat menyampaikan lamarannya kepada orang tua atau wali pihak wanita. Orang tua atau wali perempuan akan memberikan tanggapan apakah menerima atau menolak lamaran tersebut.
Ingin mengadakan acara pernikahan, tapi tidak punya waktu untuk memasak? Hanya disajikan di Catering Catering pernikahan jakarta, dijamin rasanya istimewa. Yuk pesan sekarang juga di Catering pernikahan Jakarta.
