Kerajinan Dari Sampah Plastik yang Memiliki Nilai Jual Tinggi
Plastik merupakan benda yang paling sering kita jumpai dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Disini saya akan memberikan contoh tentang kerajinan dari sampah plastik, barang bekas mulai dari perabotan rumah tangga, pembungkus makanan, hingga pernak-pernik yang sering kita pakai, sebagian besar terbuat dari plastik.
Akibat dari hal itu adalah ancaman bagi kelestarian lingkungan. Produksi dan konsumsi plastik yang berlebihan, dapat berkontribusi pada emisi gas rumah kaca, mendevaluasi ekosistem laut, dan mengancam kehidupan satwa di lautan
Mengelola Sampah dengan Bijak Dapat Menyelamatkan Lingkungan Kita

Tujuan dari pengelolaan sampah adalah agar sampah memiliki nilai jual atau mengubahnya menjadi bahan yang tidak berbahaya bagi lingkungan sekitar. Dengan melakukan pengelolaan sampah disekitarmu dengan cara yang benar, kamu dapat membantu untuk kejar mimpi dan menekan dampak negatif sampah terhadap lingkungan.
Sebelum kita lanjut tentang cara mengolahnya, kita wajib tahu jenis sampah yang sering dikonsumsi terlebih dahulu. Ada 2 jenis sampah, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah tersebut berasal dari bahan makanan yang kita konsumsi, seperti kulit sayur dan buah, cangkang telur, tulang ikan, tulang ayam, dan masih banyak lainnya. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah seperti plastik, kartus, kertas, hingga barang elektronik yang sulit untuk diuraikan.
Oke disini saya akan menjelaskan beberapa cara yang bisa kamu lakukan di rumah, berikut ini caranya:
1. Pisahkan Tempat Sampah Organik dan Anorganik
Sediakan 2 tempat sampah untuk organik & anorganik. Pisahkan juga sampah yang kering agar nantinya bisa kamu daur ulang tanpa terlihat kotor atau bau.
2. Ganti Alas Plastik Menjadi Koran atau Kardus
Pasti banyak yang bertanya, bagaimana cara mengganti plastik yang biasanya digunakan sebagai alas tempat sampah atau bagaimana cara membuang sampah yang benar? saat sampah sudah dipilah dengan benar, maka kita tidak perlu lagi alas plastik. Kita bisa menggunakan koran, kardus, atau bahkan tanpa alas, langsung ke tempat sampahnya.
3. Ubah Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos
Cara mengolah sampah yang berbahan organik paling ramah lingkungan adalah membuat kompos untuk berkebun. Jika kalian tidak suka berkebun, kalian tetap bisa menyumbangkan kompos yang bergerak di bidang perkebunan nantinya sampah ini akan jauh lebih bermanfaat.
4. Mendaur Ulang Sampah Anorganik Kering
Kamu bisa membuat barang-barang DIY seperti botol bekas menjadi pot tanaman, kaleng menjadi tempat menyimpan bumbu. Selain itu, kamu juga bisa memilah sampah plastik tertutup seperti botol plastik yang dapat di daur ulang dan sampah plastik terbuka jika menjadi biji plastik. Kemudian sampah tersebut diberikan ke bank sampah. Hal ini dapat membantu meringankan kerja para teman-teman pemulung.
5. Pemberian Sisa Minyak Jelantah ke Instansi Pengolah Minyak
Jangan pernah menuangkan minyak ke pembuangan dapur ya. Minyak sisa yang dibuang di wastafel bisa menyumbat pipa saluran udara dan yang lebih buruk dari saluran udara di seluruh kota. Minyak jelantah ini bisa disumbangkan, dengan sebelumnya dan diletakkan di wadah agar menjadi biodiesel yang lebih bersih. Biodiesel adalah bahan bakar nontoksin dan dapat terurai sehingga dapat menggerakkan mesin mobil sekaligus membantu lingkungan.
6. Sampah Pengelolaan Berbahaya
Jangan membuang barang berbahaya dan yang mengandung bahan kimia seperti baterai atau tinta printer ke tempat sampah biasa. Sampah yang mengandung bahan kimia sangat berbahaya untuk lingkungan. Pisahkan sampah jenis ini dan bawa langsung ke pusat daur ulang sampah sehingga dapat dikelola dengan cara yang tepat. Untuk sampah elektronik yang sudah rusak, kamu bisa mengembalikannya ke perusahaan yang memproduksinya untuk daur ulang menjadi produk elektronik baru.
7. Penggunaan Mengurangi Plastik atau Sampah Plastik Lainnya
Hal mudah yang bisa kita lakukan adalah kurangi produksi sampah sebisa mungkin. Misal belanja ke pasar bawa tas belanja sendiri lalu kalau pergi bawa alat makan atau tempat minum sendiri supaya tidak ada plastik yang terbuang. Karena sampah sekecil apapun akan berdampak besar bagi lingkungan sekitar kita.
Berkontribusi terhadap lingkungan bisa dimulai dari lingkungan tempat tinggal kamu. Belajar mengolah sampah tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan tetapi juga bisa mengasah kreativitas kita dan meningkatkan kualitas barang. Yuk sama-sama kita berubah dan kejar mimpi untuk bumi yang hijau dan bersih dari sampah.
Jenis Sampah Plastik
Sampah plastik dibagi menjadi beberapa jenis, berikut ini adalah contoh dari jenis-jenis plastik antara lain:
1. Polietilena Tereftalat (PET atau PETE)
PET merupakan jenis plastik yang paling umum digunakan. Mempunyai sifat ringan, kuat, biasanya transparan dan sering digunakan dalam kemasan makanan dan kain (poliester). Contoh: Botol minuman, botol/toples makanan dan pakaian atau tali poliester.
2. High Densy Polyethylene (HDPE)
Secara umum, polyethylene adalah plastik yang paling umum di dunia, tetapi diklasifikasikan menjadi tiga jenis: High-Density, Low-Density dan Linear Low-Density. HDPE adalah jenis yang paling kuat dan tahan terhadap kelembaban dan bahan kimia, yang membuatnya ideal untuk karton, wadah, pipa dan bahan bangunan lainnya. Contoh: Karton susu, botol deterjen, kotak sereal, mainan, ember, bangku taman, dan pipa.
3. Polivinil Klorid (PVC atau Vinyl)
Plastik keras dan kaku ini tahan terhadap bahan kimia, sehingga banyak digunakan sebagai bahan bangunan dan konstruksi bahan ini tidak mampu menghantarkan listrik sehingga selain sebagai bahan bangunan, PVC juga sering dipakai untuk aplikasi teknologi tinggi, seperti kabel, alat medis, dan lainnya. Contoh: Pipa ledeng, kartu kredit, mainan, talang air hujan, kantong cairan IV dan tabung medis, serta masker oksigen.
4. Low Densy Polyethylene (LDPE)
LDPE adalah versi HDPE yang lebih lembut, lebih jernih, dan lebih fleksibel. Bahan ini sering digunakan sebagai liner di dalam karton minuman, serta untuk properti luar ruangan yang terkena korosi. Contoh: kantong sandwich dan roti, bubble wrap, kantong sampah, kantong belanjaan, dan gelas minuman.
5. Polipropilena (PP)
Ini adalah salah satu jenis plastik yang paling tahan lama. PP juga lebih tahan panas daripada yang lain, yang membuatnya ideal untuk hal-hal seperti mengemas makanan dan penyimpanan makanan yang dibuat untuk menahan barang panas. Contoh: Sedotan, tutup botol, wadah makanan panas, pita pembungkus, popok sekali pakai dan kotak DVD/CD.
6. Polistirena (PS atau Styrofoam)
Lebih dikenal sebagai styrofoam, plastik kaku ini berbiaya rendah dan dapat diisolasi dengan sangat baik, yang menjadikannya bahan pokok dalam industri makanan, pengemasan, dan konstruksi. Seperti PVC, PS dianggap sebagai plastik yang berbahaya karena dapat dengan mudah melepaskan racun berbahaya seperti styrene (neurotoksin), yang kemudian dapat dengan mudah diserap oleh makanan dan dengan demikian tertelan oleh manusia. Contoh: Gelas, wadah makanan berbahan styriofoam, pengiriman dan pengemasan produk, karton telur, peralatan makan, dan insulasi bangunan.
7. O (Other)
Kategori ini mencakup semua jenis plastik lain yang tidak termasuk dalam salah satu dari enam kategori lainnya, atau merupakan kombinasi dari beberapa jenis. Plastik jenis other seringkali disebut plastik dengan kode daur ulang #7, karena tidak dapat didaur ulang. Contoh: Kacamata, botol bayi dan olah raga, pelapis benda-benda elektronik, CD/DVD, perlengkapan lampu, dan peralatan makan plastik bening.
Pengelolaan Sampah Plastik

Perlu diketahui bahwa plastik sangat sulit untuk hancur, maka dibutuhkan puluhan bahkan ratusan tahun agar bisa terurai. Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif agar banyaknya sampah plastik dapat ditangani dengan baik. Alternatif penanganannya antara lain dengan 6 R, sebagai berikut:
1. Reuse (Memanfaatkan ulang)
Menggunakan kembali barang bekas tanpa pengolahan dahulu untuk tujuan yang sama atau berbeda dari tujuan awal. Contohnya: memakai sampah plastik sebagai bahan baku kerajinan, ban bekas dikemas menjadi tempat duduk, dan sebagainya.
2. Recycle (Mengolah kembali)
Memanfaatkan barang bekas dengan mengolah materialnya untuk digunakan lebih lanjut. Contoh: sampah organik diolah menjadi kompos.
3. Reduce (Mengurangi)
Merupakan semua bentuk kegiatan atau sikap yang dapat mengurangi produksi sampah. Contoh: pergi belanja membawa keranjang/tas belanja dari rumah.
4. Replace (Mengganti)
Menggantikan dengan bahan yang bias dipakai ulang sebagai upaya mengubah kebiasaan yang dapat mempercepat produksi sampah. Contoh: membungkus kue menggunakan daun pisang.
5. Refill (Mengisi kembali)
Mengisi kembali wadah produk kemasan yang habis dipakai. Contoh: memanfaatkan botol parfum untuk diisi kembali dengan parfum isi ulang.
6. Repair (Memperbaiki)
Melakukan pemeliharaan atau perawatan agar tidak menambah produksi sampah. Contoh: sandal yang talinya putus, diperbaiki kembali dengan tali yang baru, tanpa perlu beli sandal baru selama masih layak.
Ide Kerajinan dari Hasil Daur Ulang Plastik
Dalam rangka kepedulian terhadap lingkungan dari pencemaran limbah plastik, saya akan memberikan beberapa ide kreatif buat kamu untuk membuat kerajinan dari plastik. Sampah plastik yang akan dibikin kerajinan bisa berupa plastik bekas, plastik botol, plastik bungkus makanan, dan mungkin juga hasil daur ulang plastik.
Dalam artikel ini saya akan menjelaskan ide dan cara membuat kerajinan dari plastik yang unik. Ada kerajinan dari botol plastik, kerajinan dari plastik kresek, dan tas cantik dari plastik daur ulang. Selain itu juga ada ide membuat kerajinan pot lucu dari plastik, dompet dompet koin, dan tikar dari plastik.
Contoh Kerajinan dari Plastik

Pada bab ini saya akan kasih contoh kerajinan dari plastik yang bisa kamu bikin dengan tangan kamu sendiri. Bahan yang akan digunakan juga bukan bahan mahal.
Mengapa harus ada contoh? Ya, disini saya berharap dengan contoh tersebut kamu bisa dapatkan banyak ide kreatif untuk membantu menjaga lingkungan dari pencemaran limbah plastik.
1. Tempat Pensil dari Botol Plastik

Saya akan bawakan contoh membuat kerajinan tempat pensil. Kamu tidak perlu susah mencari bahan yang mahal. Cukup siapkan satu botol plastik bekas saja. Perlengkapan yang perlu kamu siapkan untuk kerajinan ini adalah ritsleting dan lem tembak. Oh iya, pilihlah resleting dengan warna yang sama dengan tutup botol.
Pembuatannya cukup mudah kok. Pertama potong botol yang kamu siapkan menjadi dua bagian dengan perbandingan 1:3. Bagian bawahnya harus lebih panjang dari bagian atas. Tempelkan separuh ritsleting mengelilingi leher potongan botol bawah dan atas dengan lem tembak. Lalu satukan dua potongan botol tersebut menggunakan resletingnya.
Nah, mudah bukan? dengan cara kreasi segampang itu, kamu dapat menyimpan pensil dan alat tulis lainnya ke dalamya. Jika ingin lebih cantik lagi, kamu bisa menghias botol tersebut dengan pita atau mewarnainya dengan cat plastik.
2. Bunga dari Plastik

Ide lain kerajinan dari limbah plastik adalah dengan membuat sebuah kreasi bunga. Kerajinan ini bisa kamu bikin sendiri di rumah. Ketika ingin membuat kerajinan bunga yang terbuat dari plastik, jangan lupa untuk menyiapkan peralatan untuk membuat.
Alat dan bahan :
- Plastik berwarna merah, putih, dan kuning (sesuaikan dengan selera)
- Kawat dengan diameter 1,5 mm
- Gunting kertas
- Plastik hijau untuk tangkai bunga
- Tang
Cara membuat Bunga dari Plastik :
- Potong plastik memanjang lalu tumpuk beberapa lembar potongannya
- Lipat kecil dari ujung plastik seperti ketika membuat kipas
- Gunting bagian ujungnya agar terlihat lebih rapi
- Lilit bagian tengah plastik dengan kawat lalu lebarkan plastik membentuk lingkaran
- Tarik setiap lembar plastik agar terbuka dan membentuk bergelombang
- Rapikan permukaan bunga dengan gunting
- Lilitkan plastik hijau pada kawat mulai pangkal mahkota hingga bawah
- Gunting sisa plastik hijau menjadi bentuk daun lalu tempel pada kawat
- Bunga cantik sudah siap kamu pajang dalam pot ataupun wadah lainnya
3. Vas Glitter Dekoratif

Ingin mendaur ulang botol plastikmu menjadi vas dekoratif? bisa banget. Bahkan kamu bisa bikin sendiri di rumah. Botol jus kemasan, botol air, bisa kamu sulap menjadi beberapa vas modern. Caranya hanya dengan menambahkan glitter sesuai dengan warna kesukaanmu, jadilah sebuah vas cantik untuk meja ruang tamu atau sudut ruangan dalam rumah.
Botol yang sudah kamu cat tadi, jangan lupa kasih lem dan kemudian taburkanĀ glitter pada bagian sampingnya. Setelah glitter sudah menutupi bagian botol dengan sempurna, tunggu hingga mengering. Langkah terakhir pada kerajinan dari plastik ini adalah memasukan beberapa tangkai bunga yang kamu sukai.
4. Boneka Pinguin

Boneka adalah sejenis mainan yang dapat berbentuk macam-macam, misalnya bentuk manusia, hewan, maupun tokoh-tokoh fiksi lainnya.
Mainan ini termasuk salah satu mainan tertua. Dahulu, boneka sudah ada sejak zaman Yunani, Romawi, maupun Mesir kuno. Akan tetapi, fungsi, bentuk, dan bahan pembuatannya sudah banyak berubah.
Kali ini kita membuat boneka hanya menggunakan botol minuman bekas. Selain ramah lingkungan, boneka ini juga sangat mudah dibuat sehingga kamu juga bisa bikin sendiri.
Alat dan Bahan :
- Botol air mineral ukuran besar 2 (warna sesuai selera)
- Kuas
- Cat air atau cat minyak
- Gunting atau cutter
- Lem plastik
- Kain perca
Cara Membuat Boneka Pinguin :
- Potong salah satu botol pada bagian tengahnya. Sementara botol satunya potong sekitar 5 sentimeter dari bagian dasarnya.
- Satukan kedua botol hingga tertutup rapat kedua lubangnya. Rekatkan dengan lem supaya tak mudah terlepas pada bagian sambungannya.
- Warnai semua bagian dengan cat putih. Pada salah satu sisi luar gambar bentuk perut pinguin.
- Beri mata dan mulut serta jangan lupa mewarnai.
- Siapkan kain perca, bentuk menyerupai syal pingun. Kemudian gunting kain perca lain untuk topi pinguin.
- Lilitkan syal pada leher pinguin dan letakkan topi pada kepala pinguin.
- Selesai, kini boneka pinguinmu siap digunakan.
5. Lampu Hias dari Sendok Plastik

Bosen lampu hias yang biasa-biasa saja? atau ingin sesuatu yang unik dan jarang dilihat orang? Ingin beli takut mahal? Tenang! Sini saya kasih ide agar tidak keluar banyak uang untuk membeli lampu hias unik.
Cukup menggunakan sendok plastik bekas kamu dapat membuat lampu gantung yang indah dan unik. Lampu gantung ini nantinya bisa kamu taruh di depan rumah, ruang keluaga, atau tempat santai. Bahan dan cara membuatnya pun relatif murah dan mudah.
Alat dan Bahan :
- Sendok plastik bekas
- Gunting/cutter
- Lem tembak
- Lampu dan sangkarnya
- Botol plastik bekas ukuran besar
- Kabel dan colokan
Cara Membuat Lampu Hias dari Sendok Plastik :
- Potong semua gagang sendok (sisakan sedikit untuk pegangan).
- Ambil botol bekas, lalu potong bagian bawah sesuai selera (bagian kepala botol ke bawah yang diperlukan).
- Rekatkan sendok bekas menggunakan lem tembak. Mulai dari bawah terus menggelilingi hingga botol tertutup sempurna.
- Ambillah kabel dan masukkan dari bagian bawah botol plastik secara perlahan, kamudian sambungkan colokan dan sangkar lampu.
- Pasang lampu pada sangkar.
- Selesai. kini lampu hiasmu sudah jadi
Tips Memulai Bisnis Kerajinan dari Plastik
Ketika kamu ingin mencoba beberapa ide bisnis kerajinan dari sampah plastik, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui dulu. Tujuannya adalah agar bisnis kamu berjalan lancar, diantaranya seperti:
- Susun perencanaan bisnis yang matang, mulai dari persiapan awal, modal usaha, hingga beberapa solusi apabila sewaktu-waktu bisnis mulai tampak berisiko.
- Mencari referensi lebih lanjut mengenai ide bisnis kerajinan dari sampah plastik supaya produk yang dihasilkan lebih beragam.
- Mencari supplier dan memilih hasil sampah plastik yang benar-benar masih dapat didaur ulang.
- Mempersiapkan berbagai peralatan untuk pengerjaan kerajinan.
- Kalau perlu, carilah tenaga kerja yang terampil dan mau dilatih kembali terkait produksi kerajinan dari sampah plastik.
- Cek lokasi tempat usaha, utamakan di tempat yang strategis guna untuk menarik minat konsumen.
Baik teman-teman, mungkin itu dulu yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat dan banyak berkah untuk kita semua.
