Cara Menanggulangi Sampah Plastik Perlu Diketahui

Cara Menanggulangi Sampah Plastik – Sampah plastik sudah menjadi hal yang umum, sampah dapat ditemukan di berbagai tempat bahkan ada yang dibiarkan begitu saja di tempat terbuka. Selain menggangu pengelihatan, juga dapat menimbulkan penyakit.
Sebelum belajar cara menanggulangi sampah plastik yang benar, lebih baik kita mulai dari pengertian sampah sendiri.
Pengertian Sampah
Sampah adalah bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun dari proses alam yang belum / tidak memiliki nilai ekonomis. Beberapa definisi sampah menurut berbagai sumber.
Menurut UU
Undang – Undang Pengelolaan Sampah Nomor 18 tahun 2008, sampah adalah sisa kegiatan sehari – hari manusia atau dari proses alam yang berbentuk padat.
Pendapat Para Ahli
Juli Soemirat ( 1994 ) yang berpendapat bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak dikehendaki oleh yang punya dan bersifat padat.
Manik (2003) sendiri berpendapat bahwa sampah sebagai suatu benda yang tidak digunakan atau tidak dikehendaki dan harus dibuang yang dihasilkan oleh kegiatan manusia.
Jenis – jenis Sampah
Sampah sendiri digolongkan dalam berbagai jenis misalnya sampah ( rumah tangga, pasar, industri, pertanian, rumah sakit, perkebunan, peternakan, institusi / kantor / sekolah, dan lain sebagainya ).
Sumber Sampah
1) Pemukiman
Sampah pemukiman biasanya berasal dari satu atau beberapa keluarga yang tinggal dalam suatu bangunan yang terdapat di desa maupun di kota.
Contoh sampah yang dihasilkan dari pemukiman biasanya sisa makanan dan bahan sisa proses pengolahan makanan atau sampah ( kering (rubbish), basah (garbage), atau sisa tumbuhan ).
2) Tempat – tempat Umum
Untuk Sampah yang satu ini berasal dari berbagai tempat – tempat umum, misalnya: pasar, terminal bus tempat hiburan, stasiun kereta api, dan sebagainya. Contoh jenis sampah ini berupa plastik, kertas, botol, daun, dan lain sebagainya.
3) Perkantoran
Di sini yang dimaksud adalah Perkantoran baik perkantoran pendidikan, perdagangan, departemen, perusahaan, dan sebagainya. Umumnya hasil sampah ini bersifat kering, dan mudah terbakar, misalnya kertas.
4) Jalan raya
Biasa berasal dari pembersihan jalan, pada umumnya terdiri dari kertas, kardus, debu, batu-batuan, daun, pasir, palstik, dan lain sebagainya.
5) Industri
Sampah industri biasa dari sisa – sisa proses produksi, misalnya sampah pengepakan barang, logam, plastik, kaleng, kayu, dan lain sebagainya.
6) Pertanian / Perkebunan
Limbah Pertanian / Perkebunan adalah hasil produk pertanian yang kurang bagus kualitasnya maupun tidak laku dijual misalnya: sisa sayur-mayur, jerami, dan lain sebagainya.
7) Peternakan dan Perikanan
Contoh sampah dari Peternakan dan Perikanan dapat berupa kotoran ternak, sisa makanan ternak, bangkai binatang, dan sebagainya.
Sampah Plastik Berdasarkan Asalnya
Sampah organik
Jenis sampah ini berasal dari bahan-bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable. Sampah organik dapat dengan mudah diuraikan melalui proses alami, sebagian besar sampah rumah tangga merupakan bahan organik.
Limbah organik meliputi sampah dari dapur, sisa – sisa makanan, pembungkus (selain kertas, karet dan plastik), kulit buah, tepung, sayuran, daun dan ranting. Pada pasar tradisional dapat dengan mudah menemukan sampah organik seperti sampah sayuran, buah-buahan dan lain sebagainnya.
Untuk menanggulangi penumpukan sampah, anda bisa melakukan pencacahan sampah dengan mesin pencacah sampah,supaya menjadi ukuran kecil-kecil dan bisa lebih cepat terurai oleh tanah.
Sampah Anorganik
Sampah jenis ini dihasilkan dari bahan non hayati, baik berupa produk sintetik maupun hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang. Jenis sampah ini dibedakan menjadi :
- Plastik
- Kertas
- Kaca dan Keramik
- Detergen
selain itu sampah anorganik sulit untuk terurai oleh alam / mikroorganisme secara keseluruhan ( unbiodegradable ). Contoh sampah ini pada tingkat rumah tangga misalnya botol gelas, botol plastik, kaleng, dan tas plastik.
Sampah Khusus
Jenis sampah ini merupakan sampah yang memerlukan penanganan khusus untuk menghindari efek buruk yang dapat ditimbulkannya. Sampah jenis ini meliputi :
Sampah Rumah Sakit
Limbah yang dihasilkan rumah sakit adalah sampah biomedis, misalnya seperti: peralatan operasi, sampah dari pembedahan, obat-obatan, botol infus dan sejenisnya. Sampah ini terkontaminasi oleh virus, bakteri, dan pembawa penyakit lainnya yang akan dapat menimbulkan efek buruk.
Baterai Kering dan Akumulator Bekas
Baterai biasanya akan mengandung logam berat seperti raksa dan kadmium ( bahan ini sangat berbahaya bagi kesehatan). Sedangkan akumulator sendiri dengan asam sulfat atau senyawa timbal yang berpotensi memberikan bahaya bagi manusia.
Sampah Plastik Berdasarkan Wujudnya
Berdasarkan wujud atau bentuknya sampah plastik terbagi menjadi tiga macam yaitu:
- Cair : Air sabun, air cucian, minyak goreng sisa, dan lain – lain.
- Padat : Ban bekas, bungkus snack, botol air minum, dan lain – lain.
- Gas : Karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), HCl, NO2, SO2 Dan lain – lain.
karena sampah plastik memerlukan waktu yang lama untuk dapat teruraikan hal ini akan menimbulkan efek negatif, misalnya akan mencemarkan tanah.
Perlu di perhatikan bahwa yang dikategorikan sampah disini adalah bahan yang tidak digunakan lagi ( refuse) dikarenakan telah diambil bagian – bagian utamanya.
Cara Menanggulangi Sampah Plastik
Beberapa cara menanggulangi sampah plastik adalah dengan mendaur ulang, incinerasi, dan membuat plasitik yang dapat mengalami biodegradasi
Daur Ulang
Cara menanggulangi sampah plastik yang paling ideal adalah dengan mendaur ulang. namun, hal itu agaknya tampak tidak mudah dijalankan. Proses daur ulang melalui beberapa tahap:
Pengumpulan
Tahap pengumpulan adalah tahap mencari maupun mengumpulkan sampah tersebut. Biasanya sampah akan dikumpulkan oleh dinas terkait atau bisa juga masyarakat.
1. Pemisahan ( Sortir )
Tahapan sortir adalah tahap dimana sampah yang sudah terkumpil akan dipilah sesuai jenisnya. Setelah selesai dipilah akan biasannya akan dikirim ke pabrik untuk di daur ulang.
2. Pelelehan
langkah selanjutnya adalah pelelehan, sampah yang telah dipilah akan dilelehkan ke bentuk cair.
3. Pembentukan Ulang
Setelah plastik dilelehkan, selanjutnya akan dicetak atau dibentuk ulang menjadi benda baru.
Tahapan paling sulit pada daur ulang adalah pengumpulan dan pemisahan. Kedua tahapan memakan waktu cukup lama, hal ini akan lebih mudah dilakukan jika masyarakat dengan disiplin ikut berpartisipasi.
Bentuk partisipasi masyarakat misalnya ketika membuang sampah. Jika membuang sampah plastik jangan dicampur dengan sampah organik.
Incinerasi
Selain melakukan daur ulang, cara lain untuk cara menanggulangi sampah plastik adalah dengan membakarnya pada suhu tinggi (incinerasi). Sampah plastik mempunyai nilai kalor yang tinggi, sehingga dapat dimangfaatkan sebagai sumber tenaga untuk pembangkit listrik.
Ada sejumlah pembangkit listrik yang menggunakan batu bara yang dicampur dengan beberapa persen ban bekas. Tapi teknik pembakaran sebenarnya dapat menimbulkan masalah baru, misalnya pencemaran udara, pembakaran plastik seperti PVC akan menghasilkan gas HCl yang bersifat korosif.
Pembakaran ban bekas akan menghasilkan gas yang bersifat korosif. Gas korosif ini membuat incinerator cepat terkorosi. Yang paling berbahaya bila gas dioksin muncul pada proses pembakaran. Selama proses pembakaran, perli dipastikan agar melakukan pengontrolan ketat.
Plastik Biodegradable
Lebih dari setengah dari total sampah plastik adalah plastik kemasan. Oleh karena itu dibuatlah plastik biodegradable dengan upaya untuk menanggulangi sampah plastik. Sayangnya, plastik biodegradable lebih mahal dan kelihatannya masyarakat enggan untuk membayar lebih.
Pelarangan Penggunaan atau Pembatasan Produk Plastik
Beberapa Negara maju dan berkembang telah melarang pembuatan dan penjualan kantong plastik. Bahakan pembatasan kandungan plastik pada sebuah produk juga terus dilakukan. Dengan melarang penggunan plastik maka ketergantunganterhadap plastik, hingga batas tertentu dapat ditekan.
Berbagai cara dapat dilakukan individu guna membatasi jumlah sampah plastik, misalnya menggunakan tas kertas atau berbahan kain lainnya seperti tas belanja.
Melibatkan Masyarakat
Kita sebagai warga masyarakat, penting bagi kita untuk ikut berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup. Beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk mengatasi sampah plastik dalam kehidupan sehari – hari misalnya:
- Membuang botol air plastik, wadah makanan dan bahan plastik lainnya pada tempat sampah.
- Jangan membuang sampah plastik di ruang terbuka, contoh: tempat umum, sungai, saluran air, pantai, dan laut.
- Mengikuti peraturan pemerintah yang berkaitan dengan manajemen plastik.
- Ikut meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan dan bahaya sampah plastik, misalnya menginformasikan kepada kerabat atau tetangga.
- Mengikuti gotong royong membersihkan lingkungan sekitar rumah dari sampah, baik sampah organik maupun non – organik.
Dengan melakukan beberapa langkah sederhana tersebut, kita dapat berpatisipasi dalam mengendalikan penggunaan plastik.
Berbagai cara menanggulangi sampah plastik
1) Kurangi kebiasaan menggunakan plastik
2) Pisahkan sampah plastik dengan organik, sehingga dapat lebih mudah untuk didaur ulang
3) Sampah plastik jangan dibakar
4) Jangan membuang plastik sembarangan
Tips agar terhindar dari bahaya keracunan akibat penggunaan plastik :
1) Tidak menggunakan plastik untuk tempat makanan, pakailah tempat makanan yang lebih aman, seperti gelas.
2) Pastikan makanan / minuman anda tidak berbau plastik
3) Untuk botol susu bayi gunakanlah cangkir bayi
Jika menggunakan botol susu bayi pilihlah yang berbahan kaca, polypropylene, atau polyethylene. Sedangkan Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik, tidak seperti dot yang berbahan latex.
4) Janganlah menyimpan makanan maupum minuman dalam keadaan panas dalam botol plastik.
5) Kurangi menggunakan botol plastik untuk menyimpan air minum.
Jika kalian membeli minuman yang menggunakan botol plastik berbahan PET ( code 1 ) atau HDPE ( code 2 ) gunakanlah hanya untuk sekali pakai dan segera habiskan, karena pelepasan senyawa trioksida terus meningkat seiring waktu. Lebih baik gunakan botol stainless steel atau kaca.
6) Usahakan untuk tidak memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik
Jangan memanaskan makanan yang dikemas dengan plastik, khususnya jika menggunakan microwave oven, hal ini dikarenakan dapat mengakibatkan zat kimia yang terdapat pada plastik terlepas dan akan bereaksi dengan makanan lebih cepat.
Bahaya Sampah Plastik
Kenapa sampah plastik harus sangat diperhatikan?, yah mudah saja karena sampah bisa sangat membahayakan kelestarian alam bahkan makhluk hidup. Beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan oleh sampah.
Mengganggu Rantai Makanan
Asal kalian tahu pencemaran sampah plastik bahkan mempengaruhi organisme terkecil di dunia seperti plankton. Jika organisme kecil dapat teracuni akibat mengkonsumsi plastik, maka hewan besar seperti paus pasti akan mudah terpengaruh.
Pada akhirnya manusia akan terpengaruh. Hal ini bisa terjadi jika kita mengkomsumsi ikan yang beracun. Jumlah sampah plastik di laut sangat banyak, tidak mengherankan bila ikan yang tercemar polutan dapat ditemukan di seluruh dunia.
Dari organisme mikroskopis yang disebut zooplankton, makhluk laut, bahkan burung sudah merasakan dampak sa,pah plastik. Greenpeace pada Tahun 2006, menyatakan bahwa setidaknya 267 spesies binatang yang berbeda diketahui telah terjerat dan mati akibat terkait sampah plastik.
Pencemaran Air
Sumber air dunia berada dalam bahaya akibat dari bocornya limbah dan pencemaran sampah plastik. Penahkan anda melihat tempat pembuangan sampah?, kalo pernah bayangkan jika setiap kali hujan air yang mengenai sampai lalu meresap kedalam tanah kemudian terkomsumsi.
Pastinya anda tidak mau mengkomsumsi air yang tercemar bukan. Air yang tercemar sangat berbahaya bagi tubuh karena mengandung berbagai virus maupun bakteri.
Mencemari Tanah
Plastik dapat menyebabkan pencemaran tanah. Plastik yang tertimbun di dalam tanah akan menghalangi air meresap, selain itu sampah juga akan menggangu hewan – hewan seperti cacing, cacing sendiri berfungsi untuk menyuburkan tanah.
Selain itu ketika sampah plastik dibuang ke tempat pembuangan sampah, kemudian berinteraksi dengan air hujan misalnya. Kemudian membentuk bahan kimia berbahaya, lalu bahan kimia ini meresap ke bawah tanah tak hanya akan mencemari tanah, mereka juga menurunkan kualitas air.
Menyebabkan Polusi Udara
Pembakaran sampah plastik di tempat terbuka akan dapat melepaskan bahan kimia beracun. Udara yang tercemar, ketika terhirup oleh manusia dan hewan, dapat mempengaruhi kesehatan dan juga dapat menyebabkan masalah pernapasan.
Membunuh Hewan
Sampah plastik yang ada dilaut sudah memebunuh banyak hewan mulai dari ikan, burung, lumba – lumba, paus atau penyu mati akibat terjerat sampah terkait plastik. Namun, hal itu tidak membuat masyarakat dalam membuang plastik sembarangan.
Tak hanya membunuh hewan, sampah plastik juga merusak sistem hutan bakau, padahal hutan bakau sangat penting bagi manusia. Hutan bakau berfungsi menyediakan antibiotik, mencegah abrasi, dan juga tempat pemijahan ikan.
Tahuka kamu menurut National Oceanographic and Atmospheric Administration, sampah plastik telah membunuh sekitar 100.000 mamalia laut setiap tahun, lalu jutaan burung dan ikan.
Beracun
Produk plastik dibuat menggunakan sejumlah bahan kimia beracun. Produk plastikpun telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan akibat dari bahan kimianya. Dari mulai proses pembuatan, penyimpanan, hingga membuang plastik berpotensi berbahaya bagi makhluk hidup.
Biaya Penanggulangan Mahal
Harga untuk menanggulangi sampah tak murah, telah dihabiskan biaya jutaan dollar setiap tahunnya untuk mengurangi, mengatasi dampak sampah plastik.
Padahal biaya tersebut dapat dimanfaatkan untuk hal lain, misalnya Biaya kesehatan, pembuatan fasilitas, Peningkatan infrastuktur, dan peningkatan kualitas pendidikan.
Penurunan Wisata
Apakah kalian mau berkunjung ke tempat wisata yang dipenuhi sampah berbau busuk?, pastinya tidak kan?. Misalnya kalian berkunjung ke pantai, tapi jika pantai tersebut penuh dengan sampah pastinya kalian akan pergi meninggalkan tempat itu kan.
Jumlah Sampah di Indonesia
Tidak data data akurat tentang jumlah pencemaran sampah plastik di Indonesia, walaupun terdapat mencapai sekitar 6.000 hingga 6.500 ton per hari. Misalnya jumlah sampah di Jakarta dikutip dari geotimes mencapai 10.725 ton per hari.
Sedangkan untuk Kota Palembang, jumlah sampah naik secara signifikat mulai dari 700 ton per hari menjadi 1.200 ton per hari. Secara keseluruhan, jumlah total sampah di Indonesia mencapai 175.000 ton / hari, atau 0,7 kilogram / orang dan sekitar 67 juta ton / tahun.
Menurut Indonesia Solid Waste Association (InSWA), sebagaimana dikutip dari Antara, produksi sampah plastik Indonesia sekitar 5,4 juta ton setiap tahunya. Sedangkan berdasarkan data BPLHD, sekitar 13 persen dari sampah di Jakarta kurang dari 6.000 ton per hari adalah sampah plastik.
Nah jika anda ingin mengelola limbah plastik anda sekarang ada loh mesin pencacah plastik untuk limbah plastik yang bisa mengelola limbah plastik anda.
Indonesia sendiri menempati peringkat kedua dalam negara penghasil sampah terbesar di dunia, oleh karena itu pemerintah dan kita sebagai masyarakat harus mengatasi masalah sampah plastik. Demikian akhir dari artikel tentang cara menanggulangi sampah plastik, sekian dan terima kasih.
