Sampah Plastik Di Laut Mengancam Biota

Sampah Plastik Di Laut – Lautan adalah kawasan yang sangat kompleks, memiliki 3 dimensi, saling terhubung, dan tak pernah bisa untuk diprediksi.
Laut yang luas, dinamis, dan arus yang selalu berubah – ubah, seolah seperti kekuatan raksasa yang kita takkan pernah bisa pahami secara sempurna.
Lautan juga merupakan bagian dari ekosistem yang jauh dari aktivitas manusia, sehingga membutnya menjadi daerah teraman dari limbah hasil aktivitas manusia bila dibandingkan dengan daratan.
Selain itu lautan Merupakan sebuah aset kehidupan masa depan dikarenakan bisa memenuhi kebutuhan manusia akan sumber makanan dan energi.
Tapi, jika laut tidak dijaga dengan baik makan harapan itu akan hilang. Entah sadar atu tidak, lautan sudah lama terancam oleh berbagai tindakan manusia yang membuang limbah ke laut,terutama ”Sampah Plastik”.
Masalah mengenai sampah bukan menjadi sesuatu yang asing lagi bagi kita, bukan hanya menjadi permasalahan besar di Indonesia, namun, seluruh dunia.
Faktanya banyak dari kita mengetahui dampak buruk dari membuang sampah sembarangan, namun hal tersebut tetap saja tak terhindarkan.
Satu fakta tentang sampah perlu kita ketahui, terutama untuk sampah plastik, yang tak munkin terlepas dari kegiatan kita sehari-hari.
Sampah plastik di lautan dapat berubah menjadi sesuatu yang sangat mengerikan yang disebut dengam “ The Great Pacific Garbage Patch “.
The Great Pacific Garbage Patch adalah kumpulan sampah di lautan yang terbawa arus laut. Fenomena ini telah terjadi selama bertahun – tahun dengan kapasitas sampah yang semakinbertambah.
Peristiwa ini Pertama kali dilaporkan tahun 1988 oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat.
Namun, masih banyak rupanya yang bahkan tidak mengetahui istilah tersebut. Apa dampak dari femomena tersebut?.
Bencana The Great Pacific Garbage Patch memiliki dampak yang sangat besar bagi lingkungan, terutama bagi biota yang berada di sekitarnya.
Tak dapat dipungkiri lagi kalau laut sudah mulai tercemar, seharusnya laut itu bewarna biru indah, tetapi yang ada sekarang hijau kecoklatan karena limbah.
Sampah Plastik Di Lautan
Sampah plastik, tak hanya membuat masalah di darat bahkan laut pun tak luput darinya. Jumlah samapah plastik di laut sangat besar.
Menurut sebuah studi (Jambeck et al., 2015) diperkirakan setiap tahun sekitar 4,8 hingga 12,7 juta metrik ton sampah plastik memasuki lautan.
Hal ini membuat lautan Indonesia mendapat peringkat kedua sebagai sumber pencemaran plastik terbesar di dunia.
Indonesia menempati posisi ke-2 dalam hal pembuangan sampah plastik ke laut, dengan jumlah sampah plastik sekitar 187,2 juta ton.
Untuk posisi teratas ditempati Tiongkok dengan 262,9 juta ton sampah plastik. Sedangkan untuk posisi ketiga ditempati oleh Filipina sebesar 83,4 juta ton ( Menurut studi yang dilakukan oleh Jambeck )
Tahun 1997, Charles Moore, pendiri Algalita Research Foundation menemukan sejumlah besar plastik yang mengapung di Pasifik Selatan.
Moore memperkirakan luas zona pencemaran plastik bisa mencapai 2,6 juta kilometer persegi, bahkan lebih luas dari Indonesia yang hanya sekitar 1,905 juta kilometer persegi.
Selain mengapung di lautan luas, sampah plastik juga dapat ditemukan di berbagai pula. Pada pulau Henderson, yang terletak di sekitar wilayah Pasifik Selatan, merupakan pulau yang paling tercemari oleh plastik di Bumi.
Hal tersebut didasarkan pada penemuan 38 juta keping sampah yang di pulau tersebut.
Plastik Di lautan
Pencemaran plastik telah menjadi permasalah dunia. Sampah plastik dapat dengan mudah membunuh binatang laut.
Binatang – binatang tersebut dapat terperangkap oleh jaring ikan atau mati kelaparan karena memakan partikel yang tidak dapat diserap tubuhnya.
Sekitar 90% burung laut sudah mengonsumsi sampah plastik di laut. Plastik yang terurai akan mengeluarkan zat kimia berbahaya dan dapat mencemari laut.
Zat kimia berbahaya yang terkandung dalam plastik, jika pada dosis yang besar dapat menyebabkan resiko kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada hewan.
Tak hanya hewan yang merasakan dampak zat berbahaya tersebut. Untuk zat kimia pada dosis yang rendah terakumulasi pada binatang yang dapat memasuki rantai makanan dan akan berakhir di meja makan kita.
Fakta Lain Mengenai Sampah Plastik
- Pada bulan Juni, tahun 2006 program lingkungan PBB memperkirakan terdapat 46,000 sampah plastik dalam setiap mil persegi mengambang di lautan.
- Setiap tahunnya seekitar 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut dan ikan – ikan yang sudah tak terhitung jumlahnya telah mati terbunuh plastik.
- Sisa – sisa kantong plastik telah banyak ditemukan pada kerongkongan anak elang laut di Pulau Midway, sekitar lautan Pacific
- Di indonesia sendiri, banyak kura – kura di kepulauan seribu yang mati karena memakan plastik yang dikira ubur-ubur, yang dikira sebagai makanan yang disukainya.
University of California Davis pada tahun 2014 dan 2015, pernah melakukan penelitian tentang pencemaran plastik mikro di dalam pencernaan ikan.
Hasilnya mengejutkan, sekitar 28% dari sampel ikan yang ada di pasar tradisional di Makassar memakan plastik. Sementara itu, sekitar 67% ikan di suatu tempat di California juga memakan plastik.
Ikan – ikan yang tercemar oleh limbah plastii tersebut akan berbahaya jika sampai terkomsumsi.
Menurut sebuah penelitian, sumber sampah plastik terbesar berasal dari daratan dan bukan dari laut. Oleh karena itu, untuk mengurangi atau bahkan menghentikan pencemaran laut akibat sampah plastik, maka pengelolaan sampah di daratan perlu untuk segera dirubah.
Tahukan kamu bahwa sampah plastik daratan yang dibuang ke laut jumlahnya mencapai 80% dari total sampah yang ada di laut.
Hal ini dikarenakan pengelolaan sampah yang kurang efektif ditambah perilaku buruk masyarakat pesisir di seluruh dunia dalam menangani sampah plastik, menyebabkan semuanya masuk ke lautan.
Polusi sampah plastik tidak hanya berdampak buruk terhadap lingkungan, tapi juga merugikan dari sisi ekonomi karena pendapatan negara dari sektor kelautan juga menurun.Untuk mengatasi sampah plastik anda bisa menanganinya dengan mencacahnya dengan mesin pencacah plastik
Sampah Plastik Di Laut Indonesia

Seperti yang disebutkan diatas, Indonesia menempati posisi kedua negara penyumbang sampah plastik terbesar di lautan. Posis Indonesia dalam penyumbang sampah plastik ke laut hanya dikalahkan oleh China.
Posisi Indonesia dalam menyumba sampah plastik tentunya membuat kita semua prihatin, hal ini tetntunya menjadi bukti masih rendahnya kesadaran masyarakat dan negara Indonesia dalam menggunakan dan pengelolaan sampah plastik.
Sebuah penelitian dari Ilmuwan kelautan dari University of Georgia dirilis di Science. Menemukan fakta bahwa pada tahun 2010 sekitar 4,8 sampai 12,7 juta metrik ton sampah plastik telah memasuki lautan.
Jumlah sampah tersebut setara dengan kurang lebih antara 4.762.000.000 – 12.700.000.000 kg.
Jika dibandingkan, jumlah sampah tersebut beratnya mencapai 1,3 kali berat Piramida Besar di Giza, Mesir. Bisa dibayangkan bukan jika penetian tersebut dilakukan tahun 2010, berapa jumal total sampah plastik sampai saat ini.
Pernahkah kalian melihat sampah hanyut di sungai?, sampah yang dibuang sembarangan, tidak dikelola dengan baik, akan terbawa air hujan ke sungai yang akhirnya sampai ke laut dan dapat dengan mudah mencemarinya.
Negara Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Di Lautan
Jenna R. Jambeck memimpin sebuah penelitian yang menelusuri asal mula sampah – sampah plastik yang berada di lautan tersebut. Penelitian tersebut mencakup 192 negara pesisir di dunia, termasuk Indonesia.
Hasilnya penelitian tersebut cukup mencengangkan. Tim Ilmuwan meranking 20 negara pesisir penyumbang terbesar sampah plastik di lautan, Indonesia menempati posisi kedua negara nomor dua dalam rangking tersebut.
Total sampah plastik yang dihasilkan negara Indonesia mencapai 1,29 juta metrik ton per tahun. Hanya kalah dari China yang menghasilkan sampah plastik ke lautan sebanyak 3,53 juta metrik ton per tahun.
Indonesia Mengungguli Filipina di tempat ke- 3 dan Vietnam di tempat ke- 4 yang masing – masing menyumbang 0,75 dan 0,73 juta metrik ton sampah plastik per tahunnya.
Bahkan india dengan penduduk sekitar 1,2 miliar, hanya menghasilkan sekitar 0,24 juta metrik ton sampah plastik per tahun. Sedangkan indonesia dengan total jumlah penduduk sekitar 255 juta jiwa ( 2015) mengasilkan jumlah sampah plastik sekitar 1,29 metrik ton.
Brazil dengan yang jumlah penduduknya berselisih sedikit dengan indonesia, sekitar 205 juta, hanya menyumbang 0,19 juta metrik ton sampah plastik per tahunnya. Brazil sendiri menempati ke-16, yang berselisih jauh dengan peringkat Indonesia.
Hal tersebut menunjukan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia dalam menggunakan plastik dan mengelola sampah plastik masih sangat rendah. Regulasi yang dikeluarkan pemerintah dalam memerangi sampah plastik. Sikap 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) nampaknya belum membudaya.
Alasan Plastik Sulit Dihilangkan
Padahal sampah plastik sendiri sangat berbahaya bagi kelestarian lingkungan. Limbah Plastik merupakan sampah yang sulit terurai (non-biodegradable), membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk dapat terurai.
Bahkan meskipiun sampah plastik terurai saat zat – zat kimia berbahaya yang dikandungnya akan mencemari lautan dan meracuni bagi ekosistem laut.
Menempati posisi kedua sebagai negara dengan penyumbang sampah plastik terbesar di lautan dunia seharusnya membuat kita sadar. Bijak dalam mengunakanperalatan berbahan plastik.
Mengurangi pemakaian plastik dalam kehidupan sehari – hari, dan kesadaran untuk mengelola sampah plastik yang.
Mungkin Beberapa alternatif bisa dilakukan. Memang sampah yang masuk ke laut tidak bisa dibendung melihat perkembangan penduduk dan pembangunan di sekitar.
Jika jumlah penduduk dan pembangunan di sekitar laut, semakin berkembang, maka semakin banyak pula sampah yang akan masuk.
Tidak mungkin untuk bisa mengawasi, menghentikan maupun melarang masuknya sampah ke lautan.
Hal ini dikarena setiap kegiatan yang dilakukan manusia baik dalam skala besar maupun kecil akan selalu menghasilkan limbah, baik itu limbah padat, cairan, maupun gas yang terbuang ke lingkungan.
Menghentikan produksi limbah sama saja dengan menghentikan seluruh kegiatan manusia. Hal itu tentu tidak mungkin dilakuakan.
Pengendalian Limbah Sampah
Dalam hal ini, pengendalian limbah mungkin dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah dan jenis limbah yang dihasilkan dari kegiatan manusia maupun pembangunan pembangunan.
Contoh pengendalaian limbah misalnya dengan kesadaran masing – masing individu untuk mengurangi kegiatan yang beresiko akan menghasilkan limbah, serta tidak membuang limbah itu ke lautan.
Alternatif lain yang mungkin dulakukan yaitu dengan meningkatkan peranan laut itu sendiri.
Lautan dalam skala tertentu memiliki kapasitas asimilasi untuk dapat memproses dan mendaur ulang limbah yang terkandung di dalamnya dengan adanya biota – biota yang dapat mendegradasi limbah tersebut.
Namun hal tersebut tentunya tidak cukup untuk mengurangi pencemaran, karena dalam prosesnya memakan waktu yang lama.
Jadi hal terpenting untuk dilakukan adalah memperbaiki diri kita sendiri, terutama perilaku kita yang menghasilkan limbah agar sebisa mungkin diminimalisir.
Semua kegiatan baik di darat maupun di sekitar laut yang pastinya akan menghasilkan limbah, baik langsung maupun tak langsung akan dapat menemukan jalannya untuk mencemari laut.
Sumber daya hayati yang ada sekarang bukan untuk dihabiskan, tetapi adalah warisan untuk keturunan kita di masa yang akan datang.
Mengatasi Masalah Plastik
Plastik memang sudah menjadi bagian penting dalam kegiatan sehari – hari, bahkan mungkin tak terpisahkan lagi. Mulai dari lingkup keluarga sampai perusahaan besar pasti akan memakai plastik.
Memang tidak mungkin untuk menghentikan penggunaan plastik, tapi setidaknya kita dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.
Gerakan Sederhana Mengatasi Sampah Plastik
1. Membawa Kotak Makan Sendiri
Ketika kita membeli makanan diluar baik di restaurant cepat saji atau makanan di pinggir jalan, jika kita memeilih untuk dibungkus maka akan diberiakan banyak platik bukan?.
Apalagi jika anda membeli makanan dengan jenis yang berbeda – beda dan berkuah, pastinya akan lebih banyak lagi plastik yang digunakan untuk membunkusnya.
Kalau memang tidak suka memasak sendiri maupun tidak ada waktu untuk memasak, usahakan membawa kotak makan sendiri saat membeli makanan.
Selain sebagai usaha untuk mengurangi sampah plastik, makanan yang kamu belipun lebih aman dari bahaya plastik.
2. Menggunakan Tas Belanjaan Sendiri
Salah satu upaya sedehana untuk mengurangi sampah plastik adalah dengan menggunakan tas belanjaan sendiri pada saat berbelanja.
Dengan menggunakan tas belanjaan sendiri pada saat berbelanja maka akan mengurangi tumpukan sampah plastik di rumah.
3. Membawa Air Minum Sendiri
Dari pada membuang – buang uang untuk membeli air minum, lebih baik membawa sendiri dari rumah. Selain lebih hemat air yang kita bawa pastinya akan lebih terjamin kebersihannya.
Namun, jika memang terpaksa membeli air minuman pastikan untuk membuang sampah pada tempatnya supaya dapat didaur ulang nantinnya.
4. Menyimpan Produk Dengan Gelas Kaca
Saat menyimpan camilan maupun bahan – bahan dirumah lebih baik menggunakan gelas kaca. Manfaat yang didapat dari mengunakan gelas kaca selain ramah lingkungan juga lebih aman bagi makanan yang disimpan.
Selain menggunakan gelas kaca bisa juga menggunakan kertas karton karena lebih mudah terurai.
5. Tidak Lagi Menggunakan Sedotan
Dulu sedotan plastik kuarang diperhatikan, namun sekarang banyak hewan – hewan laut yang mati karena sedotan plastik.
Memang sekarang sudah banyak restauran, terutama restoran cepat saji atau kedai minuman yang melayani pembelian dengan dituang ke botol minum sendiri karena kebijakan dan peraturan perusahaan.
6. Daur Ulang
Istilah daur ulang memang sudah tak asing lagi. Daur ulang adalah salah satu cara untuk mengubah barang bekas menjadi barang baru yang lebih bermanfaat atau bisa juga diolah menjadi barang yang dapat diperjual belikan.
Tujuan proses daur ulang adalah untuk mengurangi dan mengatasi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah plastik.
7. Kurangi Pengunaan Kantong Plastik
Plastik memang sangat membantu dalam mengemas suatu produk, selain lebih praktis juga mudah untuk didapat. Namun kepraktisan menggunakan plastik menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan.
Jika kita membeli makanan maupun minuman jika memungkinkan pakai tempat makan atau minum yang dibawa sendiri sebagai wadah, nah sekarang juga anda tidak perlu pusing karena sekarang sudah ada mesin pencach plastik untuk limbah plastik yang bisa mengelola sampah anda untuk di cacah.
Kesimpulan dari artikel diatas adalah sampah plastik sangat berbahaya bagi lingkungan, tak hanya daratan bahkan lautan pun tak luput dari bahaya sampah plastik. Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan bila ada salah kata saya mohon maaf, terima kasih dan sampai jumpa.
