Select Page

Bahan Pembuat Plastik

Bahan Pembuatan Palstik– Siapa yang tidak kenal dengan plastik?, setiap orang pasti pernah menggunakan barang atau alat berbahan plastik. Misalnya pembungkus makanan, minuman, peralatan kantor, peralatan sekolah, alat-alat rumah tangga dan lain sebagainya.

Mengapa plastik menjadi salah satu produk unggulan?, hal ini disebabkan karena sifat bawan plastik yaitu trasnparan, fleksibel, kuat, tahan lama, dan ketahanan terhadap api yang baik. Selain itu, faktor lainnya yang menjadikan plastik menjadi produk unggul dikarenakan harganya yang terjangkau.

Plastik

Termasuk kedalam senyawa polimer, strukturnya sendiri terdiri dari rantai atom karbon (C) yang panjang, dan masing-masing atom C mengikat sebuah atom hidrogen (H). Selain itu, rantai atom C juga mengandung bebrapa atom oksigen (O).

Kita ambil contoh, bayangkan sebuah kantong plastik kita isi dengan air, apakah air itu bisa menembus plastik?, jika plastik dalam keadaan baik pasti tidak akan bisa menembus plastik. Hal ini terjadi karena air tak dapat menerobos pori pori plastik yang sangat kecil.

Asal kalian tahu pori pori plastik jauh lebih kecil dibanding selaput semipermeabel. Bahkan udarapun tidak dapat menembus plastik. Polimer plastik mempunyai ikatan kimia yang sangat kuat, serat polimernya menempel ketat anatara satu dengan lainnya.

Pembuatan Plastik

Bahan pembuatan plastik sendiri adalah kondensasi organik atau tambahan polimer. Plastik adalah istilah yang digunakan untuk mencakup produk polimerisasi sintetik ataupun semi sintetik.

Diantara beberapa jenis polimer, diantaranya ada polimer alami yang termasuk plastik. Plastik sendiri bisa dibentuk menjadi fibersintetik atau film.

Dikarenakan kebutuhan yang semakin beragam, plastik sendiri dibuat dengan variasi yang beragam dalam properti yang sesuai dengan kebutuhan, bahkan ada yang bisa menolerensi panas, keras atau yang lainnya.

Karena kemampuan adaptasi plastik yang bagus serta komposisi dan beratnya yang ringan menjadikan plastik digunakan sebagai bahan baku hampir di semua bidang industri.

Plastik awalnya dibuat dengan penggunaan material alami seperti shellac atau permen karet hingga ke material alami yang dimodifikasi secara alami misalnya nitrocellulose atau karet alami, hingga ke molekul buatan manusia seperti epoxy, polyvinyl chloride, polyethylene, dan lain sebagainnya.

Bahan Baku Pembuatan Plastik

Berbagai mineral dan bahan organik seperti gas alam, batu bara, minyak bumi, batu kapur, belerang ,dan silica merupakan bahan baku plastik.

Pada saat proses pembuatan ditambahkan berbagai bahan misalnya zat pewarna, pelarut, plastiser, pelumas, dan bahan pengisi. Bahan pengisi sendiri terdiri dari tepung, kapas, bubuk kayu, asbes, serat kain, lempung, grafit, serbuk logam, gelas, dan tanah kresik.

Berfungsi untuk mengurangi harga, menurunkan pengerutan, meningkatkan kekuatan, meningkatkan daya tahan api, dan dapat menghasilkan sifat-sifat lainnya.

 Bahan Pembuatan Plastik Termoseting

Adalah bahan yang mempunyai sifat tahan terhadap panas. Jenis bahan ini sulit untuk meleleh, susunanya bersifat permanen sama seperti saat pertama kali di cetak. Bila sudah menjadi bahan jadi jika rusak/pecah sulit untuk disambung atau diperbaiki lagi.

Termoseting memiliki ikatan ikatan silang yang mudah dibentuk pada saat dipanaskan. Hal mengakibatkan bahan termoseting menjadi kaku dan keras, semakin banyak ikatan silang, maka semakin kaku dan mudah patah. Jika dipanaskan untuk kedua kalinya, maka akan berakibat rusak atau lepasnya ikatan silang .

Sifat bahan

  • Tidak fleksibel ( Keras/kaku ).
  • Apabila dipanaskan akan mengeras.
  • Sulit untuk dibentuk kembali.
  • Jika dipaskan akan meleleh.
  • Susah larut dalam pelarut apapun.
  • Tahan terhadap asam basa.
  • Mempunyai ikatan silang antar rantai molekul.
Contoh bahan

1. Phenol

Phenol terbuat dari meraksikan penol dengan formaldehida. Sifatnya keras, kuat, awet, dan dapat dicetak dengan berbagai kondisi. Bahan jenis ini biasa dipakai untuk bahan pelapis dan laminating pengikat batu gurinda. dan pengikat logam dapat dicetak menjadi tutup botol, kotak radio, tv,kotak,dan tangkai pisau.

2. Resin amino

Yang terpenting ialah formaldehida-melamin dan formaldehida urea. Bahan ini biasa digunakan untuk rumah alat tangga, peralatan listrik, alat pemutus hubungan listrik, dan kancing.

3. Resin furan

Ini berasal dari limbah pertanian seperti biji kapas, tongkol jagung. Resin furan digunakan sebagai pengikat inti pasir, pengeras campuran,

4. Silikon

Bahan silikon mempunyai sifat khas yaitu stabilitas, tahan terhadap suhu tinggi pada waktu yang lama, kedap air dan karakteristik suhu rendah dan listrik yang baik.

5. Ekposida

Digunakan sebagai pengecoran, pelapisan dan perlindungan bagian-bagian kabel listrik, perakat, dan campuran cat.Mempunyai sifat tahan kimia dan stabilitas dimensi yang baik setelah diawetkan.

Bahan Pembuatan Plastik Termoplastik

Adalah bahan yang mempunyai sifat tidak tahan terhadap panas. Apabila bahan jenis ini dipanaskan, maka akan menjadi lunak dan bila didinginkan akan mengeras. Bahan ini dapat dibuat produk yang berbeda dengan cara meleburkannya lalu dicetak kembali dengan cetakan yang berbeda.

Sifat bahan

  • Tidak tahan panas.
  • Berat molekul kecil.
  • Dipanaskan akan melunak.
  • Didinginkan akan mengeras.
  • Mudah diregangkan.
  • Fleksibel.
  • Titik leleh rendah.
  • Dapat didaur ulang.
  • Mudah larut jika pelarut yang digunakan sesuai.
  • Memiliki struktur molekul bercabang.

Bahan  yang termasuk kedalam termoplastik adalah sebagai berikut

Contoh bahan

1. Selulosa

Produk hasil dari pengolahan khusus dari serat kapas dan kayu. Karena sifatnya yang kuat bahan digunakan sebagai bahan mainan anak-anak, bulu kuas, selubung baterai, dan panel radio.

2. Polisteren

Biasa digunakan sebagai bahan kotak baterai, piring, roda gigi, bagian dari radio, pola untuk pengecoran, kotak es dan lain-lain.

3. Polietilen

Karena sifat fleksibel polietilen terhadap suhu rendah dan tinggi, kedap air, tahan terhadap zat kimia, dapat dipatri dan dapat diberi warna,maka polietilen digunakan sebagai bahan cetakan es, pencuci film, baki, botol susu bayi, kain, lembaran pembungkus, selang air dan lain-lain.

4. Resin Akrilik

Mempunyai sifat daya tembus cahaya yang sangat baik, tahan terhadap kelembaban dan mudah dibuat, resin akrilik digunakan sebagai bahan jendela pesawat terbang, pintu, alat kecantikan, penutup alat ukur, dan lain-lain.

5. Resin vinil

Mempunyai sifat jernih dan liat, biasanya resin ini dipakai untuk bahan jas hujan tangki dan produk cetak fleksibel.

6. Karet sintetis

Sifatnya yang tahan terhadap minyak, cat, bensin, dan sinar matahari.Karet sintetis digunakan sebagai bahan membuat selang, hak dan sol sepatu, dan lapisan isolasi.

Bahaya Plastik

Bahan Pembuat Plastik

Menurut Pusat Penelitian Kimia (LIPI) yaitu Dr.Agus Haryono mengatakan bahwa setiap hari kerergantungan orang terhadap plastik semakin tinggi, namun masyarakat kurang menyadarari bahaya yang timbulkannya.

Penggunaan plastik dalam kehidupan sehari – hari tidak perlu kawatir jika kita tau cara penggunannya. Plastik yang aman di pakai adalah plastik yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Tapi, tidak semua produk kemasan plastik memenuhi standar SNI. Maka kita sebagai pengguna harus lebih teliti saat menggunakan plastik sebagai wadah makanan.

Bahaya Plastik Bagi Kesehatan

1.Menyebabkan Kanker

Sebagian besar masyarakat mungkin menganggap plastik merupakan barang biasa yang member banyak keuntungan, namun bila sampai terurai ke dalam tubuh akan berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kanker. hai ini dikarenakan plastik mengalami penguraian sebagai dioksin.

2.Menggangu Sistem Syaraf

Dioksin jika terhirup oleh manusia, bukan hanya akan menyebahkan kanker. Sistem saraf pun akan terangsang sehingga menimbulkan kerusakan. JIka sistem saraf rusak akan berimbas pada kinerja organ dalam lainnya, karena pembakaran plastickyang tidak sempurna.

3.Depresi

Biasa berawal dari stres yang sudah parah. Hai ini disebabkan oleh masalah internal atau eksternal yang kemudian depresi berujung pada gangguan jiwa dan mental. Tapi potensi depresi juga dapat disebabkan oleh paparan senyawa plastik saat proses pembakaran yang kurang sempurna.

4.Pembengkakan Hati

Jika kita memasukan makanan yang masih panas ke dalam plastik bisa berpotensi mengakibatkan pembengkakan hati, dikarenakan plastik mengalami peluruhan pada saat makanan bersentuhan dengan plastik.

5.Gangguan Reproduksi

Sama seperti pembengkakan hati, gangguan ini juga diakibatkan memasukan makanan panas ke dalam plastik dan bercampurnya berbagai macam senyawa ke makanan.

6.Radang paru

Zat karsinogenik yang keluar pada saat pengunaaan botol atau plastik saat terkena paparan panas berpotensi menyebabkan peradangan pada paru – paru.

Bahaya Plastik Bagi Lingkungan

Selain berakibat buruk bagi kesehatan manusia, kelestarian lingkungan juga terancam akan sampah plastik.Plastik yang dibuang sembarangan dapat mempengaruhi kesuburan tanah, membunuh hewan, dan lain sebagainya.Contoh beberapa efek buruk sampah bagi kelestarian lingkungan.

1.Mengakibatkan Banjir

Banjir biasanya terjadi di kota padat pendududk, hal ini karena kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan.Plastik sangat berbahaya bila tidak dibuang pada tempatnya. Hal ini akan berakibat terjadinya banjir karena plastik yang menyumbat gorong-gorong / aliran air yang tidak mudah terurai menumpuk.

2.Menurunkan Kesuburan Tanah

Platik sulit untuk terurai, hal ini mengakibatkan kesuburan tanah menjadi turun, karena sirkulasi udara dalam tanah menjadi terhalang oleh plastik, ruang gerak makhluk bawah tanah pun menjadi terhalang dan terganggu. Sedangkan makhluk bawah tanah tersebut bertugas untuk menyuburkan tanah.

3.Menjerat Hewan

Bukan hanya hewan yang berada di dalam tanah yang merasakan efek plastik, hewan yang berada di laut pun mengalami nasib yang sama. Sampah plastik yang di buang ke perairan sungai atau laut berpeluang bagi hewan tersebut untuk terjerat plastik maupun termakan.

4.Meracuni Makhluk Hidup

Hewan yang mengkomsumsi plastik berpeluang besar mati, hal ini disebabkan plastik yang termakan tersebut tetap tidak akan mudah terurai dan tidak mudah hancur, bahkan jika hewan tersebut sudah menjadi tulang plastik tetap tidak terurai, inilah yang menyebabkan punahnya spesies tertentu.

5.Pencemaran Air

Plastik dapat menyebabkan kualitas air turun, bahan kimia yang terkandung di dalam plastik seperti Bisphenol A, Styrene Trimer serta Polystyrene dapat mencemari air. Bila air yang tercemar digunakan msayarakat untuk kegiatan sehari-hari akan berakibat buruk bagi kesehatan.

6.Polusi Udara

Masyarakat biasa menyingkirkan sampah dibuang atau dibakar. Namun, proses pembakaran akan membuat atmosfer terkontaminasi, karena ketika sampah plastik di bakar, bahan kimia yang beracun akan menyebar ke udara yang menyebabkan polusi udara.

Plastik Biodegradable

Bahan Pembuat Plastik

Biasa digunakan saat ini adalah plastik jenis non-biodegradable (plastik yang tidak dapat terurai secara biologis). Plastik non-biodegeradable terbuat dari minyak bumi yang keberadaannya semakin sedikit dan tidak dapat diperbaharui.
Akibatnya pemakai plastik yang berlebih semakin meningkat pula pencemaran lingkungan yang akan terjadi, seperti penurunan kualitas air dan tanah menjadi tidak subur, hal ini disebabkan karena plastik sulit untuk dapat dihancurkan dengan cepat dan alami oleh mikroba di dalam tanah.
Untuk mengurangi tingkat pencemaran lingkungan tersebut, saat ini sedang dikembangkan sebuah plastik jenis biodegradable, yakni plastik yang dapat duraikan oleh mikro organisme secara alami, untuk dijadikan senyawa yang ramah lingkungan.

Bahan Pembuatan Plastik Biodegradable

 Plastik biodegradable terdiri dari material-material yang dapat diperbaharui, misalnya dari senyawa yang terdapat dalam tanaman seperti kolagen, selulosa, kasein, lipid atau protein yang terdapat dalam sel hewan.
Jenis-jenis plastik biodegradable diantaranya
  • polyhidroksialkanoat (PHA).
  • poli-asam amino yang berasal dari sel bakteri,
  • polylaktida (PLA) yang merupakan modifikasi dari asam laktat, hasil perubahan zat tepung kentang atau jagung oleh mikroorganisme.
  • poliaspartat sintesis yang dapat terdegradasi.
Bahan plastik biodegradable berasal dari selulosa,  kitosan, bakteri, kitin, atau tepung yang terdapat di dalam tumbuhan, atau beberapa material plastik maupun polimer lain yang ada di dalam tumbuhan dan hewan.
Plastik biodegradable yang berbahan dasar tepung dapat didegradasi oleh bakteri Pseudomonas dan Bacillus,bakteri tersebut akan memutus rantai polimer menjadi monomer-monomernya .
Senyawa hasil degradasi polimer selain karbon dioksida dan air, juga ada senyawa organik lain misalnya asam organik dan aldehid yang tidak berbahaya bagi lingkungan. Plastik biodegradable tidak berbahaya  bagi lingkungan, jika plastik tradisional membutuhkan waktu sekira 50 tahun agar dapat terurai, maka plastik biodegradable dapat terurai 10-20 kali lebih cepat.
Hasil degradasi plastik dapat dipakai untuk makanan hewan ternak atau pupuk kompos. Jika plastik biodegradable trbakar tidak akan menghasilkan senyawa kimia berbahaya. Kualitas tanah juga akan meningkat dengan adanya plastik biodegradable, karena hasil penguraian mikro organisme akan meningkatkan unsur hara di dalam tanah.
Sampai sekarang masih diteliti berapa cepat atau berapa banyak polimer biodegradable ini dapat terurai di alam. Di samping itu, penambahan tepung pada saat pembuatan polimer biodegradable juga menambah biaya pembuatan plastik.

Potensi Pengembangan Plastik Biodegradable

Plastik biodegradable sangat cocok bila dikembangkan di indonesia, mengapa demikian? karena berlimpahnya berbagai tanaman penghasil tepung, misalnya beras, singkong, kentang, dan lain-lain. Ditambah harga umbi-umbian di Indonesia relatif rendah. Dengan mengembangkannya sebagai bahan plastik biodegradable, akan mendapatkan nilai ekonomi yang tinggi.

Tetapi penggunaan plastik biodegredable di Indonesia masih jarang. Padahal jelas sekali, bahwa potensi bahan baku pembuatan plastik biodegradable sangat tinggi. Pemerintah sebagai regulator seharusnya memberikan dukungan lebih, masyarakat juga harus sadar akan hal tersebut . Perlu waktu agar plastik konvensional digantikan plastik biodegradable.

Beberapa negara yang paling intensif mengembangkan riset tentang plastik biodegradable dan mempromosikan penggunaannya menggantikan plastik konvensional adalah Negara Jerman, India, Australia ,Amerika, dan Jepang.

Digantikannya produk industri berbahan plastik konvensioal dengan plastik biodegradable. Fujitsu perusahan besar di jepang sudah mengganti semua casing produknya dengan plastik biodegradable.

Komunitas internasional sepakat tentang penggunaan bahan polimer sintetis yang ramah lingkungan harus ditingkatkan. Dan tentunya bila pabrik besar menggunakan plastik biodegradable akan mengurangi penggunaaan minyak bumi, gas alam dan sumber mineral lain serta turut berkontribusi menyelamatkan lingkungan.

Dapat kita simpulkan bahwa bahan pembuat plastik bisa berbahaya bagi kesehatan maupun kelestarian alam, kita sebagai pengguna harus lebih bijak dalam menggunakan plastik.Jangan sampai plastik yang kita gunakan akan menghancurkan diri kita sendiri.

Semoga bisa menambah wawasan kita semua, sekian dan terima kasih.

× Whatsapp Kami!