Select Page

Jenis - jenis Plastik

Jenis-Jenis Plastik-Saat kalian membeli makanan/minuman pernahkah melihat logo tersebut.Kadang-kadang juga akan disertai keterangan misal PETE, HDPE, PCV, LDPE, PP, PS dan sebagainya.Tahukah kamu maksud logo tersebut?

Apa Recyle?, bukan logo tersebut bukan berarti dapat didaur ulang, tapi logo tersebut adalah code bahan plastik yang digunanakan untuk membuat plastik. Fungsi code adalah  membantu kita dalam memilih / memilah sesuai dengan kebutuhan reclye.

Plastik

Sebelum mnegenal jenis-jenis plastik,tahukah kamu apa itu plastik?

Pada produk polimerasi sintetik maupun semi sintetik. Plastik terbentuk dari kondensi atau dapat disebut penambahan polimer atau bisa juga terdiri dari beberapa zat lain untuk meningkatkan kualitas atau nilai ekonomisnya. Ini dapat dibuat menjadi beberapa variasi properti yang tahan panas, lentur, kuat, dan lain-lain.

Plastik merupakan polimer,atau rantai panjang atom yang mengikat satu sama lain.Rantai ini kemudian membentuk monomer (membentu banyak unit molekul secara berulang). Yang biasa kita gunakan sebagian besar terdiri dari polimer saja, namun ada juga yang ditambah oksigen, nitrogen, chlorine atau belerang.

Pengembangan plastik dimulai dari pemakaian bahan alami sebagai bahan baku misal shellac sampai bahan alami yang dimodifikasi secara kimiawi misal nitrocelluslose.Sampai pada molekul buatan manusia (epoxy, polyvinyl chloride, polyethylene).Sampai sekarang sudah banyak jenis-jenis plastik baru yang bermunculan.

Sejarah Plastik

Plastik pertama kali diperkenalkan di london,inggris sekitar tahun1682 oleh Alexande Parkes, plastik Parkes diekanal dengan parkesine terbuat dari bahan organik selulosa.

Parkes mengatakan temuannya mempunyai karakteristik yang mirip karet,  namun dengan harga yang lebih murah selain itu dapat transparan dan dibuat dalam berbagai bentuk.Namun karena mahalnya bahan baku temuanya tidak dimasyarakatkan.

Akhir abad ke-19 kebutuhan akan bola biliar meningkat, hasilnya banyak gajah dibunuh untuk diambil gadingnya sebagai bahan baku bola biliar.Pada tahun 1866, Jhon Wesley hyatt menemukan seluloid dapat dibentuk menjadi bahan yang keras.Wesley membuat bola biliar dengan bahan ini. Tapi hasilnya bola biliar menjadi rapuh dan hancur saat berbenturan dengan bola lainnya.

Bahan sintetis pertama ditemukan tahun 1900-an oleh Leo Baekeland mengebangkan resin cair bernama bakelite. Matrial ini tidak terbakar, tidak leleh mencair dalam asam cuka.Dengan demikian bahan ini jika sudah terbentuk,tidak akan bisa diubah.

Jenis – jenis Plastik

Plastik merupakan salah satu bahan yang sering digunakan dalam pembuatan berbagai kebutuhan pokok dan industri. Mulai dari alat-alat rumah tangga, tempat minum,mainan anak-anak, hingga kebutuhan industri.

Plastik mejadi salah satu bahan yang sulit dipisahkan dari kebutuhan manusia,perlu diketahui bahwa tidak semua plastik sama, ada jenis plastik untuk digunakan sebagai bahan tempat makan dan minum, dan juga ada yang berbahaya bagi kesehatan.

Society of Plastic Industry (SPI), sebuah komunitas industri plastik yang terdiri dari perusahaan yang bergerak pada bidang plastik di amerika serikat, pada tahun 1988 mengembangkan sebuah sistem untuk mengklasifikasikan berbagai jenis-jenis plastik dan cara yang tepat untuk  daur ulang berdasarkan bahan pembuatan.

Sistem pengelompokan jenis-jenis plastik ini terkenal dengan nama Resin Identification Code atau RIC.

Agar code identification digunakan sebagai sebuah standar industri yang harus ditaati oleh semua industri plastik di dunia. Socienty Of plastic Industry bekerjasama dengan ASTM Internasional.

ASTM (American Standard Testing and Material) merupakan sebuah perusahaan yang melakukan teknik standarisasi untuk material, jasa, produk, dan sistem.Code Identification resin direvisi  tahun 2013 berubah nama menjadi ASTM D7611 atau Standard Practice for Coding Plastic Manufactured.

Berdasarkan Resin Identificarion jenis-jenis plastik diklarifikasikan menjadi 7 jenis tingkatan mulai dari code 1-7. Setiap code angka dikelilingi oleh tiga anak panah yang berbentuk segitiga, dibawah segitiga tersebut terdapat singkatan nama jenis plastik.Biasanya code identification diletakan di bagian bawah kemasan.

Jenis - jenis Plastik

Code Jenis – jenis Plastik

1. Jenis PETE (Polyethylne Terephthalate) atau code 1

Polyethyle Terephthlate atau PETE adalah plastik yang sering digunakan untuk botol plastik tembus pandang misal botol air mineral, hampir semua botol mineral menggunakan PETE.

Botol jenis PETE direkomendasikan hanya untuk sekali pakai saja, mengapa demikian? karena apabila terlalu sering dipakai apalagi untuk air panas akan mengakibatkan melelehkan lapisan polymer, pada botol dan mengeluarakan zat karsinogenik yang dapat mengakibatkan kanker bila dikomsusi dalam jangka panjang.

Jadi jangan terlalu sering memakai botol plastik terus menerus, atau gunakan botol kaca.

2. Jenis HDPE (High Density Polyethylne) atau code 2

High Density Polyethylne atau HDPE mempunyai sifat yang lebih kuat, keras, dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.Code 2 biasa digunakan untuk membuat botol susu, galon air , tupperware,dan lain-lain.

HDPE merupakan bahan plastik yang sedikit lebih aman untuk digunakan dikarenakan kemampuannya untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan berbahan HDPE dengan makanan.

Meskipun demikian plastik jenis hanya direkomendasikan untuk sekali pakai saja, dikarenakan pelepasan senyawa antimoni trioksida yang dapat meningkat seiring penggunaan terus-menerus.

3. Jenis PVC (Polyvinly Chloride) code 3

Polyvinly Chloride atau PVC bahan ini biasa terdapat pada plastik pembungkus dan botol-botol, code 3 sebenarmya cukup sulit didaur ulang.Didalam PVC terdapat DEHA yang ada dalam plastik pembungkus yang dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan kurang lebih selama 15 menit.

Reaksi PVC terhadap makana berpotensi berbahaya pada hati dan ginjal, sebaiknya jangan guanakan code 3 untuk membungkus makanan.

4. Jenis LDPE (Low Density Polyethylne) code 4

Low Density Polyethylne atau LDPE adalah jenis yang biasa digunakan untuk tempat makanan, kemasan makanan, dan beberapa botol air mineral.Bahan plastik code 4 dapat didaur ulang dan baik dalam barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tapi kuat.

Code 4 memang sulit dihancurkan tetapi baik untuk tempat makan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan.

5. Jenis PP (Polypropylene) code 5

Poly Styrene atau PP merupakan pilihan terbaik untuk menyimpan makan maupun minuman. Karakteristik PP adalah transparan, cukup mengkilat, tidak terlalu jernih.PP juga kuat dan ringan, daya tembus uap kecil, ketahahan yang baik terhadap lemak, dan stabil terhadap suhu tinggi.

6. Jenis PS (Polystyrene) code 6

Polystyrene atau PP biasa digunakan untuk tempat makan styrofoam, gelas styrofoam, dll.Bahan polystyrene berpotensi mengeluarkan bahan styrine kemakanan.

Bahan styrine berbahaya bagi kesehatan otak, masalah reproduksi pada wanita, dan sistem syaraf.Styrine juga dapat berasal dari rokok, bahan kontruksi bangunan, dan asap kendaraan.Bahan polystyrene sudah jarang dipakai di beberapa negara di amerika dan cina.

7. Other

Other sendiri mengacu pada 4 jenis bahan yaitu  yaitu SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), PC (polycarbonate) dan Nylon.

Bahan jenis other yang biasa dijumpai adalah PC (polycarbonate), bahan ini biasa digunakan pada botol minuman olahraga,alat-alat rumah tangga,bahan suku cadang mobil, alat elektronik,dan plastik kemasan.PP mengandung zat Bisphenol-A yang dapat merusak sistem hormon.

Dari penjelasan ke-7 bahan diatas,bahan yang paling baik digunaka sebagai tempat makanan atau minuman adalah plastik code 4 dan 5. Meskipun plastik code 1 sering digunakan sebagai tempat makanan dan minuman,namun perlu diperhatkan bahwa plastik code 1 hanya dapat digunakan sekali saja (sekali pakai).

Proses Pembuatan Plastik

Tahukah anda bagaimana proses pembuatan plastik?, selama ini anda hanya menjadi konsumen dari berbagai benda yang dibuat dari plastik.Hal ini mengakibatkan penggunaan plastik meningkat setiap tahunnya.

Banyak sekali benda dari yang berukuran kecil hingga besar yang dibuat dengan bahan plastik. Mulai dari alat rumah tangga hingga barang-barang elektronik.

Karena banyaknya permintaan atas plastik, maka tentu saja semakin hari jumlah produksi plastik akan meningkat. Karena sifatnya yang mudah dibentuk dan ringan, menjadi faktor penting dalam menjadi bahan material yang unggul.

Selain, itu plastik juga mempunyai ketahanan terhadap panas yang berbeda-beda. Ada yang mudah meleleh dan ada yang tidak meleleh pada suhu tinggi sekalipun. Oleh karena itu pengguanan plastik menjadi lebih bervariasi.

Namun selain memiliki kelebihan plastik juga memiliki banyak kekurangan, salah satunya karena bahan pembuatan plastik mengandung bahan kimia tentunya ini akan menimbulkan efek buruk bagi kesehatan.

Pembuatan Berbagai Jenis Plastik

Proses pembuatan plastik hingga menjadi bentuk yang sekarang sering digunakan,membutuhkan. Proses yang lumayan panjang. Hal ini disebabkan karena plastik mempunyai karakteristik ketahanan yang berbeda-beda, hasilnya proses pembuatan plastik berbeda-beda.

Tapi bila dilihat secara garis besarnya proses pembuatan plastik dapat dijelaskan dalam beberapa tahap :

1. Injection Molding
2. Ekstrusi
3. Thermoforming
4. Blow Molding

Injection Molding

Pada tahapan pertama proses pembuatan plastik, pada awalnya berbentuk pallet atau bijih plastik. selanjutnya biji plastik  dimasukkan ke dalam sebuah tabung yang didalamnya memiliki pemanas, di dalam tabung akan terjadi proses pelelehan biji plastik dengan menggunakan sekrup yang berada di dalam tabung tersebut.Setelah dilelehkan,lelehan plastik akan masuk ke proses pencetakan.

Ekstrusi

Proses  kedua dalam pembuatan plastik cukup mudah,disini lelehan bijih plastik tadi ditekan secara terus menerus,hal ini bertujuan untuk hasil lelehan lebih lebur dan halus.Dalam proses ini memerlukan suhu yang sangat tinggi.

Thermoforming

Disini lelehan yang telah selesai ekstrusi akan berbentuk lempengan, selanjutnya lempengan tadi akan dipanaskan kembali dan dimasukan ke cetakan lainnya.Tahanpan ini tidak memerlukan waktu yang lama.

Blow Molding

Pada tahap yang terakhir , lelehan biji plastik tadi akan berubah bentuk menjadi seperti pipa. Selanjutnya pipa tadi ditiup secara terus-menerus.Selanjutnya plastik dapat dibuat menjadi peralatan yang dibutuhkan.

Penggolongan Jenis – jenis Plastik

Plastik dapat digolongkan berdasarkan menurut sumbernya, sifatnya, dan kinerjanya

Penggolongan Jenis Plastik Menurut Sumbernya

Menurut sumbenya plastik tergolong menjadi 2, yaitu : alami dan sintetis.

Contoh polimer alami

  • Kayu
  • Kapas
  • Karet
  • Kulit binatang
  • Dan rambut

Sedangkan polimer sintetis ada 3 jenis yaitu :

  • Terdapat di alam, tapi di buat melalui prose buatan,contoh : karet sintetis.
  • Polimer alami yang dimodifikasi,misal seluloid dan selofan.
  • Bahan yang tidak terdapat secara alami, contohnya nilon, poliester, polipropilen, dan polistiren.

Penggolongan Plastik Berdasar Sifat Fisik

Sifat fisik plastik dapat digolongkan menjadi 2 yaitu:

  • Termoplastik : yaitu jenis plastik yang bisa didaur ulang melalui proses pemanasan ulang, misal polietilen (PE), polistiren (PS), ABS, polikarbonat (PC).
  • Termoset : yaitu jenis plastik yang tidak bisa didaur ulang atau dicetak lagi dikarenakan plastik jenis ini akan mengalami kerusakan molekul,kerusakan molekul dapat terjadi karena pemanasan ulang. Contohnya adalah resin epoksi, bakelit, resin melamin, urea-formaldehida.

Pengolongan Plastik Berdasarkan Penggunaanya

Jenis plastik yang berbeda,Penggunaanya juga berbeda yaitu sebagai berikut :

1.Plastik Teknik

Jenis Plastik Teknik mempunyai daya tahan panas sampai 100 °C dan mempunyai sifat mekanik yang baik contohnya PA, POM, PC, PBT. Ini biasa digunakan untuk pembuatan komponen otomotif dan elektronik.

2.Plastik Teknik Khusus

Mempunyai daya tahan yang lebih tinggi dati Plastik teknik, yaitu 150 °C dan mempunyai sifat mekanik yang sangat bagus contohnya PSF, PES, PAI, PAR. Plastik jenis ini biasa dipakai untuk pembuatan komponen pesawat.

3.Plastik komoditas

Jenis plastik ini mempunyai sifat mekanik yang tidak terlalu bagus dan tidak tahan panas contohnya PE, PS, ABS, PMMA, dan SAN. Plastik ini biasa dipakai untuk digunakan sebagai kemasan barang-barang elektronik pembungkus makanan, botol, dan sebagainya.

Plastik Kemasan

Dibuat melalui bermacam-macam proses kopolimerisasi, laminasi, dan ekstruksi hal ini bertujuan untuk mendapat sifat yang diinginkan. Plastik digunakan sebagai kemasan karena mudah dibentuk,tidak berkarat, dan tidak perlu perlakuan khusus.Kemasan terbagi menjadi 2 jenis :

  • Kemasan Kaku : Digunakan untuk mengemas produk yang memerlukan perlindungan,misalnya produk berbentuk cair atau pasta. Ini biasa dibentuk menjadi botol,kotak,maupun jerigen.
  • Kemasan Fleksibel : Kebalikadari kemasan kaku, kemasan ini diperuntukan untuk produk yang tidak memerlukan perlindungan,misalnya snack,kerupuk,dan lain sebagainya.

Jenis Kemasan Produk

Kemasan produk terbagi menjadi 3 jenis berdasarkan proses pengemasan produk

  • Primary packaging : Teknik kemasan ini memungkinkan produk bersentuahan langsung dengan kemasan,misalnya bungkus kemasan,botol,sarden,dan sebagainya.
  • Secondary packaging : Teknik kemasan ini digunakan untuk membungkus beberapa kemasan utama sehingga ukurannya lebih besar misalnya kardus,plastic warp,dan lain sebagainya.
  • Tertiary packaging : Teknik kemasan ini diperuntukan untuk melindungi produk selama dalam proses pengirirman atau pendistribusian misalnya barrel,kontainer dan lain sebagainya.

Penggunaan Berbagai Jenis Plastik Untuk kemasan

Plastik yang biasa dipakai  untuk membungkus makanan dan minuman maupun dibentuk menjadi tempat makanan atau botol minuman perlu diperhatikan dengan benar. Jika Anda memakai bungkus plastik atau kantong plastik sebagai tempat makanan dan minuman, maka Anda tidak boleh membiarkannya kontak langsung plastik dengan makanan terlalu lama.

Terutama jika plastik yang anda pakai membawa makanan maupun minuman dalam keadaan  suhu yang panas. Biasanya plastik yang digunakan untuk membungkus makanan maupun minuman merupakan plastik yang rentan terhadap suhu yang panas.

Sehingga bahan kimia yang ada pada plastik tersebut bisa meleleh dan kemudian berpindah ke makanan maupun minuman yang ada di dalamnya.

Proses  akan membuat makanan maupun minuman yangmembuat kontak menjadi tidak sehat lagi. Adanya perpindahan bahan kimia plastik ke  makanan dan minuman ini adalah hal yang perlu diperhatikan.

Sehingga jika anda meggunakan plastik untuk wadah makanan usahakan agar tidak terlalu lama, segera pindahkan makanan dan minuman ke tempat lain agar perpindahan bahan kimia tidak terjadi.

Kemudian semakin panas makanan dan minuman yang ada di dalamnya juga bisa mempercepat proses pemindahan bahan kimia itu menjadi semakin cepat lagi,hal ini dikarenakan semakin panas makanan atau minuman maka semakin cepat plastik meleleh. Oleh karena itu sebaiknya hindari penggunaan plastik untuk membungkus makanan dan minuman.

Meski Proses pembuatan plastik sudah dibuat dengan sedemikian rupa namun tentunya plastik yang memiliki banyak kelebihan ini juga memiliki kekurangan seperti yang sudah dikatakan sebelumnya. Anda sendiri tahu bahwa dalam Proses pembuatan plastik itu juga membutuhkan proses yang lama.

Dan terdapat campuran berbagai material buatan yang didalamnya terdapat bahan kimia dalam jumlah banyak yang tentunya membuat plastik yang dibuat dalam Proses pembuatan plastikitu menjadi tercampur dengan banyak bahan kimia. Karena plastik ini sangat banyak digunakan dalam keseharian maka.

Anda hanya perlu mensiasatinya atau mengurangi penggunaannya sebisa mungkin, karena kini pun Anda sudah tahu dampak dan Proses pembuatan plastik.

× Whatsapp Kami!