Select Page

Assalamu’alaikum, Selamat menjalani hari ini dan jangan lupa bahagia hehe. Kali ini saya akan berbagi Inovasi daur ulang sampah dari barang bekas menjadi kerajinan yang unik dan lucu pastinya dan juga mempunyai nilai jual ni.., baca dan simak baik-baik ya, kuy..!!

Badan Pangan Dunia atau FAO menyebut hampir 1.3 juta ton makanan terbuang menjadi sampah di seluruh dunia. Sampah makanan dan sampah dapur ini meliputi berbagai macam proses, dari pertanian hingga konsumsi.

Dilansir dari Conserve Energy Future, ketika sampah dapur sudah sampai ke pembuangan, lapisan tanah akan mengurai dan menghasilkan gas rumah kaca yang lebih kuat menangkap karbondioksida.

Dengan mengalihkan sampah dapur dan makanan dari tempat pembuangan, kita bisa mengurangi dampak karbon, memanfaatkan energi terbarukan, dan mengembalikan nutrisi penting ke dalam tanah.

Sampah makanan dan sampah dapur bisa dengan cepat didaur ulang dan dimanfaatkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Alasan Daur Ulang Sampah

Daur-ulang (yang dimaksud di sini adalah reuse dan recycling) limbah pada dasarnya telah dimulai sejak lama. Di Indonesia pun, Terutama di daerah pertanian, masyarakat telah mengenal daur ulang sampah, khususnya limbah yang bersifat hayati, seperti bekas makanan, daun-daunan dll.

Dalam upaya daur ulang sampah, upaya daur-ulang memang cukup menonjol, dan biasanya melibatkan sektor informal. Beberapa alasan mengapa daur-ulang mendapat perhatian:

  1. Ketersediaan sumber daya alam: beberapa sumber daya alam bersifat dapat terbarukan dengan siklus yang sistematis, seperti siklus air. Yang lain termasuk dalam katagori tidak terbarukan, sehingga ketersediaannya di alam menjadi kendala utama.
  2. Nilai ekonomi: sampah yang dihasilkan dari suatu tempat ternyata bisa bernilai ekonomi jika dimanfaatkan kembali.
  3. Lingkungan: alasan lain yang akhir-akhir mendapat perhatian adalah perlindungan terhadap lingkungan. Komponen limbah yang dibuang ke lingkungan dalam banyak hal mendataangkan dampak negatif pada lingkungan dengan pencemarannya.

Dalam beberpa hal alasan-alasan tersebut saling terkait sama yang lain dan saling mendukung, sehingga upaya daur-ulang menjadi lebih terarah dan menarik.

Daur Ulang Limbah Secara Umum

Proses daur-ulang pada umumnya membutuhkan rekayasa dalam bentuk:

  1. Pemisahan dan pengelompokan: yaitu untuk mendapatkan limbah yang sejenis. Kegiatan ini bisa dilakukan secara manual (dilaksanakan dengan tangan manusia secara otomatis) maupun secara mekanis (dilakukan oleh mesin).
  2. Pemurnian: yaitu untuk mendapatkan bahan/elemen semurni mungkin, baik melalui proses fisik, kimia, biologi, atau termal.
  3. Pencampuran: adalah untuk mendapatkan bahan yang lebih berguna, contohnya sejenis limbah dicampur dengan limbah lain atau dengan bahan lain
  4. Pengolahan atau perlakuan: yaitu untuk mengolah buangan menjadi bahan yang siap pakai.

Sasaran pertama dari rekayasa tersebut yaitu bagaimana memperoleh bahan yang sebaik mungkin sesuai fungsi dari bahan daur-ulang tersebut.

Upaya pertama daur-ulang adalah bagaimana memisahkan limbah di sumbernya, yang sebetulnya merupakan kegiatan yang mudah dilaksanakan. Berikut contoh di bawah ini adalah cara dan bentuk daur-ulang.

Banyak pengolahan limbah (padat, cair dan gas) menghasilkan residu seperti sludge atau debu, atu residu lain, yang pada gilirannya harus ditangani lebih lanjut. Kadangkala limbah yang terbentuk tersebut, seperti sludge, menjadi bermasalah karena berkatagori sebagai limbah berbahaya.

Daur Ulang Kertas Bekas

Di negara maju kertas merupakan komponen sampah yang paling tinggi. Bersama dengan tempat karton gelombang dan boxboard, jumlahnya sekitar 25 sampai 40 % berat. Beberapa jenis kertas yang dijumpai dalam sampah adalah:

  • Campuran kertas: kertas beraneka ragam dengan kualitas yang bervariasi, seperti majalah, buku, arsip kantor, karton, kertas pembungkus.
  • Karton bergelombang Kertas kraft putih maupun berwarna yang belum dicetak.
  • Kertas koran: surat kabar

Masing-masing mempunyai tingkat kualitas tertentu, tergantung pada jenis serat, sumber, homogenitas, cetakan yang ada, karakteristik fisik dan kimia. Kertas berkualitas tinggi, seperti kertas komputer, kertas kantor, mempunyai serat panjang dengan persentase tinggi.

Persentase jenis kertas bekas yang biasa dijumpai di Amerika Serikat adalah:

  • Kertas koran: 17,7 %
  • Buku dan majalah: 8,7 %
  • Cetakan komersial: 6,4 %
  • Kertas kantor: 10,1 %
  • Paperboard lain: 10,1 %
  • Packaging kertas: 7,8 %
  • Paper non-packaging lain: 10,6 %
  • Tissu dan pembersih: 5,9 %
  • Bahan corrugated: 22,7 %

Daur Ulang Plastik

Walaupun plastik telah dipakai lebih dari 50 tahun yang lalu, namun penggunaannya sebagai packaging meningkat secara tajam dalam 25 tahun terakhir ini. Hampir semua plastik dikemas dan akhirnya dibuang, sehingga jumlahnya dalam sampah meningkat dari 3 % berat (1970-an) menjadi 7 % (1990-an). Penggunaan plastik sebagai packaging mempunyai keunggulan dibanding yang lain, baik sebagai bahan kontainer (wadah) maupun sebagai pembungkus, karena:

  • Ringan
  • Kuat
  • Mudah dibentuk
  • Diatur agar fleksibel atau kaku Merupakan isolator yang baik
  • Dapat digunakan untuk pengemas makanan dingin atau panas

Penanganan Sampah Kota

daur ulang sampah

Gerakan 3R bukan saja terbatas dilakukan pada sumber sampah, namun sangat dianjurkan untuk dilakukan dalam seluruh rangkaian penanganan sampah, seperti mulai dari TPS sampah ke titik akhir di TPA. Berdasarkan arus pergerakan limbah sejak dari sumber hingga sampai ke pemrosesan akhir, penanganan sampah di suatu kota di Indonesia bisa dibagi dalam 3 kelompok utama, seperti berikut:

  1. Penanganan sampah tingkat sumber
  2. tingkat kawasan, dan
  3. kota.

Dalam penanganan 3R diperlukan alat pengumpulan dan pengangkutan sebagai berikut:

Fungsi pemilahan dapat dilaksanakan dengan pengaturan:

  • Penyekatan sarana tersebut sesuai dengan jenis sampah
  • Penjadwalan waktu pengumpulan, dimana sampah mudah membusuk hendaknya diangkut paling lama 2 hari sekali, sedang sampah non-hayati (anorganik) diangkut dengan frekuensi seminggu sekali

Peran Sektor Informal di Indonesia

Daur ulang limbah di Indonesia banyak dilaksankan oleh sektor informal, terutama oleh pemulung, mulai dari rumah tangga sampai ke TPA. Namun metode daur ulang yang dilaksanakan oleh pemulung terbatas di pemisahan atau pengelompokan.

Berdasarkan komposisinya, sampah terbagi dalam dua kategori besar, yaitu sampah organic (atau sampah basah) dan sampah anorganik (atau sampah kering).

Dari campuran sampah tersebut, para pemulung memungut sampah anorganik yang masih mempunyai nilai ekonomis dan bisa didaur ulang sebagai bahan utama industri atau langsung diolah menjadi barang jadi yang bisa dijual.

Barang-barang bekas yang dikumpulkan oleh para pemulung yaitu yang bisa digunakan sebagai bahan baku primer maupun sekunder bagi perusahaan tertentu. Bahan-bahan anorganik yang umumnya dipungut oleh para pemulung mencakup jenis kertas, plastik, metal/logam, kaca/gelas, karet, dan masih banyak lagi.

Sampah yang dipisahkan biasanya merupakan sampah yang bisa dimanfaatkan kembali secara langsung, contonya sampah botol, kardus, koran, barang-barang plastik, dan masih banyak lagi.

Terdapat pula aktivitas pemilahan sampah sisa makanan dan/atau sampah dapur yang dapat digunakan sebagai makanan ternak, bahan kompos dan sebagainya, seperti terlihat di Denpasar.

Berdasarkan cara kerja pemulung yang merupakan sebagian besar bekerja di kawasan-kawasan pemukiman, pasar, perkantoran maupun di TPS sampai ke TPA, maka bisa disebutkan bahwa sampah anorganik yang diserap oleh pemulung adalah sampah yang belum bisa di daur ulang oleh Pemerintah Daerah.

Hal ini di satu sisi menunjukkan bahwa kegiatan pemulungan memberikan kontribusi kepada Pemerintah Daerah dalam hal penanganan sampah.

Namun di sisi yang lain, bantuan kegiatan pemulungan terhadap penaggulangan masalah sampah menjadi tidak nyata terasa manfaatnya, karena mungkin Pemerintah Daerah menganggap bahwa kegiatan pemulungan merupakan hal yang sudah semestinya terjadi, dengan mengabaikan segi bantuannya terhadap penanganan kebersihan kota.

Cara Daur Ulang Sampah Untuk Lingkungan Kita

daur ulang sampah

Tujuan pengelolaan sampah adalah membuat sampah memiliki nilai ekonomi atau merubahnya menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan. Dengan pengelolaan sampah rumah tangga yang baik, kamu bisa membantu untuk mengatasi dampak negatif sampah terhadap lingkungan.

Bagaimana sih cara daur ulang sampah yang baik dan benar di rumah? berikut cara melakukannya di bawah ini.

1. Pisahkan Sampah Sesuai Dengan Jenisnya

Langkah pertama upaya pengelolaan sampah di rumah yaitu memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Secara garis besar kamu bisa memisahkan sampah menjadi dua jenis, seperti sampah organik dan anorganik.

Siapkanlah dua wadah sampah yang berbeda di rumah yang difungsikan untuk setiap jenis-jenis sampah. Kalian pasti sudah mengerti, sampah organik merupakan sampah yang berasal dari alam.

Seperti sisa makanan atau daun. Dengan kata lain semua sampah yang bisa terurai dengan mudah merupakan sampah organik. sedangkan sampah plastik, karet, kaca dan kaleng termasuk ke dalam kategori limbah anorganik.

Dengan membedakan sampah organik dan anorganik, akan memudahkan kamu untuk daur ulang sampah di rumah kamu pada langkah selanjutnya.

2. Daur Ulang Sampah Organik

Cara daur ulang sampah organik yang paling mudah yaitu dengan membuatnya menjadi pupuk kompos yang bisa kamu gunakan untuk berkebun.

Tapi jika kamu tidak suka berkebun atau tidak suka dengan bau yang muncul selama pembuatan pupuk kompos, kamu bisa mendonasikan sampah organik ke sahabat yang mempunyai hobi berkebun atau penjual tanaman. Karena mereka pasti dengan senang hati menerimanya untuk dibuat menjadi pupuk kompos.

3. Pemanfaatan Sampah Anorganik

Sebagian sampah anorganik bisa didaur ulang, seperti kertas, kardus, botol kaca, botol plastik, kaleng dan masih banyak lagi. Jika kamu tidak percaya apakah sebuah kemasan makanan dapat diolah atau tidak, kamu bisa memeriksa logo daur ulang pada bekas kemasan makanan tersebut.

Jika ada logo daur ulang, maka kemasan makanan tersebut bisa didaur ulang. Bawa sampah-sampah anorganik tersebut ke pusat daur ulang sampah terdekat atau kamu juga bisa memberikannya kepada pemulung.

4. Mendaur Ulang Sampah Berbahaya

Pisahkan limbah berbahaya untuk dibawa ke tempat daur ulang. Petugas pusat daur ulang pasti tau cara untuk mendaur ulang sampah berbahaya agar tidak merusak lingkungan.

Untuk barang-barang elektronik yang telah rusak alias menjadi sampah, kamu bisa mengembalikannya ke industri yang memproduksinya. Beberapa industri elektronik menerima barang elektronik tidak terpakai untuk mereka daur ulang kembali menjadi produk elektronik baru.

5. Reduce, Reuse and Recycle!

Budayakan prinsip hidup Reduce, Reuse and Recycle atau biasa disebut dengan 3R, dari diri kamu. Biasakan untuk mengurangi pemakaian plastik atau bahan-bahan lain yang sulit terurai. Untuk menghemat penggunaan plastik, kamu dapat baca lebih lengkap di artikel lainnya yang membahas tentang sampah plastik.

Selanjutnya jangan lupa memanfaatkan barang bekas supaya dapat digunakan kembali. Seperti memanfaatkan botol plastik bekas untuk dijadikan pot tanaman. Itu hanya salah satu contoh saja. Masih banyak lagi barang bekas yang bisa digunakan kembali dengan ide kreatifmu!

Terakhir, jangan lupa untuk selalu mengolah sampah-sampah yang bisa didaur ulang kembali. Dengan membawa sampah tersebut ke pusat daur ulang, seperti yang telah dibahas mengenai pengelolaan sampah anogarnik di atas.

Donasi Sampah Dapur Untuk Pakan Hewan

PBB pernah memperkirakan, jika petani dan pemilik ternak memberi makan hewan mereka dengan sisa makanan yang diizinkan hukum, produksi dan konsumsi gandum bisa dialihkan pada 3 miliar orang di seluruh dunia.

Bahkan, pengalihan sisa makanan untuk hewan menjadi strategi yang aman dan efektif untuk mendaur ulang sampah dapur dan makanan. Untuk melakukan hal ini, Sahabat Dream bisa menerapkannya dengan bekerja sama dengan peternak lokal.

Atau bisa juga mengumpulkan dan memilah sampah dapur yang kemudian diberikan pada hewan peliharaan kita, itu kalau memelihara hewan di rumah.

Mengubah Sampah Dapur Menjadi Biogas

Lebih dari sepertiga makanan yang diproduksi di seluruh dunia dibuang sia-sia. Padahal sampah dapur dan makanan bisa dimanfaatkan untuk membuat energi terbarukan.

Dengan memanfaatkan penyerapan aerob mikroorganisme untuk mendegradasi bahan organik, sampah makanan dan sampah dapur bisa menghasilkan listrik.

Biogas merupakan salah satu sumber energi terbarukan dan berkelanjutan yang dapat dikembangkan dari bahan organik yang terkandung dalam sampah dapur. Para peneliti menemukan sebuah cara mengolah sampah dapur menjadi biogas.

Dalam proses ini, limbah dibakar untuk menghasilkan cairan mentah yang bisa dikonversi menjadi biofuel. Kemudian, residunya diolah dan akan menghasilkan metana yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber listrik dan panas.

Menggunakan Kembali Kemasan Makanan

Cara mendaur ulang sampah dapur lainnya adalah dengan menggunakan kembali kemasan makanan dan bahan dapur lainnya yang sudah kita pergunakan.

Walau ketika memilah kemasan yang bisa digunakan kembali akan sulit, cara mendaur ulang seperti ini cukup efektif dilakukan untuk mengurangi produksi sampah.

Bahan kemasan seperti karton, pembungkus dan wadah lainnya dapat kita pilah. Mana sekiranya yang bisa digunakan kembali dan mana yang harus benar-benar dibuang karena mengandung bahan kimia yang tidak baik untuk kesehatan.

Salah satu contoh pemakaian kembali kemasan makanan adalah mendaur ulang karton tempat telur. Caranya dengan membuatnya menjadi bubur kertas dan membentuk wadah baru sesuai dengan yang kita inginkan.

Composing

Berdasar lansiran Conserve Energy Future, The United States Environmental Protection Agency mengatakan hampir 90% sampah yang dibuang oleh rumah tangga, restoran, hingga supermarket terdiri dari sisa-sisa makanan yang sebenarnya dapat didaur ulang.

Selain itu, rumah tangga biasa menghasilkan hampir 474 pon sisa makanan setiap tahunnya. Ketika sampah dapur ini dibawa ke pembuangan sampah, memang mereka akan terurai dengan sendirinya. Namun, mereka akan melepaskan metana dan menambah emisi rumah kaca.

Pengomposan menjadi suatu cara mendaur ulang sampah dapur yang paling gampang dan ramah lingkungan.

Ada beberapa kota yang sudah ramah dengan sistem pengomposan sehingga membuat wilayah pembuangan khusus organik. Namun sayangnya hal ini belum banyak dilakukan di Indonesia.

Kalian dapat melakukan pengomposan sendiri di rumah, dengan menjauhkan sampah di halaman rumah. Membaginya menjadi 4 bagian, yaitu sampah dapur hijau, coklat, sisa makanan, dan kemasan daur ulang.

Nah sebagai generasi millennial, apakah kamu sudah siap melakukan daur ulang sampah dan pengelolaan sampah di lingkungan kalian demi planet kita tercinta? Jangan lupa hal yang paling umum yang harus terus dilakukan, yaitu selalu membuang sampah pada tempatnya!

× Whatsapp Kami!