Select Page

Akibat Membuang Sampah Sembarangan

Akibat Membuang Sampah Sembarangan –  Sampah merupakan masalah yang masih terdapat sampai saat ini. Masalah yang diakibatkan membuang sampah secara sembarangan oleh sabagian orang.

Beberapa Negara sudah bertindak tegas membuat peraturan untuk menyikapi masalalah itu, namum banyak orang melanggar peraturan tersebut.

Di indonesia sendiri banyak orang membuang secara sembarangan, misalnya di seloka, jalan, dan lain sebagainya. Perilaku ini bahkan sudah menjadi seperti sebuah kebiasaan.

Perilaku membuang sembarangan disebabkan oleh sikap malas membuang sampah pada diri sendiri.Akibatnya sampah menjadi menumpuk dan membahayakan .

Terkadang tempat sampah sudah tersedia namun masyarakat seolah-olah tidak melihatnya dan malah membuang sampah tersebut di mana-mana.Kurangnya penyedian tempat sampah juga mempengaruhi hal tersebut.

Remaja, kalangan orangtua, bahkan anak-anak tidak mengenal usia, jenis kelamin, dan status pekerjaanpun sering membuang sampah sembarangan.

Masalah yang Timbul akibat Membuang Sampah Sembarangan

AkibaMembuang Sampah Sembarangan

Saat keluar rumah dapat dengan mudah menjumpai kata  “Buanglah Sampah Pada tempatnya”, kalimat ini dapat ditemukan hampir di setiap sudut kota misalnya di kampus, sekolah, pinggir jalan tempat lainnya.

Pertanyaannya Mengapa masih ada yang membuang sampah sembarangan?. Kita dapat menyimpulkan bahwa kesadaran setiap individu bahwa kebersihan adalah hal yang sangat penting seharusnya diwujudkan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Kebiasaan membuang sampah dilakukan oleh masyarakat secara terang-terangan di depan umum tanpa rasa malu dan bersalah sedikitpun.

Mereka yang membuang sampah sembarangan itu tidak memikirkan bagaimana jika orang lain yang melihat perbuatannya.

Sebaliknya ketika melihat orang lain yang membuang sampah sembarangan tidak ada yang menegur, bahkan mereka sama sekali tidak memperdulikan hal tersebut.

Dari ketidakpedulian tersebut telah menjadikan aktivitas membuang sampah itu sulit dihentikan dan lambat laun menjadi sebuah kebiasaan.

Pasti beberapa dari kalian berfikir bahwa membuang sampah sembarangan merupakan hal yang sepele.Toh cuma 1 buah. Memang cuma 1 buah, tapi jika setiap orang melakukan hal yang sama seberapa banyak itu ?. Tumpukan sampah juga berakibat buruk bagi manusia maupun lingkungan.

Keberadaan bibit penyakit berasal dari bakteri di dalam sampah.Misalnya terdapat pada fesef manusia maupun ternak dapat menjadi suber penyakit menular. Dalam feses terdiri atas bakteri, virus, cacing, dan protozoa.

Kesehatan

Banyak sekali penyakit yang ditimbulkan oleh sampah yang yang menumpuk, disini saya akan menyebutkan beberapa diantaranya :

1. Diare

Seperti telah kita ketahui bersama orang dewasa normalnya buang air besar sebanyak satu atau dua kali sehari, sedangkan pada penyakit diare ini, buang air besar lebih sering yaitu lebih dari tiga kali sehari.

2. Disentri

Radang usus yang menyebabkan diare disertai darah atau lendir. Diare sendiri ditandai dengan sering buang air besar yang lembek atau cair. Bakteri penyebab disentri dapat berpindah melalui kontak langsung dengan bakteri pada feses, serta melalui makanan dan minuman yang terkontaminas.

Penyakit ini sangat menular. Jika tidak segera ditangani, disentri dapat menyebabkan dehidrasi berat yang mengancam jiwa.

3. Kolera

Adalah infeksi bakteri yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi akibat diare parah. Penularan kolera biasanya terjadi melalui air yang terkontaminasi jika tidak segera ditangani, kolera dapat berakibat fatal. Kolera biasanya mewabah di daerah yang padat penduduk tanpa sanitasi yang memadai.

4. Tifus

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhii. Penyakit ini dapat menular dengan cepat, umumnya melalui konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi tinja yang mengandung bakteri Salmonella typhii. Pada kasus yang jarang terjadi, penularan tifus dapat terjadi karena terpapar urine yang sudah terinfeksi bakteri tersebut.

5. Hepatitis

Penyakit ini merujuk pada peradangan yang terjadi di hati, Penyakit tersebut  disebabkan oleh infeksi virus. Namun dalam kasus tertentu penyebab selain virus adalah penyakit autoimun, zat racun, dan obat-obatan tertentu.

Jenis-jenis Hetitis berdasarkan inspeksi virus adalah sebagai berikut :

Penamaan Hepatitis

A. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV).Dapat ditularkan melalui makan atau minuman yang terkontaminasi feses yang mengandung virus tersebut.

B. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Ditularkan melalui cairan tubuh yang terinfeksi virus cairan tubuh yang menjadi sarana penularan adalah air mani, cairan vagina, dan darah.

Oleh sebab itu, berbagi  jarum suntik dan berhubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi dengan penderita berpotensi menyebabkan seseorang tertular penyakit.

C. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV).Biasanya dapat ditularkan melalui cairan tubuh, terutama melalui berbagi pakai jarum suntik dan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi.

D. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis D (HDV). Penyakit ini jarang terjadi, namun bersifat serius.

Virus ini tidak dapat berkembang biak dalam tubuh manusia tanpa adanya hepatitis B dan D yang ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya.

 E. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis E (HEV). Dapat dengan mudah terjadi pada lingkungan yang tidak memiliki sanitasi yang baik, akibat kontaminasi pada sumber air.

Lingkungan

Sampah berdampak negatif terhadap lingkungan. Mencemari tanah, air dan udara dalam kota, berdasarkan asalnya sampah terbagi menjadi menjadi 2 yaitu organik dan anorganik.

Sumber utama sampah, diantaranya :

  1. Rumah tangga : Sampah rumah tangga adalah dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga,misalnya : Sisa makanan, Bahan dan peralatan yang tidak terpakai lagi, Bahan pembungkus, Plastik, Kertas, dsb.
  2. Tempat perdagangan : Sampah ini berasal dari tempat perdagangan/jual beli. Misalnya di pasar,limbah yang dihasilkan pasar diantaranya ;Plastik, Karton, Bahan pokok yang sudah busuk atau tak layak makan, dsb.
  3. Sampah industri, limbah sisa industri sering kali dibuang sembarangan ke sungai, hal ini tentu sangat berbahaya bagi penduduk sekitar jika limbah tersebut belum di netralkan.

Setelah sampah merasap ke lingkungan pasti akan berbahaya khususnya limbah cair.

Limbah cair dapat meresap melalu tanah dan mempengaruhi air, jika limbah cair dibuang di sungai berbagai organisme yang hidup di dalamnya akan mati. Hal ini akan mengakibatkan berubahnya lingkunagan biologis perairan.

Sosial Ekonomi

Akibat membuang sampah sembarangan juga berdampak terhadap kegiatan sosial ekonomi.

Perusahaan pariwisata adalah  yang paling merasakan dampak tersebut, beberapa dampak negatif sampah terhadap kegiatan sosial ekonomi diantaranya:

  1. Membiarkan sampah menumpuk maupun bertebaran pasti akan menghasilkan lingkungan yang kurang nyaman bagi masyarakat. Bau yang tidak sedap dan menggangu pemandangan pasti akan sangant menggangu masyarkat.
  2. Pengelolaan sampah yang buruk akan berdampak pada kesehatan masyarakat di dekat tumpukan sampah tersebut.
  3. Meningkatkan biaya. Biaya terbagi menjadi langsung ( biaya yang dikeluarkan untuk mengobati orang sakit) dan tak langsung (kurangnya produktifitas karena sakit).
  4. Mengakibatkan bencana, misalnya banjir. Jika Membuang limbah padat ke gorong-gorong atau saluran air bisa berakibat banjir.
  5. memberikan dampak negatif terhadap perusahaan pariwisata.

Bencana yang Timbul akibat Membuang Sampah Sembarangan

Puluhan juta ton sampah yang dihasilkan per hari tentu bukan sebuah angka yang sedikit. Jika yang kita hasilkan adalah prodok pertanian, maupun produk exspor kita pasti akan merasa senang dan bangga, tapi yang kita hasilkan malah sampah.

Produksi sampah yang kita memang bisa didaur ulang, tapi mayoritas plastik dunia memang dirancang untuk dibuang.

Sampah yang konon persoalan sepele dan pribadi itu telah merusak lingkungan dan menyakiti makhluk hidup lainnya.

Misalnya di Kenya, ada rumah sakit tyang merawat penyu yang menelan sampah plastik, kebanyakan penyu dirawat karena mengalami pembengkakan di bagian perut, karena terlalu banyak mengonsumsi plastik.

Sebagian penyu lainnya juga harus dirawat, sebab hidungnya berdarah karena tidak sengaja menelan sampah sedotan minuman, sesuatu yang sama sekali tidak pernah digunakannya.

Penyu adalah contoh kecil bagaimana sampah yang dihasilkan manusia telah merusak kehidupan makhluk  lainnya.

Penyu menjadi korban atas keserakahan dan keganasan manusia mengeksploitasi bumi dan berlaku sewenang-wenang di atas semua daratan dan lautan.

Jika hanya sebauah sedotan dapat membunuh makhluk lain bagaimana dengan puluhan ton sampah yang dihasilkan tiap harinya?.

Botol air mineral, bungkusan snack, limbah rumah tangga, dan beragam sampah lainnya.Siapa yang akan menjadi korban sampah tersebut?.

Masalah Sampah Di Ibukota

Masyarakat yang tinggal di daerah ibukota yang di dekat sungai-sungai ,mereka sering membuang sampah ke sungai karena memang minimnya tempat pembuangan sampah.Jumlah sampah yang dihasilkan ibukota sekitar 7000 ton setiap hari.

Menurut Dinas Kebersihan DKI Jakarta setiap harinya sekiatar 7000 ton samopah dihasilakan ibu kota. Sampah itu dihasilkan dari pemukiman sampai perkantoran.

Kebanyakan masyarakat menjadikan sungai sebagai tempat sampah hingga pada akhirnya sungai menjadi tercemar, disebabkan banyaknya tumpukan sampah.

Tumpukan sampah menggenang sebenarnya bisa mengakibatkan banjir. Banjir juga merupakan salah satu masalah di Jakarta selain masalah sampah.

Sebagian masyarakat sering menyalahkan pemerintah yang tidak benar mengurusi masalah banjir.

Padahal tanpa mereka sadari penyebab banjir yang terjadi akibat perbuatan mereka sendiri yang membuang sampah sembarangan ke sungai.

Berdasarkan masalah diatas isa dilihat bahwa ketika kita tidak memperdulikan dampak akibat membuang sampah sembarangan akan menyebebkan masalah serius.

Penyebab Kebiasaan Membuang Sampah Sembarangan

Akibat Membuang Sampah Sembarangan

Sebenarnya sampah tidaklah salah tetapi yang salah adalah perbuatan manusia membuang sampah sembarangan.
Sampah pastinya diakibatkan oleh manusia itu sendiri, perlu diketahui bahwa banyak penyebab yang diakibatkan dari manusia dalam membuang sampah ataupun limbah secara sembarangan.
Dalam pikiran sebagian masyarakat pada umumnya menganggap bahwa membuang sampah sembarangan ini bukanlah hal yang salah namun wajar untuk dilakukan.
Pengaruh lingkungan merupakan suatu faktor besar didalam munculnya suatu perilaku misalnya :
pengaruh lingkungan seperti membuang sampah sembarangan, akan menjadi faktor besar dalam munculnya perilaku membuang sampah sembarangan.
Seseorang akan melakukan suatu tindakan yang dirasa mudah untuk dilakukan. Sebagian masyarkat tidak akan membuang sampah sembarangan jika terdapat tempat sampah disekitar meraka.
Tempat yang terdapat banyak sampah dapat membuat masyarakat berfikir bahwa tempat tersebut memang sebuah tempat pembuangan sampah.

Kendala Sampah Sulit Untuk Dikelola Dengan Baik

Banyak hal yang mempengaruhi sampah sulit dikelola, misalnya :

  1. Pesatnya perkembangan teknologi, lebih cepat dari kemampuan masyarakat untuk mengelola dan memahami masalah tentang sampah.
  2. Meningkatnya tingkat hidup masyarakat yang tidak disertai dengan pengetahuan tentang sampah.
  3. Pengelolaan sampah yang tidak efisien, tidak benar, menimbulkan pencemaran air, udara dan tanah.
  4. Menambah biaya keuangan.
  5. Kurangnya kebiasaan dalam daur ulang maupun pemanfaatan kembali barang bekas juga kurangnya kemampuan masyarakat dalam memelihara barangnya sehingga cepat rusak, Ataupun produk bermutu rendah mutunya, sehingga cepat rusak dan menjadi sampah.
  6. Semakin mendapatkan  lahan sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, selain itu tanah serta formasi tanah yang tidak cocok bagi pembuangan sampah juga terjadi kompetisi yang semakin rumit akan penggunaan tanah.
  7. Banyak masyarakat yang keberatan bahwa daerahnya dipakai sebagai tempat pembuangan sampah.
  8. Kurangnya pengawasan dan pelaksanaan peraturan.
  9. Sulitnya menyimpan sampah yang cepat busuk, karena cuaca yang semakin panas.
  10. Mencari relawan maupun partisipasii masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan memelihara kebersihan sulit ditemukan.

Menghilangkan Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan

Pemerintah sudah berupaya menghilangjan kebiasaan membuang sampah sembarangan.

mulai dari menyediakan  tempat sampah di berbagai tempat  keramaian,memasang papan pengumuman,misal “jangan membuang sampah disini”,“jagalah kebersihan” namun apa hasilnya? nyatanya kita masih memjumpai sampah berserakan di berbagai tempat.

Tumpukan botol-botol bekas,bungkus makana bekas,sampah plastik berhambuaran akan mudah kita jumpai di berbagai tempat.

Apabila ada suatu event/acara ditempat,usai acara pasti akan menghasilkan tumpukan sampah yang menggagu pemandangan.

Melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,menbuang samopah pada tempatnya dan yang paling penting melestarikan lingkungan merupakan tantangan tersendiri.

Tugas tersebut bukan hanya ditujukan kepada pemerinah saja,namun masyarakat juga ikut ambil dalam tugas tersebut.

Mari kita contoh  negara jepang,dari segelintir masyarakat lahirlah gerakan chonaikai.

Sukses pengelolaan sampah di jepang selain didukung gerakan chonaikai juga didukung oleh budaya malu jika kita ketahuan membuang sampah sembarangan dan edukasi yang masif dan ekspresif yang dilakukan sejak dini.

Contoh anak-anak SD di Jepang, sejak kecil sudah dibiasakan untuk memilih dan memilah sampah, serta membuangnya pada tempat sampah yang sesuai. \

Sehingga kebiasaan membuang sampah ini menjadi habit dan tertanam di alam bawah sadar.

Bukan hanya Jepang,negara di bagian Texas-Amerika pemerinah mengekuarkan 25 juta Dollar per-tahun dan meningkat 15% per-tahunnya.

Benar-benar angka yang besar untuk masalah yang bisa diatasi secara mandiri ini.Texas melakukan kampanye “DON’T MESS WITH TEXAS” atas saran Dan Syrek.

Kampanye ini ditunjukan kepada kaum Bubba, kaum Bubba adalah pria macho pengendara mobil pickup yang mempunyai kebiasaan membuang sampah ke jalalanan.

Karena yang menyampaikan kampanye adalah dua atlet rugby idola para kaum bubba, hasilnya pesan kampanye pentingnya menjaga lingkungan dapat diterima dengan baik.

3R (Reduce, Reuse, Recycle)

Masyarakat juga dapat berkontribusi dalam pengelolaan sampah dengan melakukan gerakan 3R (reduce,reuse,recycle) bertujaun untuk mengelola sampah.3R adalah :

1.Reduce

Reduce adalah mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan, Reduce juga dapat diartikan mengurangi belanja bahan-bahan yang tidak terlalu diperlikan.

Kurangi juga penggunaan tissue, menggantinya dengan sapu tangan, dan penggunaan kertas berlebih.

Contoh kegiatan sehari-hari :

  1. Menggunakan produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang.
  2. mengindari penggunaan produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
  3. Memakai produk yang dapat diisi ulang (refill).
  4. Mengurangi penggunaan bahan-bahan sekali pakai.

Memakai email untuk berkirim surat

2.Reuse

Reuse dapat diartikan pemakaian kembali, misalnya menyumbangkan barang-barang bekas kepada yang membutuhkan.

Contoh kegiatan sehari-hari :

Membeli dan menggunaan bahan-bahan yang bisa dipakai berkali-kali

3.Recycle

Recycle atau mendaur ulang barang. Contoh paling mudah adalah mendaur ulang sampah di rumah anda, menggunakan platik botol bekas air minum atau apapun sebagai pot tanaman, sampai mendaur ulang kertas bekas untuk menjadi kertas kembali.

Daur ulang belum menjadi kebiasaan masyarakat indonesia. Malah akhirnya lebih banyak gerilyawan lingkungan yang melakukan daur ulang secara kreatif dan menularkannya pada banyak orang dibandingkan pemerintah.

Membuang sampah sembarangan sangat berakibat buruk baik bagi manusia maupun kelestarian alam.

oleh karena itu kita sebagai generasi muda harus tau dan belajar cara mengelola sampah yang baik dan ikut serta dalam menjaga lingkungan dan melestarikan alam.

Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan, bila ada salah mohon maaf, sekian dan terima kasih.

× Whatsapp Kami!