Sejarah Plastik : Proses Penemuan Plastik

Sejarah Plastik – Siapa yang tidak kenal dengan plastik?, plastik sering digunakan untuk membuat berbagai benda, mulai dari yang kecil sampai besar. Tapi tahukah kamu sejarah plastik?… tidak? baik saya akan menjelaskan tentang sejarah plastik.
Definisi Plastik
Istilah plastik mencakup produk – produk polimerisasi sintetik maupun semi-sintetik. Plastik terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga ditambah dari zat lain untuk meningkatkan performa atau ekonomi.
Plastik mempunyai derajat kekristalan lebih rendah daripada serat, plastik juga dapat dilunakkan atau dicetak pada suhu tertentu, jika tidak banyak bercampur silang antar jenis satu sama lain. Selain itu plastik dapat dicetak maupunn dicetak ulang sesuai dengan bentuk dan kebutuhan.
Keunggulan plastik ialah dapat dibuat dengan berbagai ragam variasi dalam properti misalnya dapat menoleransi panas, keras, tembus pandang dan lain-lain. Dengan kemampuannya, komposisi dan beratnya yang ringan membuat plastik digunakan hampir di seluruh bidang rumah tangga bahkan industri.
Bahan Plastik dapat dikategorisasikan dengan berbagai macam cara, tapi cara yang paling umum dengan melihat polimernya (vinyl, acrylic, silicone, polyethylene,urethane, dll).
Sejarah Plastik
Kata Plastik berasal dari bahasa Yunani, yaitu: plastikos artinya adalah bahan yang bersifat elastis yang dapat dibuat, diproses, dan dihasilkan menjadi berbagai bentuk untuk keperluan industri.
Contoh barang dari plastik adalah piring plastik, sendok plastik, gelas plastik, kantong plastik, botol plastik, klise film, serat plastik, dan lain – lain.
Istilah Plastik

Alexander Parkes
Orang yang pertama kali memperkenalkan istilah plastik adalah Alexander Parkes. Pada saat itu, Parkes memperkenalkannya di Great International Exhibition di London pada tahun 1892.
Parkes menamai temuannya itu dengan nama “ Parkesin ” yakni sebuah material organik yang berasal dari serat yang dapat dibentuk bila dipanaskan dan dapat mengeras ketika suhunya turun atau dapat disebut selulosa.
Istilah selulosa kemudian menjadi semakin terkenal saat John Wesley Hyatt menemukan jenis terbaru serat ini. Pada tahun 1869 ketika dia mencampur selolusa organik dengan alkohol. Dulu pada saat banyak bola biliar yang terbuat dari semen digantikan oleh temuannya tersebut.
Sayangnya, temuan Hyatt dianggap kurang bagus, hal ini disebabkan jenis plastik ini sangat mudah meleleh di udara panas dan akhirnya dapat menpengaruhi bentuk bola. Tapi, di sisi lain, temuan Hyatt kemudian sangat fenomenal dalam perkembangan dunia fotografi.
Pada waktu itu ketika selulosa dijadikan bahan pembuat film yang kemudian banyak disebut seluloid pada awal 1900.
Hampir dalam waktu bersamaan saat selulosa dijadikan bahan pembuat film, tepatnya tahun 1897, muncul jenis plastik lain yang disebut formaldehyde resins atau bakelit. Tidak diketahui dengan jelas siapa penemunya, kemudian, pada waktu itu jenis plastik ini kemudian disebut sebagai plastik modern.
Bakelit mempunyai sifat yang lebih lunak dan mirip serbuk. Salah satu produk yang populer pada waktu itu adalah ketika jenis ini digunakan sebagai campuran untuk membuat kapur tulis.
Plastik Jenis Baru
Pada tahun 1899, seorang ilmuwan Inggris bernama Arthur Smith membuat temuan jenis plastik baru yang dinakaman phenol formaldehyde.
Plastik jenis ini dibuat dengan mencampur antara formaldehyde resin dengan teknik pembuatan dengan elektrisitas (listrik). Plastik yang ditemukan oleh Smith mempunyai sifat yang lebih keras dan kaku.
Secara garis besar, sekitar tahun 1839 – 1894 merupakan era kemunculan plastik berjenis semisintetis. Pada era tahun 1872 tepatnya, Eugen Baumann. menemukan plastik khusus pipa air atau disebut polyvinyl chloride (PVC).
Pada awal abad ke-20 antara tahun 1908 – 1932 merupakan era yang paling produktif munculnya berbagai macam jenis plastik, dimulai dari plastik yang kemudian dijadikan benang atau nilon, PVC yang lebih elastis, hingga Styrofoam yang ditemukan oleh Ray McIntire pada tahun 1954.
Masuk pada era modern, 1940 – 1980, material bahan pembuat plastik bukan hanya berasal dari selulosa, alkohol, atau resin, bahkan ada yang dicampur kristal, yang pada akhirnya mempunyai sifat kaku, awet, dan bening transparan sama seperti kristal.
Plastik jenis ini kemudian dipakai untuk bahan membuat kaca lampu kendaraan atau lampu – lampu lainnya.
Penemuan dan Perkembangan Plastik
Sejarah plastik dimulai dari dulu bahkan sampai sekarang. Dimulai sari pemuan sampai pengembangan berikut ringkasan sejarah plastik.
1. 1839 – Polystyrene (PS) ditemukan – Eduard Simon
Aromatik hidrokarbon polimer yang terbuat dari monomer stirena. Bentuk polystyrene bisa menjadi padat maupun berbusa. Ini adalah resin yang murah per satuan berat. Polystyrene adalah penghalang yang buruk bagi oksigen dan uap air dan memiliki titik leleh yang relatif rendah.
PS atau Polystyrene adalah salah satu jenis plastik yang paling banyak digunakan, beberapa juta ton dihasilkan setiap tahunnya. warna polystyrene dapat transparan secara alami, namun masih dapat diwarnai dengan pewarna. Kegunaan meliputi pengemasan pelindung, wadah, tutup, botol, gelas, alat makan sekali pakai dan dalam pembuatan model.
2. 1862 – Parkesine – Alexander Parkes
Seluloid adalah senyawa yang dibuat dari nitroselulosa dan kapur barus, dengan ditambah pewarna dan bahan lainnya. Secara umum dapat dianggap sebagai termoplastik pertama, saat pertama kali dibuat dikenal dengan Parkesine pada tahun 1856 dan sebagai Xylonite pada tahun 1869, sebelum terdaftar sebagai Seluloid pada tahun 1870. Seluloid mudah dibentuk.
Senyawa ini sangat mudah terbakar, sulit dan mahal untuk diproduksi dan sekarang tidak lagi digunakan secara luas.
3. 1863 – Nitrat Selulosa atau Seluloid – John Wesley Hyatt
4. 1872 – Polyvinyl Chloride (PVC) – Eugen Baumann
PVC ada dalam dua bentuk dasar: kaku ( dapat dipanggil disingkat RPVC ) dan fleksibel. Bentuk kaku PVC biasa digunakan dalam konstruksi untuk pipa. Dapat juga digunakan untuk pembuatan botol, kartu (seperti kartu bank atau kartu keanggotaan), lembar penutup makanan, kemasan non-makanan.
Bentuk lembut dan lebih fleksibel dapat dibuat dengan penambahan plasticizer, yang paling banyak digunakan adalah ftalat. Dalam bentuk lembut biasa digunakan untuk pipa, isolasi kabel listrik, kulit imitasi, rekaman fonograf , produk karet, dan banyak aplikasi di mana ia dapat menggantikan karet.
5. 1894 – Rayon Viscose – Charles Frederick Cross, Bevan John Edward
6. 1908 – Selofan ® – Jacques E. Brandenberge
7. 1909 – Bakelite – Leo Hendrik Baekeland
Polimer yang terbentuk dari monomer phenol dan formaldehyde. Reaksi kondensasi dari kedua monomer tersebut dapat memungkinkan formaldehyde untuk mengikat phenol dan menjadi polimer tiga dimensi. Selanjutnya bakelti bisa terbentuk pada saat panas. Bakelit memiliki sifat yang tahan terhadap panas dan mudah untuk dibentuk.
8. 1926 – Vinyl atau PVC – Walter Semon menciptakan PVC plasticized.
9. 1927 – Asetat Selulosa
10. 1933 – klorida polyvinylidene ( PVDC) – ditemukan oleh Ralph Wiley laboratorium.
Polyvinylidene chloride. Adalah resin termoplastik yang dibuat oleh monomer vinilidena klorida copolymerizing dengan vinil klorida. Baik dalam ketahanan api, rintangan kimia, rintangan cuaca, dan juga dengan penghalang gas tertinggi,
PVDV selain digunakan untuk alat bisa juga digunakan filem pembungkusan makanan dan filem pembungkus isi rumah.
11. 1935 – Low-density polyethylene (LDPE) – Reginald Gibson dan Eric Fawcett
LDPE adalah plastik yang mudah dibentuk saat masih panas, terbuat dari minyak bumi. Dia adalah resin yang keras, kuat dan tidak ada reaksi terhadap zat kimia lainnya, kemungkinan LDPE merupakan plastik yang paling tinggi mutunya.
Ketahanan LDPE terhadap bahan kimia diantaranya:
- Asam, basa, alkohol, dan ester tak ada kerusakan.
- Keton, aldehida, dan minyak tumbuh-tumbuhan kerusakan kecil.
- Hidrokarbon alifatik dan aromatik dan oksidator kerusakan menengah.
- Hidrokarbon terhalogenisasi kerusakan tinggi.
LDPE memiliki penggunaan yang cukup luas, terutama digunakan sebagai wadah pembungkus. Produk lainnya dari LDPE misalnya:
- Wadah makanan dan wadah di laboratorium.
- Permukaan anti korosi.
- Bagian yang membutuhkan fleksibilitas.
- Kontong plastik.
- Bagian elektronik.
12. 1936 – Metakrilat Akrilik atau POLIMETIL
Adalah polimer sintetis dari metil metakrilat. Akrilik bersifat thermoplastis (mencair bila dipanasi) dan transparan. Merk dagang akrilik adalah Plexiglas, Vitroflex, Limacryl, Perspex, Acrylite, Acrylplast, dan Lucite. Polimetil juga bisa disebut dengan ‘kaca akrilik’ atau sekadar ‘akrilik’.
13. 1937 – Poliuretan – Otto Bayer dan rekan
Poliuretana, atau pada umumnya disingkat PU, adalah polimer yang terdiri dari sebuah rantai unit organik yang dihubungkan oleh tautan uretana (karbamat).
Polimer poliuretana terbentuk oleh reaksi sebuah monomer yang mengandung paling tidak dua gugus fungsional isosianat dengan monomer lainnya yang mengandung paling tidak dua gugus alkohol didorong dengan katalis.
Perumusan poliuretana meliputi kekerasan, kekakuan, serta kepadatan yang sangat beragam. Bahan-bahan di antaranya adalah:
- Busa fleksibel berkepadatan rendah yang digunakan dalam bekleding dan pelapisan.
- Elastomer padat yang empuk yang digunakan untuk bantalan gel serta penggiling cetakan.
- Busa kaku berkepadatan rendah yang digunakan untuk dasbor mobil dan isolasi termal
- Plastik padat yang keras yang digunakan sebagai bagian struktural dan bezel instrumen elektronik.
Poliuretana biasa digunakan dalam dudukan busa fleksibel berdaya pegas tinggi, roda dan ban karet yang tahan lama, panel isolator busa yang kaku, segel busa mikroseluler dan gasket, serat Spandeks, senyawa pot elektrik, segel dan lem berkinerja tinggi, alas karpet, dan bagian plastik yang keras.
Berbagai hasil produk dari poliuretana sering disebut dengan “uretana”. Jangan menyamakan poliuretana dengan substansi uretana, atau dikenal sebagai etil karbamat. Poliuretana tidak mengandung dan bukan hasil dari etil karbamat.
14. 1938 – Polystyrene dibuat praktis
15. 1938 – Politetrafluoroetilen (PTFE) Teflon – Roy Plunkett
PTFE adalah padatan fluorocarbon, merupakan senyawa dengan berat molekul tinggi yang seluruhnya terdiri dari karbon dan fluor, ia bersifaat hidrofobik, atau tidak ada air atau zat yang mengandung air dapat membasahi PTFE. Selain itu PTFE memiliki salah satu koefisien gesekan terendah dari padatan apa pun.
Politetrafluoroetilen atau PTFE biasa dipakai untuk lapisan anti lengket untuk wajan dan peralatan masak lainnya. Ini tidak reaktif, karena kekuatan ikatan karbon-fluor , oleh sebab itu sering digunakan dalam wadah dan pipa untuk bahan kimia reaktif dan korosif.
Jika PTFE digunakan sebagai pelumas , dapat mengurangi keausan, gesekan, dan konsumsi energi mesin. Sering juga digunakan sebagai pelapis pada catheter.
16. 1939 – Nylon dan Neoprene
Nilon terbuat dari rangkaian unit yang ditautkan dengan ikatan peptida dan sering diistilahkan dengan poliamida (PA). Merupakan polimer pertama yang sukses secara komersial, dan juga merupakan serat sintetik pertama yang terbuat dari bahan anorganik yaitu minyak bumi.
Elemen-elemen tersusun menjadi sebuah monomer dengan berat molekular rendah, yang selanjutnya direaksikan supayak membentuk rantai polimer panjang.
Produk pertama dari nilon adalah sikat gigi ber-bulu nilon pada tahun 1938, dilanjutkan dengan produk yang lebih dikenal dengan stoking untuk wanita pada tahun 1940.
Neoprene ( polychloroprene ) merupakan keluarga karet sintetis yang diproduksi oleh polimerisasi kloroprene . Polychloroprene menunjukkan stabilitas kimia yang baik dan mempertahankan fleksibilitas pada rentang suhu yang tinggi.
Biasa dijual dalam bentuk baik sebagai karet padat atau dalam bentuk lateks dan digunakan dalam b, selongsong laptop, Isolasi listrik, sabuk otomotif dan lain – lain.
17. 1941 – Polyethylene Terephthalate (PET) – Whinfield dan Dickson
Adalah suatu resin polimer plastik termoplast yang berasal dari kelompok poliester. PET banyak diproduksi dalam industri kimia dan digunakan untuk membuat serat sintetis, botol minuman dan wadah makanan, aplikasi thermoforming.PET merupakan bahan terpenting dalam kerajinan tekstil.
Sekitar 60% dari produksi PET dunia digunakan dalam serat sintetis, dan 305% digunakan salam produksi botol dari permintaan dunia, biasanya disebut dengan poliester saja dalam penggunaannya di bidang teksti.
18. 1942 – Polietilena Densitas Rendah
19. 1942 – Poliester jenuh (PET) – dipatenkan oleh John Rex Whinfie & James Tennant Dickson
20. 1951 – High-density polyethylene atau HDPE tradenamed Marlex – Paul Hogan dan Robert Bank
Merupakan polietilena termoplastik yang dibuat dari minyak bumi, untuk membuat 1 kg HDPE diperlukan 1,75 kg minyak bumi (sebagai energi dan bahan baku). HDPE dapat didaur ulang, dan memiliki code 2 pada simbol daur ulang, volume produksi HDPE mencapai 30 ton pada tahun 2007.
HDPE memiliki percabangan yang sangat sedikit, hal ini dikarenakan pemilihan jenis katalis dalam produksinya dan kondisi reaksi. Dikarenakan percabangan yang sedikit, HDPE memiliki kekuatan tensil dan gaya antar molekul yang tinggi. Selain keras juga dapat bertahan pada suhu tinggi (120 oC).
21. 1951 – Polypropylene atau PP – Bank Hogan dan Paulus Robert
Adalah termoplastik yang dibuat dari monomer propilena yang mempunyai sifat kaku, tidak berbau, dan mempynyai daya tahan terhadap bahan kimia pelarut, asam, dan basa.
Banyak digunakan sebagai bahan baku untuk : komponen otomotif, peralatan laboratorium, wadah atau kontainer yang digunakan berulang kali, pengeras suara, alat tulis, tekstil (misalnya : kain, tali dan karpet), dan banyak lagi produk sehari hari yang menggunakan bahan plastik polipropilen (PP).
Plastik jenis ini mempunyai sifat licin sehingga banyak jenis lem yang tidak bisa melekat pada permukaannya, untuk menggabungkan bahan ini sering dengan menggunakan proses pengelasan. Sekitar 55 juta metrik ton plastik Polipropilen dipasarkan pada tahun 2013 di pasar global.
22. 1953 – Saran Wrap diperkenalkan oleh Dow Chemicals.
23. 1954 – Styrofoam – Ray McIntire untuk Dow Chemicals
24. 1964 – Polimida
25. 1970 – Poliester Thermoplastic ini termasuk merek dagang Dacron, Mylar, Melinex, Teijin, dan Tetoron
26. 1978 – Linear Density Polyethylene Rendah
27. 1985 – Polimer LCD
Efek Negatif Plastik
Dari penjelasan tentang sejarah plastik diatas, plastik sudah ditemukan sejak lama seperti yang ketahui selain manfaat yang diberikan oleh plastik efek yang dihasilkan oleh plastik lebih besar. Lingkungan dan makluk hidup pun terpengaruh,contoh masalah yang dihasilkan:
1. Plastik Membunuh Makluk Hidup
Plastik memerlukan waktu yang lama untuk bisa terurai, oleh karena itu jika plastik sampai dikomsumsi oleh makhluk hidup bisa membahayakan. Bahkan jika makhluk hidup yang menkomsumsi sampah sudah menjadi tulang belulang plastik masih belum terurai.
Anda bisa melakukan pencacahan pada sampah-sampah plastik dengan menggunakan mesin pencacah botol dan lembaran plastik, agar tidak terjadi penumpukan sampah plastik dan juga bisa dijual dengan harga yang cukup tinggi.
2.Plastik Memicu Perubahan Iklim
Plastik juga dapat menghasilkan gas rumah kaca. Gas rumah kaca terbukti secara langsung dapat mempengaruhi perubahan iklim, kesehatan lingkungan, mempengaruhi permukaan laut, suhu global, kesehatan lingkungan, serta mempengaruhi pola cuaca.
Gas yang dilepaskan oleh plastik sebenarnya hanya berkontribusi kecil dalam keseluruhan gas rumah kaca yang ada di dunia, tetapi bila pemakaian plastik tidak dihentikan atau dikurangi, maka jumlah gas rumah kaca akibat plastik yang terkena panas akan meningkat.
3. Pencemaran Lingkungan
Sampah plastik yang dibuang sembarang dapat mempengaruhi lingkungan di sekitar. Plastik yang ditimbun di tanah dapat mencemari tanah tersebut, sedangkan bila dibuang ke sungai dapat mencemari dan merusak ekositem dan jika dibakar dapat mencemari udara karana asap yang dihasilkan.
Untuk kalian yang sedang melakukan pekerjaan pencacah plastik, kalian bisa menggunakan Mesin Pencacah Plastik agar pekerjaan kalian bisa menjadi lebih cepat dan juga lebih efisien
Mungkin itu saja artikel saya tentang sejarah plastik, jika ada salah saya mohon maaf, sekian dan terima kasih.
