Mencengangkan!! Penggunaan Plastik Di Indonesia Ternyata

Penggunaan Plastik Di Indonesia Penggunaan Plastik Di Indonesia – Plastik yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari – hari adalah plastik pembungkus makanan dan minuman. Dikarenakan praktis, plastik banyak digunakan sebagai bahan pembuat peralatan rumah tangga menggantikan kayu, kertas, logam, dan kaca. Selain dibuat menjadi peralatan rumah tangga, plastik juga dibuat menjadi beraneka ragam benda misalnya mainan anak-anak, lampu hias, casing ( televisi, hand phone, dan komputer ), kran air, pipa, Tak hanya itu, bahkan sampai suku cadang kendaraan dan peralatan listrik pun terbuat dari plastik. Karena desain kemasan yang dibuat menarik serta fungsinya yang serba guna, menjadikan alasan mengapa plastik digemari oleh masyarakat. Namun, hal ini menghasilkan tumpukan sampah plastik. Plastik yang sudah tidak digunakan lagi harusnya dibuang ke tempat sampah supaya dapat diolah atau di daur ulang. Tapi masih banyak yang membuang sampah plastik sembarangan. Tidak hanya menjadi masalah di perkotaan, sampah plastik juga mempengaruhi lautan. Dampak negatif sampah plastik tidak hanya membunuh berbagai hewan, merusak kesehatan manusia , tetapi juga merusak lingkungan secara sistematis. Oleh karena itu, jika tidak ditangani secara menyeluruh, pencemaran sampah plastik tentunya akan sangat berbahaya bagi makhluk hidup dan lingkungan.

Pencemaran Plastik di Dunia

Kota – kota di dunia menghasilkan sekitar 1,3 miliar ton sampah plastik setiap tahunnya. menurut perkiraan Bank Dunia, jumlah ini akan bertambah hingga 2,2 miliar ton pada tahun 2025. Kurang lebih selama 50 tahun, produksi dan konsumsi plastik dunia terus meningkat. Di lautan sendiri, Sekitar 10 – 20 juta ton sampah plastik masuk ke laut. Sebuah studi memperkirakan, bahwa sekitar 5 triliun partikel plastik dengan berat total sekitar 268.940 ton mengambang di lautan saat ini. Tak hanya mencemari lingkungan, sampah plastik juga menyebabkan kerugian sekitar 13 miliar dolar setiap tahun, mulai dari kerusakan ekosistem laut sampai wisata alam. Studi peneliti di Pusat Nasional UC Santa Barbara yang diterbitkan dalam jurnal Science menyebut, bahwa sekitar 8 juta metrik ton sampah plastik mencemari laut setiap tahunnya. Diperkirakan pada tahun 2025, input tahunan akan mencapai 2 kali lipat lebih besar lagi.

Penggunaan Sampah Plastik di Indonesia

Penggunaan Plastik Di Indonesia Sebuah penelitian diadakan untuk  menelusuri asal mula sampah sampah plastik yang berada di lautan, peimpin penelitian ini adalah Jenna R. Jambeck. Penelitian tersebut  mencakup 192 negara pesisir laut di dunia, termasuk Indonesia. Tim Ilmuwan meranking 20 negara pesisir penyumbang terbesar sampah plastik di lautan, Hasilnya penelitian tersebut cukup mencengangkan. Indonesia menempati ranking ke-2 dalam rangking tersebut. Negara India sendiri dengan penduduk sekitar 1,2 miliar, hanya menghasilkan sampah plastik sekitar 0,24 juta per tahun. Sedangkan Negaar Indonesia dengan total jumlah penduduk sekitar 255 juta jiwa ( Tahun 2015 ). Total sampah plastik yang dihasilkan dari penggunaan plastik di Indonesia sendiri mencapai 1,29 juta metrik ton per tahun. Hal ini menunjukan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia dalam penggunaan dan pengelolaan sampah plastik masih sangat rendah. Apabila masalah plastik di lautan tidak segera ditanggulangi, World Economic Forum memprediksi bahwa di tahun 2050 akan lebih banyak sampah plastik di laut dibandingkan ikan.

Penanganan Penggunaan Sampah Plastik di Indonesia

Pola penanganan sampah di Indonesia hanya melalui tahapan paling sederhana, yaitu mengumpulkan, mengangkut, kemudian membuang. Pola penanganan sampah tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun, dan menjadi kebijakan umum yang dilaksanakan pemerintah. Untuk itu anda bisa melakukan pencacahan sampah plastik yaitu dengan mesin pencacah plastik, agar bisa dijual dan didaur ulang menjadi bijih plastik dan diolah kembali. Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( Kementerian LHK ) Djati Witjaksono Hadi mengatakan, ” Pola pengelolaan sampah tersebut berjalan karena dilandasi oleh mindset bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak berguna sehingga harus dibuang “. Pendekatan yang dijalankan adalah pendekatan melalui penyelesaian di tempat pemrosesan akhir. Djati menerangkan, amanat utama dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 adalah tentang Pengelolaan Sampah yaitu mengubah paradigma pengelolaan sampah. Mengubah paradigma tersebut dari mengumpulkan, mengangkut, dan membuang, dirubah menjadi pengurangan penggunaan material yang berpotensi menjadi sampah (reduce) dan daur ulang sumber daya (recycle).

Polemik Larangan Penggunaan Kantong Plastik di Indonesia

Salah satu upaya untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia adalah dengan menerapkan larangan penggunaan kantong plastik. Beberapa kota di Indonesia sudah mulai menerapkan aturan ini. Tak hanya itu, bahkan metode pembayaran Insentif pada pemerintah daerah yang mengeluarkan Perda larangan kantong plastik pun dikeluarkan, dan memberikan denda kepada ritel yang menggunakan kantong plastik juga akan diberlakukan.

Denda pada Ritel Langgar KUH Perdata

Memberikan sanksi denda kepada toko ritel sebenarnya melanggar KUH Perdata, yang posisinya lebih tinggi dibanding Perda. Dalam aturan hukum praktek jual beli, Pasal 612 dan Pasal 1320 KUH Perdata menjadi kewajiban toko modern atau ritel dalam melayani pembelinya harus dengan penyerahan barang secara lengkap bersama dengan kantong belanja karena konsumen telah membayar barang berikut biaya kantong belanjanya. ” Saat ini belum ada yang bisa menemukan pengganti kantong plastik, sebagai alat membawa belanjaan,” ujar Rahadiansyah, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti. Kendala utama masalah sampah plastik ialah mengubah perilaku kebiasaan penggunaan kantong plastik di masyarakat. Lebih lagi bagi pedagang pasar, oleh karena itu tanggung jawab pemerintah adalah memberikan pemahaman yang massif, konsisten, dan juga tepat sasaran. Kalau pedagang menengah kebawah di pasar, diberikan sanksi berat denda sampai Rp25 juta kan menjadi pertanyaan layak atau tidaknya. Menggunakan kantong plastik bukan perilaku kejahatan yang mesti diganjar dengan denda puluhan juta rupiah. Seharusnya solusi untuk pedagang harus konkret. Misalnya, pedagang pasar yang bergantung pada penggunaan kantong plastik harus jelas pengganti plastik itu, dan jangan sampai kebijakan ini justru memberikan beban baru bagi masyarakat. Sementara yang terjadi di lapangan saat ini, aturan pelarangan penggunaan kantong plastik di daerah hanya berdasarkan pada peraturan Gubernur, Walikota, atau Bupati. Alhasil, konsumenpun menjadi bingung terhadap  peraturan yang diberlakukan. Daerah – daearh yang telah memberlakukan kebijakan ini di antaranya Banjarmasin, Balikpapan, Bogor, Bandung dan menyusul DKI Jakarta yang mulai diberlakukan pada Januari 2019.

Plastik ramah lingkungan

Memangang banyak cara penangan plastik yang dikemukan. Namun, menurut Sugianto Tandio, Direktur teknik produsen plastik ramah lingkungan sekaligus Co Founder dan Chairman, Greenhope, jawaban dari masalah sampah plastik itu adalah bagaimana sampah plastik itu agar dapat terurai. Ia menerangkan bahwa, kampanye 3R yang dilakukan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia selama kurang lebih 70 tahun belakangan ini tidak menyelesaikan masalah. Ia mengakui, memang kampanye tersebut cukup bagus, namun bukan sebuah solusi. Menurut penelitiannya, setelah di 3R dilakukan beberapa kali, sampah yang akan dihasilkan masih tetap berupa plastik yang hanya akan terurai selama kurang lebih 1000 tahun lamanya. Hal ini yang menurutnya menjadikan tidak menyelesaikan, namun hanya menunda masalah tersebut. Menurutnya, ada 1 langkah lagi dilakukan sehingga 3R berubah menjadi 4R agar masalah sampah tersebut bisa diatasi. Langkah R ke-4 adalah Return to earth ( dikembalikan ke bumi alias terurai sempurna ). Dengan demikian, maka semua sampah plastik yang dibuang di TPA harus dapat terurai. Terkait dengan larangan penggunaan plastik Sugianto menjelaskan. Larangan itu sifatnya masih merubah prilaku. Pengurangan penggunaan plastik dengan mengganti tas belanja juga dinilainnya bukan jalan keluar. Oleh karena itu, dia mencontohkan negara –  negara di Eropa dan Amerika yang sebelumnya mengeluarkan regulasi terkait tas belanja kini sudah melakukan evaluasi. Hal ini dikarenakan tas belanja, berapa kali dipakaipun pada akhirnya akan kembali ke tempat sampah. Hal ini menjadikan pada akhirnya membuat jumlah sampah plastik bukannya justru bertambah, bukannya berkurang. Salah satu langkah tercepat untuk menangani masalah ini adalah dengan menggunakan plastik ramah lingkungan yang bisa dengan cepat terurai. Setelah megganti plastik menjadi yang bisa terurai, selanjutnya mengubah prilaku masyarakat agar membuang sampah ke tempatnya sehingga sampah – sampah dapat bermuara di TPA agar bisa diurai. Ada 3 jenis plastik yang bisa terurai sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Yang pertama bioplastik, biodegradable, dan oxobiodegradle.

Bioplastik

Apa itu Bioplastik?, bioplastik adalah plastik yang terbuat dari terbarukan biomassa sumber, misalnya lemak, minyak nabati , pati jagung , atau mikrobiota. Dapat terbuat dari produk hasil sampingan pertanian dan juga dari botol plastik bekas dan wadah lainnya menggunakan mikro organisme. Plastik bahan bakar fosil ( biasa juga disebut polimer petrobased ), terbuat dari minyak bumi atau gas alam . Produksi plastik cenderung membutuhkan bahan bakar fosil dan menghasilkan lebih banyak gas rumah kaca dari produksi polimer biobased (bioplastik). Jenis bioplastik dirancang untuk dapat terurai. Ia dapat memecah baik anaerobik atau aerobik lingkungan, tergantung pada cara mereka diproduksi. Bioplastik sendiri dapat terdiri dari pati, biopolimer, selulosa, dan berbagai bahan tambahan lainnya. Biasa digunakan untuk barang-barang sekali pakai misalnya kemasan, peralatan, alat pemotong, pot, mangkuk, dan sedotan. Selain itu dapat juga digunakan untuk tas, nampan buah dan sayuran, wadah dan foil blister, karton telur, sayuran, kemasan daging, dan pembotolan minuman ringan dan produk susu. Dapat juga digunakan  sebagai bahan casing ponsel, interior isolasi mobil, serat karpet, saluran bahan bakar, dan pipa plastik. Electroactive Bioplastik baru dikembangkan. Jenis ini dapat digunakan untuk membawa arus listrik . Di daerah ini, memang tujuannya bukan biodegradasi, namun untuk membuat item dari sumber daya yang berkelanjutan.

Biodegradable

Plastik biodegradable terbuat dari selulosa, protein, kolagen, lipid, ataupun chitosan yang diambil dari ekstraksi tanaman dan hewan. Jenis plastik ini berbahan dasar tepung, seperti tepung kentang,  singkong, dan beras, yang dapat terurai oleh alam menjadi CO2 dan biomassa lainnya dengan bantuan dari mikroorganisme. Bandingkan dengan plasti biasa yang membutuhkan waktu sekitar 50 sampai 100 tahun untuk dapat terurai oleh alam. Sementara itu plastik biodegradable dapat terurai lebih cepat. Kantong plastik biodegradable, dapat terurai dalam hitungan bulan, tergantung dari material dasar yang digunakan. Tapi penggunaan plastik biodegradable masih sangat jarang, oleh karena itu menyebabkan harganya relatif mahal dibanding plastik konvensional. Untuk mengatasi ini memang membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan beralih ke plastik biodegradable. Produk yang dibuat dari material plastik biodegradable yang biasa dijumpai adalah kantong plastik sampah dan peralatan makan sekali pakai.  Tak hanya itu, plastik biodegradable juga dapat dibuat menjadi produk plastik solid misalnya piring, gelas, sendok, garpu, dll.

Jenis Plastik Biodegradable

Plastik biodegradable terbagi menjadi beberapa jenis di antaranya :

  1. Poli ( beta-hydroxybutyrate-co-hydroxyvalerate ) atau PHBV. Bakteri dapat mengurai bentuk polyester menjadi karbondioksida dan air dalam waktu enam bulan ( jika dalam kondisi yang tepat ).
  2. PLA (Asam polylactic ) dibuat dari pati dan dapat terurai dalam kondisi tertentu. Poli – asam amino yang berasal dari sebuah sel bakteri. PLA ( Polylaktida ) yang merupakan modifikasi asam laktat hasil dari perubahan zat tepung kentang atau jagung oleh mikroorganisme, dan poliaspartat sintesis yang dapat terdegradasi.

PHA ( Polihidroksialkanoat ) yang terkandung dalam sel mikroorganisme tertentu merupakan bijih plastik alami ( biopolymer ). Bidang pengaplikasian PHA sangat luas, namun produksi PHA terbatas karena harganya yang mahal.

  1. Asam pol hydroxyalkanoic, dapat sepenuhnya dikomposkan. Untuk dapat menghasilkan lembaran bioplastik, PHA murni perlu ditambahkan bahan-bahan tambahan seperti pemlastik, pewarna, penstabil, anti-shock dan antistatic untuk mendapatkan hasil akhir dari bioplastik yang diinginkan.

Kelebihan Plastik biodegradable

1. Mengurangi Permintaan Bahan Bakar Fosil. Kebanyakan dari polimer sintetis terbuat dari turunan minyak bumi, sehingga akan meningkatkan konsumsi bahan bakar fosil. Jenis plastik seperti PLA, PHBV dan PHA yang dibuat dari biomassa, sehingga akan dapat membantu mengurangi permintaan minyak mentah dan bahan bakar fosil lainnya. Selain itu, siklus hidup emisi gas rumah kaca yang terkait dengan plastik biodegradable, mungkin lebih sedikit daripada yang berhubungan dengan plastik tradisional. 2. Mengurangi Volume Sampah Kota Salah satu kelebihan plastik biodegradable adalah memiliki potensi secara signifikan dapat mengurangi volume sampah kota yang dihasilkan di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan plastik biodegradable dapat dikumpulkan bersama – sama dengan makanan atau limbah pekarangan dan dapat dibuat kompos. Kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk pupuk taman atau pertanian. Plastik konvensional sendiri membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat terurai dan seringkali sulit untuk didaur ulang. Sedangkan untuk plastik biodegradable sendiri membutuhkan waktu relatif cepat untuk dapat terurai.

Kelemahan Plastik Biodegradable

Plastik biodegradable juga memeiliki kelemahan. Misalnya, plastik tidak akan membusuk kecuali mereka dibuang dengan benar, berarti bahwa plastik biodegradable harus diperlakukan sama seperti saat membentuknya. Beberapa negara maju telah menganti plastik konvensional dengan plastik biodegradable ini. Hal ini dikarenakan mereka sadar, bahwa pelestarian lingkungan harus dilakukan bersama – sama, dan dimulai dari sekarang. Namun sayangnya jenis  plastik biodegradable tetap tidak bisa diurai di laut, dan akan mengganggu ekosistem laut.

Oxobiodegradle

Kantong plastik oxium ( Oxobiodegradle ) dibuat dari campuran zat degradable, dimana plastik akan dapat hancur dalam kurun waktu 2 tahun. Kurun waktu penghancurannya sendiri tergantung dari panas dan kelembaban penyimpanannya serta berlaku untuk semua jenis ketebalan plastik. Dikarenakan jenis platik Bioplastik dan Biodigradable dari nabati harganya tiga sampai lima kali lebih mahal dari plastik pada umumnya. Sementara jenis oxobiodigradable harganya masih setara seperti plastik biasa. Kondisi ini tentunya berpengaruh secara ekonomi di Indonesia. Pendapatan negara / perkapita Indonesia cuma 3600 dolar / per-orang per-tahun , di eropa AS di atas 50 ribu. Masyarakat mereka sudah berpikir, kalau plastik dibakar semua tidak ada yang peduli tidak terurai semua.Untuk itu ia menyebut, salah satu solusi mendapatkan plastik yang dapat terurai sesuai SNI adalah plastik jenis Oxobiodigradable. Tas belanja biasa rata-rata 200 / pcs yang biasa dapat terurai , kalau oxo harganya 200 tapi terurai, dengan jangka 2-5 tahun. Kalau nabati 3 sampai lima kali lipat ( lebih cepat ) terurai tapi tinggi (harga). Terurai tergantung mikroba ecoplast sehingga lebih cepat terurai. Nabati jagung, tenologi Eropa. Plastik nabati yang dari eropa (hati hati) tidak terurai di TPA. Baru terurai di Industri kompos yang hanya ada di Eropa. Sementara di Indonesia belum ada. Nah sekarang anda jangan bingung lagi karena sudah ada mesin pencacah plaastik untuk limbah plastik yang bisa mengurangi plastik di indonesia ini. Munkin sekian yang dapat saya sampaikan bila ada kesalahan saya mohon maaf, sekian dan terima kasih.

Similar Posts